Tampilkan postingan dengan label blogger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label blogger. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Oktober 2016

Cara Film Wonderful Life Menarik Penonton Semarang: Melibatkan Blogger Perempuan


Tidak seperti hari kamis sebelumnya film Indonesia di bioskop Semarang didominasi remaja yang ingin menonton Film Ada Cinta di SMA, kali ini ada beberapa perempuan yang aktif dengan blog di Semarang pada nonton ramai-ramai. Pemandangan yang tak biasa menurut saya.

Hari Kamis (13/10) ini, ada 2 film Indonesia yang tayang di Semarang. Film Wonderful Life dan Pinky Promise adalah 2 film baru yang temanya mirip-mirip yaitu tentang kesehatan.

Bila Pinky Promise lebih tentang himbauan kepada wanita untuk menjaga kesehatan yang bertepatan dengan hari Kanker Panyudara Sedunia, maka film Wonderful Life lebih mengangkat tentang anak yang menderita Dyslexia, yaitu sebuah gangguan dalam perkembangan baca-tulis yang umumnya terjadi pada anak menginjak usia 7 hingga 8 tahun.

Kehadiran bloger 

Bloger terus mendapat tempat dari pihak-pihak yang memiliki tujuan promosi. Sebagai salah satu dari 7 alat pemasaran saat ini, bloger memang sangat istimewa menurut saya.



Di Jakarta, filmnya sudah menggelar gala premiere yang dihadiri blogger 3 hari sebelum film ini tayang secara resmi diseluruh bioskop Indonesia. Di Semarang, film ini pun ditonton bloger yang menyaksikan jam pemutaran ketiga.

Ya, intinya sama. Film yang disutradarai Agus Makkie memiliki bagian promosi yang mengerti perkembangan Internet dengan melibatkan bloger. Tujuannya apa?

Bila melihat jadwal film di Semarang untuk film Wonderful Life yang masih bertahan hingga tulisan ini dibuat, film Pinky Promise sudah turun dan bertahan hanya 4 hari,  maka bisa dikatakan film ini sukses menurut Kofindo. Apalagi bisa bertahan lebih sepekan. 

Ingat film Indonesia yang tayang di Semarang paling sulit bertahan. Selera penonton masih dikuasai remaja. 

...

Tema film ini menarik, sama seperti film Pinky Promise. Namun bila melihat bertahannya paling lama di Semarang, film Wonderful Life lebih baik tentunya.

Beberapa waktu lalu, saya juga melihat ulasan tentang gaya pemasaran film ini yang sangat intens. Apalagi melibatkan bloger, terutama mom bloger yang menurut saya sedang in (tren) di beberapa kota besar, termasuk Semarang.

Cocok banget kan filmnya. Semoga para sineas memperhatikan cara pemasaran ini. Dan semoga juga bloger terus pergi ke bioskop meski sebulan sekali. 

Artikel terkait :
...

Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Minggu, 16 Oktober 2016

Bloger dan Film Indonesia


Sudah banyak memang film Indonesia yang melibatkan bloger menjadi bagian dari cerita di dalamnya. Terbaru, film Pinky Promise yang memiliki tujuan mulia kepada penontonnya untuk mengingatkan bahwa menjaga kesehatan itu sangat penting. Film ini mengangkat tema kanker payudara yang dibalut persahabatan beberapa perempuan dalam 114 menit durasinya.

Apakah pekerjaan utama orang-orang yang disebut bloger (tanpa double g) tersebut? Ya, hanya menulis. Itu saja, tapi dimana? Di blognya masing-masing, ada yang menggunakan platform gratisan dan ada yang membuatnya terlihat profesional dengan cara membayar rutin pertahun untuk sewa nama dan penyimpanannya.

Mengapa bloger dilibatkan dan seberapa menarik untuk diceritakan juga ada di dalam film ? Di era media sosial sekarang, orang-orang yang terjun menulis di blog diuntungkan dengan kepopularan media sosial. Banyak bloger sekarang terlibat, baik sebagai alat promosi maupun perpanjangan info dari berbagai instansi maupun perusahaan.

Bloger menulis dari apa yang mereka pikirkan dengan sentuhan personal, tidak kaku yang sekedar memberi info secara kilat mengikuti tren perkembangan Internet yang serba cepat. Untuk itulah, bloger menjadi daya tarik sendiri buat siapa saja yang ingin menggunakannya. Apalagi sekarang menjadi bagian gaya hidup masyarakat.

Sebatas pelengkap

Sayangnya, lagi-lagi bloger tidak dimaksimalin dalam sebuah film, terutama film Indonesia. Ini bisa dilihat dari film Pinky Promise dimana salah satu tokohnya aktif sebagai bloger maupun vloger. Tentu sebagai bloger, saya sangat antusias menyaksikan film tersebut. Namun sayang, harapan saya tidak sesuai apa yang saya pikirkan. 

Ya, harus maklum. Ini bukan film tentang bloger. Saya berharap di hari blogger Nasional besok, tanggal 27 oktober, ada sineas yang tertarik untuk mengangkat film yang bertemakan bloger Indonesia. Soal kemasan ingin dibuat drama atau apalah, itu akan menyesuaikan tentunya. Saya tidak ingin bloger hanya sebagai sebatas pelengkap.

Padahal banyak bloger yang menulis film Indonesia. Mungkin bisa dari sini, bagaimana mereka meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan melawan berbagai tantangan yang dihadapi. Atau bisa lainnya juga.

...

Beberapa film Indonesia yang menggelar gala premiere saat ini identik dengan mengundang bloger. Keterlibatan bloger di film Indonesia menurut saya sudah cukup besar. Masa tidak ada yang tertarik untuk mengangkat 1 tema khusus.

Semoga ada film Indonesia bertemakan bloger untuk sekedar mengapresiasi atau mendokumentasi bagaimana wajah perbloger tanah air yang memiliki hari nasional tersendiri.