Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 November 2016

Review Event Roadshow LOVERMULA di Semarang


Brand kesehatan yang lebih dikenal dengan produk obat batuknya baru saja mengunjungi Semarang, rabu kemarin (16/11/2016). Bertempat di gedung E, kampus Udinus, apa saja yang dibawa mereka ?

Sebagai penyelenggara, Combiphar rupanya sedang menggelar video competition dengan tema utamanya yakni Lovermula yang berarti pentingnya kasih sayang dari orang terdekat dalam proses penyembuhan.

Semarang merupakan kota keempat diantara Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Segmen kampanyenya menyasar mahasiswa bila melihat tempat acara ini digelar.


Dyah Pari Koening dari Combiphar, membuka acara.

Untuk mensukseskan aktivitas video kompetisi ini, tiap kota dibuat acara workshop. Dari Semarang yang dihadirkan sebagai pembicara mengenai video adalah Nara Nugroho, sutradara dan penulis naskah yang merupakan sineas muda asli Semarang yang berpengalaman dalam memproduksi film.

Selama acara, peserta yang hadir diajak melihat beberapa iklan video yang menyentuh hati. Video seperti ini yang diharapkan dapat dibuat oleh peserta.


Nara Nugroho, banyak tips yang dibagi kepada peserta seputar cara membuat video

Nara sendiri banyak memberikan tip-tipsnya tentang membuat video, mulai dari budget hingga membuat story yang mudah dibuat.

Meski acara agak terlambat sedikit dari waktu yang dijadwalkan, acara tetap sukses berjalan lancar. Buat yang ingin hadiah Drone Camera DJI Phantom 3, silahkan saja berpartisipasi dalam kontes video ini. Anda dapat mengikutinya lewat media sosial OBH Combi, baik Facebook, Twitter (hashtag #lovermula) maupun website.

...

Satu lagi brand yang melirik Semarang untuk terlibat dalam kegiatan offlinenya. Terima kasih undangannya, dan dotsemarang berharap ada peserta dari Semarang yang memenangi video kompetisi yang sedang berlangsung ini. 

Event lainnya yang berlangsung di Semarang :
...

Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Jumat, 11 November 2016

Review Event Creativepreneur Fest 2016


Road to Semarang Digital City, begitu tagline yang saya baca dari  goodie bag yang saya bawa pulang setelah menghadiri acara Creativepreneur Fest 2016 hari pertama, 8 November 2016 di MG Setos Hotel Semarang.  

Creativepreneur Fest 2016 merupakan acara yang digelar oleh Kadin Jateng yang bekerja sama dengan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) dan Suara Merdeka grup selama 2 hari, 8-9 November.

dotsemarang beruntung bisa hadir bersama rekan-rekan bloger Semarang yang lain meski hanya hari pertama. Tentu saya sangat antusias bisa hadir, apalagi jumlah kursi yang terisi bisa diperkiraan lebih dari 500 orang duduk di sana seperti gambar yang terlihat di atas.


Berada di lantai 16, pemandangan stan peserta yang mengikuti kompetisi untuk technopreneur muda bisa sudah terlihat. Ada apa saja di sana, dotsemarang sudah mempublishnya di sini. Termasuk daftar pemenang disetiap kategori.

Melewati stan sponsor dan masuk ke dalam, hari pertama dimulai dengan beberapa pembicara seperti Microsoft,CEO Dreamlight Media World, dan sederetan nama lainnya yang membuat acara lebih menarik.


Berada di urutan tempat duduk paling belakang, entah mengapa peserta yang mengikuti, kebanyakan dari para pekerja, seperti pegawai negeri. Sedangkan peserta dari mahasiswa atau umum, sepertinya berada di depan hingga ke tengah.

Saya sangat menantikan kehadiran Menkominfo, pak Rudiantara yang dijadwalkan hadir. Ternyata harapan itu tidak terkabul. Beliau mewakilkan staf Ahlinya yakni Lies Setyawati.

Dukungan pemerintah

Pak Walikota hadir dan membuka langsung acara Creativepreneur Fest 2016. Kesempatan berharga ini juga dilakukan launching Semarang Digital Kreatif (SDK). SDK sendiri semacam tempat yang bisa digunakan oleh komunitas atau penggiat teknologi di kota Semarang.


SDK sendiri berada di kawasan Kota Lama atau tepatnya di jalan Mpu Tatular no 2. Mirip seperti Coworking yang saat ini sedang berkembang di Semarang. Segera dotsemarang akan review tempat ini di halaman yang berbeda.

Event Creativepreneur Fest 2016 meski pertama kali digelar dan direncanakan akan rutin digelar tiap tahun sudah diharapkan bisa mendukung program pemerintah yang ingin menciptakan 1000 technopreneur baru tahun 2020. 


Dalam gambar di atas, dilakukan juga video conference dari lokasi acara ke gedung SDK. Menarik konsep yang dimasukkan ke dalam acara meski ada sedikit kekurangan untuk terhubung secara lancar.

Sebelum meninggalkan lokasi acara, sesi pak Walikota yang memaparkan pencapaian Semarang Smart City menjadi sesi terakhir dotsemarang hadir.

Salah satu yang dibicarakan adalah bagaimana permasalahan warga yang kini bisa disalurkan dengan program 'Lapor Hendi'. Dotsemarang sudah mengulasnya di sini.

...

Sebagai event yang pertama digelar, Creativepreneur Fest 2016 sukses digelar. Bisa dilihat bagaimana antusias peserta yang memenuhi hari pertama. Sayang, dotsemarang tidak bisa mengikuti hari kedua.

Acara ini juga bisa menjadi wadah apresiasi dan membangkitkan semangat masyarakat untuk mengeluarkan ide-ide tentang permasalahan yang dikemas dengan istilah startup.

Dotsemarang berharap tahun depan, acara ini bisa dihadiri penggiat media sosial dan bloger. Semoga saja bisa diundang mengingat acara berbayar terkadang banyak yang tidak datang. Tapi kalau bloger itu sangat penting kehadirannya, mengingat mereka dapat memberi timbal balik yang saling menguntungkan.

...

Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Rabu, 02 November 2016

[Event] Automotive dan culinary festival 2016 di DP Mall Semarang


Bagaimana jadinya bila mengkolaborasikan pameran mobil dan festival kuliner jadi satu dalam satu tempat? Selama ini, sepertinya dotsemarang jarang melihat hal yang ini. Intip berikut suasananya.

Waktunya cukup panjang, 10 hari. Mulai tanggal 21 Oktober hingga 30 Oktober 2016.  Lokasi yang digunakan adalah DP Mall, Mal yang akhir-akhir ini sedang merenovasi bagian dalamnya. Termasuk bioskop baru yang bakalan hadir tahun 2017. Anda bisa lihat postingan dotsemarang sebelumnya di sini.



Ada yang berbeda dari biasanya pameran mobil di Semarang yang biasanya selalu diikuti brand terkenal. Kali ini ada mobil-mobil modifikasi yang turut meramaikan yang berasal dari komunitas automotif Semarang.

Meski menarik, tetap saja bagian tajuk utamanya adalah tentang penjualan. Tidak heran melihat cara brand seperti gambar di atas menaruh TV LCD agar menarik perhatian pengunjung.


Acara kuliner memang tengah bagus-bagusnya di Semarang. Beberapa event yang dotsemarang kunjungi kebanyakan acara kuliner. Di sini pun, meski acara ada mobilnya, tetap aja ada kulinernya.

Mengutip situs Semarangpedia.com, untuk festival kuliner yang berjumlah 12 stand ini disuguhkan dari kuliner Semarang Guyub Sedulur (KSGS). Berbagai menu yang dibawa tentu menambah semangat pengunjung yang menyaksikan di sana. 

...

Akhir Oktober ternyata banyak acara di Semarang, selain acara Automotive dan culinary festival, ada juga acara yang bertajuk komik bertaraf Internasional.

Bulan November ini, kira-kira kolaborasi apa yang dibuat dari acara kuliner di Semarang? Pameran gadget atau pameran komputer ?

Artikel terkait :
...


Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

[Moment] International Cartoon Exhibition 2016 di Semarang


Satu lagi event berskala Internasional diadakan di Semarang. Kali ini datang dari dunia kartunis. Acara yang digelar oleh Semarang Cartoon Club (Secac) di Wisma Perdamaian ini dilaksanakan akhir bulan Oktober dan diikuti oleh kartunis dari 64 negara.

Semarang memang butuh acara-acara berskala Internasional seperti ini. Bahkan saya pikir, tahun depan, acara ini bisa kembali hadir. Selain membawa nama Semarang sendiri, acara ini juga bisa jadi wadah apresiasi para kartunis dari seluruh dunia.


Penyelenggara Secac, berdiri tahun 1982, terakhir mengadakan acara yang sama pada tahun 1988. Yang paling menarik adalah peserta yang mengikuti dengan mengirimkan hasil karya mereka.

"Terbukti dari hampir 1.000 karya yang masuk dari 340 kartunis di 64 negara. Biasanya, (kartunis, red.) kalau tidak lomba jarang ngirim karya. Namun, meski ini lomba banyak yang mengirim karyanya," kata Arif - Sekretaris Panitia International Cartoon Exhibition. (cnnindonesia.com)

Setelah acara usai dilaksanakan di Wisma Perdamaian, kita masih bisa dapat melihat karya-karya peserta yang nantinya dipamerkan di beberapa tempat seperti Simpang Lima, dan Gedung Lawang Sewu.

...

Karena event seperti ini, saya jadi tahu bahwa gairah komik di kota Semarang sebenarnya sangat besar. Sayang, kali ini saya absen dari lokasi karena untuk bisa melihat langsung seperti apa suasana acara secara langsung.

Postingan ini merupakan postingan yang dibuat dari fitur twitter moment yang mengumpulkan konten-konten dari akun yang hadir saat acara, termasuk konten berita.

Selamat buat Secac atas terselenggaranya event berskala Internasional ini. Tidak sabar menunggu acara selanjutnya.

Artikel terkait :

...


Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Kamis, 27 Oktober 2016

Upaya Old City 3D Trick Art Museum Mengkampanyekan Kota Lama Menuju World Heritage Unesco Tahun 2020


Sebagai destinasi baru tempat wisata di Kota Lama Semarang, Old City 3D Trick Art Museum yang launching pertama kali tahun ini terus berupaya menarik perhatian masyarakat. Salah satunya lewat acara Festival Branjangan.

Acara yang untuk pertama kalinya digelar ini dilaksanakan tanggal 23 Oktober atau minggu pagi. Lokasi yang digunakan adalah sekitar Museum atau sepanjang jalan yang bernama Branjangan.

Bila Anda melihat gambar di atas, suasana yang terlihat memang mengusung konsep festival. Beberapa acara untuk meramaikan seperti Fun Aerobic, Festival Kuliner dan resik atau bersih-bersih kawasan Kota Lama.

Kota Lama Menuju World Heritage Unesco 2020

Buat Anda yang belum tahu, kawasan Kota Lama ditargetkan pemerintah kota untuk masuk ke dalam daftar World Heritage UNESCO tahun 2020.

Penetapan yang dilakukan UNESCO semenjak tahun 2015 ini membuat pemerintah terus berupaya membuat kawasan Kota Lama terus ramai. Upaya ini tentu tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, maka kesadaran dari masyarakat disekitar pun diharapkan bisa membantu.

Old City sebagai salah satu tempat tujuan wisata yang berada di sekitar Kota lama tentu bisa ikut membantu. Dan upaya mereka bisa dilihat dari acara festival Branjangan kemarin.

Festival Branjangan

dotsemarang melihat sisi positif dari acara mereka yang dilaksanakan dari jam 6 pagi ini. Ternyata, meski sering lewat Kota lama, nama jalan Branjangan malah masih asing ditelinga. Setidaknya dari sini, dotsemarang bisa tahu nama jalan ini.



Berbagai stan meramaikan acara yang didominasi kuliner. Salah satu stan yang cukup menarik tentu dari komunitas pasar klitikan yang turut meramaikan.

Acara ini sendiri, mengutip dari akun instagram Old City, memiliki tujuan  membangkitkan kepedulian dan kecintaan masayarakat kota semarang terhadap kawasan kotalama semarang untuk menuju WORLD HERITAGE UNESCO 2020 dan sebagai ajang promosi tenant – tenant atau produk – produk Kota Lama.

Sayang, saya sendiri tidak mengikuti acara hingga selesai. Padahal yang saya tunggu adalah aksi resik-resik yang dilakukan Old City dan peserta yang mengikuti.


Kurang optimal di media sosial

Permasalahan acara atau event kembali terulang terutama kurangnya promosi di media sosial. Meski ada akun yang mengetag poster acara ke akun-akun media sosial Semarang, cara itu hanya memberitahu bahwa ada acara di Kota Lama.

Tidak ada optimalisasi secara besar yang biasa populer di Twitter lewat Trending Topik yang mengaliri linimasa. Atau foto-foto yang tersebar di Instagram dengan hashtag tertentu. Saat melihat hashtag #festivalbranjangan, foto yang dibagikan masih sedikit.

Padahal ada beberapa akun dengan pengikut besar yang berbagi poster acara. Akun Instagram Old City sendiri juga masih kurang optimal foto-foto yang dibagikan saat acara.

Disayangkan memang, tapi saya maklum mengingat ini pertama. Butuh banyak persiapan dan melihat kondisi dan situasi juga.

...

Apa yang dilakukan Old City 3D Trick Art Museum untuk mengupayakan Kota Lama semakin ramai, itu perlu diapresiasi. Selain positif, diharapkan bisa menjadi wadah bersama saling mendukung antar pemilik bangunan serta masyarakat sekitar guna mengkampanyekan Kota Lama layak masuk World Heritage Unesco tahun 2020.

Apakah acara ini akan rutin digelar kedepan? Kita tunggu saja.

Artikel terkait Kota Lama :
...

Informasi Pemasangan Iklan

Hubungi @dotsemarang
Email : dotsemarang [@] gmail.com

Minggu, 16 Oktober 2016

[Momen] Pertempuran 5 Hari di Semarang Tahun 2016


Postingan berikut ini mengambil fitur Twitter 'moments' dan merupakan yang pertama kali. Fitur yang bermanfaat dengan cara mengumpulkan beberapa posting seperti teks, foto maupun video. Berikut moment 'Pertempuran 5 Hari di Semarang' yang dotsemarang rangkum.

14 Oktober tahun 2016 jatuh pada hari jumat. Beberapa ruas jalan seperti biasa selalu ditutup. Peringatan kali ini ditemani gerimis tapi acara tetap berlangsung dengan lancar.



Ada yang spesial peringatan kali ini yaitu kedatangan tamu seorang maestro musik, Iwan Fals. Sayang dotsemarang tidak bisa hadir di sini. Peringatan kali ini yang menjadi Inspektur upacara adalah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

...

Pertempuran lima hari di Semarang adalah serangkaian pertempuran antara rakyat Indonesia di Semarang melawan Tentara Jepang pada masa transisi kekuasaan setelah Belanda yang terjadi sejak tanggal 15 Oktober 1945 sampai dengan tanggal 20 Oktober 1945. Dua penyebab utama pertempuran ini adalah karena larinya tentara Jepang dan tewasnya. (Wikipedia)

Artikel terkait :
...

Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Kamis, 06 Oktober 2016

Semarang Turut Rayakan Hari Kopi Internasional 1 Oktober


Lewat acara ini, saya dapat melihat atmosfer pelaku kopi di Semarang sangat tinggi. Mereka yang terdiri dari pemilik, barista dan masyarakat pecinta kopi tentunya bisa menjadikan momentum ini sebagai wadah bertemu dan saling mengenal satu sama lain. 

Semarang turut merayakan hari kopi Internasional 1 Oktober tahun ini. Jujur, saya baru tahu kalau ada hari kopi. Usut punya usut, hari kopi ini dicetus oleh  International Coffee Organization. Info lengkapnya bisa dibuka di sini.

Perayaan di Semarang


Semarang Town Square yang terletak di daerah jalan Gajah Mada digunakan sebagai tempat acara berlangsung. Sepertinya tempat ini juga pernah dibuat acara yang berhubungan dengan Kopi. Perlahan, Setos terus mencoba menarik minat masyarakat untuk berkunjung.

Acara ini pelaksananya sendiri adalah  PT. Taman Delta Indonesia yang bekerjasama dengan beberapa kementrian, provinsi, kota hingga asosiasi kopi. Taman Delta merupakan perusahaan yang bergerak dalam bisnis kopi yang komprehensif termasuk pengolahan kopi dari perkebunan swasta, pemasaran biji kopi, dan eksport. Sepertinya menarik berkunjung kesana bareng blogger Semarang.

Dengan acara seperti ini tentu dapat mempertemukan beberapa asosiasi kopi hingga pebisnis-pebisnis kopi ternama di Semarang. Sambil menunggu, apakah kedepan ada sesuatu yang baru setelah acara ini berlangsung.


Untuk meramaikan acara yang bertajuk It’s Coffee Day, dua artis Nasional diajak ke Semarang. Seperti Rio Dewanto yang hadir dengan membuat racikan kopi, sayang saya nggak bisa menyaksikan karena terlambat datang. Kemudian ada Dewi “Dee” Lestari yang hadir lewat acara Coffe Talk bareng Mira Yudawati, seorang Q Grader yang berarti Pencicip Kopi Bersertifikat Internasional.

Berbagai stan dari gerai kopi yang ada di Semarang turut meramaikan, termasuk beberapa dari luar kota dan brand-brand kopi Nasional. Bukan saja bisa mencicipi langsung dari stan-stan yang ada, tapi ada juga stan yang memberi gratis kepada pengunjung.  


Suasananya dapat Anda lihat sendiri seperti gambar-gambar yang saya taruh. Ramaikan suasananya. Sayang kalau Anda kemarin tidak datang. Apalagi Anda pecinta Kopi atau penikmat kopi, bisa nambah referensi deh di Semarang.

Momen hari kopi ini juga dijadikan kesempatan buat menggalang dana Untuk Korban Bencana Garut. Penjualnya salah satunya Rio yang tentu langsung dikerubuni pengunjung saat membuat kopi.






Selain Semarang, ada 5 kota yang ikut merayakan Hari Kopi Sedunia kali ini. Bekasi, Bandar Lampung, Malang, Yogyakarta dan Jakarta. Di antara kota-kota tersebut, pusat perayaan hari kopi di Indonesia memang dipusatkan di Semarang. 

Ada yang menarik di salah satu stan yang mengikuti acara berlangsung, ada kopi yang memiliki nama Mukidi yang beberapa waktu lalu nama ini cukup popular di jagad media sosial. Tapi ini bukan Mukidi yang diceritakan, ini benar-benar nama yang kebetulan sama saja.

...

Masih banyak acara yang dilangsungkan di sini, kemarin. Seperti pemutaran film Filosopi Kopi dan sebagainya, acara sampai malam kalau nggak salah. 

Dotsemarang hanya sebentar berkunjung, jadi tak banyak yang bisa dibagikan sesuai acara yang berlangsung. Semoga event seperti ini terus dibuat untuk meramaikan kota Semarang. Terutama kunjungan masyarakat yang ingin berlibur ke Ibukota Jawa Tengah.

Artikel terkait :


    ...

    Informasi Kerjasama

    Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
    Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

    Senin, 03 Oktober 2016

    [Foto] Wonderful Indonesia Culinary & Shopping Festival (WICSF) di DP Mall Semarang


    Bukan hanya kota Semarang yang menggelar event kuliner ini, acara yang digelar oleh Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan Kementrian Pariwisata (Kemenpar) RI ini dilakukan serentak 16 kota seluruh Indonesia.

    Geliat event kuliner yang selama ini berlangsung di Semarang beberapa bulan terakhir sangat menarik. Kebanyakan yang dotsemarang kunjungi memang berada di mal yang aksesnya mudah untuk didatangi.

    Bicara WICSF di kota Semarang, acara ini digelar hampir diseluruh mal yang ada di Semarang. Sesuai judul acaranya yang berhubungan dengan shopping, maka tak heran lokasinya kebanyakan memang ditaruh di mal-mal.

    DP Mall

    Mal yang terletak di jalan Pemuda inimenjadi lokasi utama yang digunakan untuk membuka gelaran WICSF serentak di 11 kota pada tanggal 27 September 2016. 

    Area yang digunakan adalah halaman parkir mobil dengan jumlah stan yang mengikuti sekitar 60-an lebih. Beberapa yang tidak berhubungan dengan kuliner juga turut meramaikan.

    Meskipun acara secara nasional digelar sebulan penuh, di sini hanya berlangsung hingga tanggal 2 Oktober. Termasuk di Java Mall yang dilaksanakan hingga 4 Oktober.

    Masuk lokasi area tidak dipungut biaya alias gratis. Anda tinggal berjalan mengikuti alur yang disamping-sampingnya sudah ada stan yang menyambut Anda dengan berbagai pilihan. Suasana yang dibangun di sini memang lebih padat dan ramai. 






    ...

    Dengan tujuan memperkenalkan kuliner kepada masyarakat, dan memberi alternatif berwisata, acara ini tentu sangat positif. Tapi entah mengapa tidak dibuat 1 lokasi dengan area yang lebih besar layaknya festival yang dapat menampung beragam pelaku industri khususnya dibidang kuliner.

    Apakah tahun depan kembali digelar? Semoga harapan itu ada bila membaca beberapa referensi tentang gelaran Wonderful Indonesia Culinary & Shopping Festival 2016.

    Artikel terkait :
    ...

    Informasi Kerjasama

    Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
    Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

    Kamis, 29 September 2016

    Ikutan Talk Show Bareng Isabelle Boon di Tekodeko


    Senin sore (19/9) bertempat di Tekodeko, Isabelle Boon mengisi acara yang diadakan di tempat di mana ia memamerkan hasil karyanya yang bisa Anda lihat di sini.

    Siapa Isabelle, hingga dotsemarang mau menuliskannya di sini? Isabelle Boon adalah fotografer wanita asal Belanda yang berusia 44 tahun.

    dotsemarang bertemu dengannya saat ia berbicara tentang pengalamannya terkait hasil karyanya di depan peserta yang hadir. Beberapa orang yang saya tahu merupakan para penggiat Kota Lama, termasuk budayawan. Lainnya ada dari mahasiswa.

    Acara yang dipandu oleh pentolan komunitas Lopen, Yogi, memang kesannya lebih santai meski dikemas dengan talk show. Selama acara, Isabelle yang terus mencoba berbahasa Indonesia meski terpatah-patah ini lebih banyak berkomunikasi dengan peserta menggunakan bahasa Inggris.

    Jadi mohon maaf, dotsemarang tidak banyak dapat menerjemahkan isi acara secara baik lewat postingan ini di sini.

    Tapi untungnya, saya menemukan artikel dari suaramerdeka yang isinya kurang persis sama dengan pembahasan selama acara. Link originalnya bisa dilihat di sini.

    Isabelle yang membawa 27 karya foto untuk dipamerkan bercerita tentang kehidupan diantara bangunan-bangunan yang nyaris roboh, tidak terawat, maupun upaya konservasi yang dilakukan di Kota Lama.

    Seperti, aktivitas para penjual ayam di Jalan Kepodang, tawa anak-anak di antara tumpukan kain bekas, reruntuhan bangunan yang termakan usia dan rob, pengepul botol dan barang bekas.

    Foto-foto yang dipamerkan dibuat beberapa bulan sebelumnya. Dia mendapat informasi tentang Kawasan Kota Lama di Semarang saat berada di Jakarta dan langsung berencana untuk mengunjunginya.


    Isabelle menyadari, pada karya yang berhubungan dengan kemanusiaan (human interest), dia harus ”mendekat” pada mereka yang difoto. Karena itu, lulusan Hogeschool voor de Kunsten Utrecht tersebut berupaya sedekat mungkin dengan penghuni atau pemilik bangunan.

    Pameran ini mengawali agenda serupa di Jakarta dan sekaligus peluncuran bukunya November nanti. Selain Kota Lama, Isabelle memang juga membuat foto di Kota Tua.

    Artikel terkait :
    ...

    Informasi Kerjasama

    Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
    Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

    Pameran Foto 'Heritage in Transition': Tentang Kehidupan Kota Lama Semarang


    Seorang fotografer dari Belanda menyajikan hasil jepretannya ke dalam sebuah pameran foto yang berlangsung dari tanggal 16 September - 16 Oktober di Tekodeko Koffiehuis. Menarik bila melihat tema yang diusung yaitu kehidupan di Kota Lama Semarang. Berikut suasananya bila Anda ingin mampir.

    Isabelle Boon, nama yang dotsemarang maksud di sini. Ia adalah seorang wanita, saat bertemu disebuah acara, ia datang ke Semarang bersama suaminya. Pamerannya ini juga merupakan masih rangkaian acara Festival Kota Lama 2016 kemarin.

    Gambar-gambar yang diambil lebih banyak tentang potrait atau wajah masyarakat di Semarang, khususnya kawasan Kota Lama. Lainnya, ada aktivitas masyarakat 







    Isabelle Boon

    Karya fotografer Belanda tersebut merupakan rangkaian proyek “Heritage in Transition”, merupakan penjelajahan sosial yang mengungkap hubungan penghuni setempat dengan bangunan-bangunan historis, salah satunya di Kota Lama Semarang.(Kompas)

    ...

    Menarik melihat pameran ini dilaksanakan di sebuah tempat ngopi dan nongkrong di Semarang, khususnya kawasan Kota lama. Mungkin saja, Anda juga tertarik membuat acara yang mirip-mirip seperti Isabelle Boon. Tertarik berkunjung, mumpung masih ada waktu? 

    *Tekodeko sendiri adalah tempat nongkrong yang ada di kawasan Kota Lama Semarang

    Artikel terkait :
    ...

    Informasi Kerjasama

    Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
    Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

    Selasa, 27 September 2016

    [Foto] Pameran Handphone Akhir September di Semarang


    Pameran yang bertajuk Semarang Mobile Expo atau Semox ini berlangsung dari tanggal 27 September hingga 4 Oktober 2016 di Java Mall, Semarang.

    Berkunjung di hari pertama, suasananya lebih ramai dengan stan yang mengisi lantai utama cukup padat. Tidak seperti biasanya, pameran kali ini sepertinya diikuti banyak peserta. Yang konsisten sepertinya Smartfren yang selalu hadir.


    Meski bertajuk pameran, saya selalu melihatnya acara ini hanya sebuah bazar atau jualan ponsel seperti tempat-tempat pada umumnya yang ada di plasa Simpang Lima atau Semarang Twon Square.

    Pameran handphone di Semarang memang selalu menarik untuk mengisi konten blog dotsemarang. Animonya besar, mengingat smartphone adalah salah satu teknologi yang paling diminati masyarakat baik dari kalangan muda hingga dewasa. 


    Pameran kali ini paling saya cari adalah Zenfone 3, produk Asus yang baru rilis awal September kemarin di Bali. Bila sudah ada, ini sangat menarik buat mereka yang sedang menunggu. Seperti diketahui, dotsemarang sudah mencicipi produk ini.

    Hingga tulisan ini dibuat, produk ini masih sebatas ada di kertas. Maksud saya, waktu pertama kemarin produknya belum datang sehingga belum tahu apakah Zenfone 3 sudah ada di Semarang atau belum. Kalau penasaran, silahkan kunjungi aja pameran ini.


    Yang menyenangkan mengunjungi pameran handphone ketimbang mencari di tempat penjualannya adalah momennya. Momen yang membuat kita mau datang dan kebenaran, siapa tahu mau ganti yang baru. Semua produk kumpul jadi satu sehingga lebih mudah mencarinya di sana.


    Di pameran juga selalu banyak penawaran yang seperti sebelumnya selalu ada seperti tukar tambah dan membeli dengan biaya angsuran alias kredit. Sekarang ini memiliki handphone benar-benar sangat mudah, tinggal kebutuhan penggunanya mau beli yang mana.


    Saya masih ada pertanyaan tentang pameran yang selalu digelar, terutama handphone maupun komputer. Mengapa mereka (vendor, stan atau panitia) tidak begitu besar memanfaatkan media sosial ? Padahal era teknologi sekarang, dalam dunia pemasaran itu sangat penting sekali.

    Pertanyaan ini memang tak akan bakalan terjawab bila spanduk-spanduk di jalan masih menarik buat masyarakat dan lokasi tempat yang masih rame dikunjungi. Tantangan terbesar mungkin bagi mereka yang bekerja selama acara, baik dibalik meja atau menyebarkan brosur untuk menarih perhatian pengunjung.

    Bagaimana menurut Anda, apakah ingin berkunjung ke pameran handphone yang sedang berlangsung hari ini?

    Artikel terkait :
    ...

    Informasi Kerjasama

    Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
    Atau klik Di SINI untuk lebih detail lengkapnya

    Minggu, 25 September 2016

    [Review Event] Festival Kota Lama 2016


    Tahun 2016, Festival Kota lama yang telah lima kali digelar tiap tahun ini memiliki sejumlah perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Khususnya lokasi tempat acara, seperti apa?

    Cukup menarik melihat lokasi yang digunakan untuk acara yang digelar tanggal 16-18 September ini. Polder Tawang yang terletak persis di depan Stasiun Tawang dan masih bagian kawasan Kota Lama disulap menjadi tempat yang menarik, khususnya panggung apung yang digunakan sebagai titik pusat acara entertaint.

    Di sekitarnya, jalan Merak hingga menembus kawasan pasar sentiling berdiri tenda-tenda yang didominasi kuliner. Lainnya, bisa dilihat dari gambar yang dotsemarang abadikan di sini.




    Festival tahun ini memiliki 3 gerbang utama, yaitu di Taman Srigunting dan dua gerbang di Jalan Merak. Sehingga selama acara, kawasan Kota lama tidak ditutup seperti acara-acara sebelumnya.

    Panggung apung

    Perbedaan mencolok dari acara sebelumnya adalah konsep panggung apung yang menyesuaikan dengan lokasi utama, Polder Tawang. Saya malah jadi keingat acara Festival Danau Toba yang juga mengusung konsep ini.


    Dari sini, semua hiburan berada. Beberapa pengisinya juga turut meriahkan seperti Tri Utami dan Indro Hardjodikoro, Delight (Jazz Ngisoringin), Aditya on Trio (Solo Jazz Society), Sasa Quartet (Jazz MbenSenen Yogyakarta) dan maestro gitar satu jari Mr. D One Finger yang berkolaborasi dengan Wesley Lefeber, DJ asal Belanda.

    Hujan tiap malam

    Entah mengapa selama acara, hujan turut memeriahkan malam harinya. Festival yang tahun ini mengangkat tema Kuno Kini Nanti ini tentu sedikit mengganggu pengunjung yang ingin menikmati suasana malam. Tapi acara tetap berjalan dengan baik.


    Pameran foto

    Mungkin ada sebagian masyarakat yang tidak menyadari kalau festival kota lama yang diselenggarakan oleh Oen's Semarang Foundation bekerja sama dengan "Vrienden van Kota Lama" dari Belanda dan sejumlah pihak ini turut dimeriahkan dengan pameran foto tentang kehidupan di Kota Lama oleh fotografer asal Belanda, Isabelle Boon.


    Pameran foto ini ditaruh di Tekodeko Koffiehuis, yang lokasinya berada di depan kantor polisi. Agak jauh memang dari lokasi utama, dan semoga Anda ada yang berkunjung ke sini tentunya.


    ...

    Menarik juga Festival Kota lama tahun ini daripada sebelumnya, sayangnya hujan juga turut senang membasahi suasana. Pemilihan lokasi yang berbeda ini juga berdampak pada arus lalu lintas yang tidak menutup jalan utama kawasan Kota lama begitu lancar, setidaknya.

    Oh ya, promosinya kok tidak begitu gencar ya. Baru terlihat sekitar 2 mingguan sebelum acara. Media sosial pun tidak begitu besar pengaruhnya meski yang terlihat di lokasi sudah lumayan banyak yang hadir.


    Bagaimana menurut Anda yang sudah berkunjung ke sini kemarin, Serukan?

    Artikel terkait :
    ...

    Informasi Pemasangan Iklan

    Hubungi @dotsemarang
    Email : dotsemarang [@] gmail.com