Tampilkan postingan dengan label Marketing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marketing. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Oktober 2016

Upaya Old City 3D Trick Art Museum Mengkampanyekan Kota Lama Menuju World Heritage Unesco Tahun 2020


Sebagai destinasi baru tempat wisata di Kota Lama Semarang, Old City 3D Trick Art Museum yang launching pertama kali tahun ini terus berupaya menarik perhatian masyarakat. Salah satunya lewat acara Festival Branjangan.

Acara yang untuk pertama kalinya digelar ini dilaksanakan tanggal 23 Oktober atau minggu pagi. Lokasi yang digunakan adalah sekitar Museum atau sepanjang jalan yang bernama Branjangan.

Bila Anda melihat gambar di atas, suasana yang terlihat memang mengusung konsep festival. Beberapa acara untuk meramaikan seperti Fun Aerobic, Festival Kuliner dan resik atau bersih-bersih kawasan Kota Lama.

Kota Lama Menuju World Heritage Unesco 2020

Buat Anda yang belum tahu, kawasan Kota Lama ditargetkan pemerintah kota untuk masuk ke dalam daftar World Heritage UNESCO tahun 2020.

Penetapan yang dilakukan UNESCO semenjak tahun 2015 ini membuat pemerintah terus berupaya membuat kawasan Kota Lama terus ramai. Upaya ini tentu tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, maka kesadaran dari masyarakat disekitar pun diharapkan bisa membantu.

Old City sebagai salah satu tempat tujuan wisata yang berada di sekitar Kota lama tentu bisa ikut membantu. Dan upaya mereka bisa dilihat dari acara festival Branjangan kemarin.

Festival Branjangan

dotsemarang melihat sisi positif dari acara mereka yang dilaksanakan dari jam 6 pagi ini. Ternyata, meski sering lewat Kota lama, nama jalan Branjangan malah masih asing ditelinga. Setidaknya dari sini, dotsemarang bisa tahu nama jalan ini.



Berbagai stan meramaikan acara yang didominasi kuliner. Salah satu stan yang cukup menarik tentu dari komunitas pasar klitikan yang turut meramaikan.

Acara ini sendiri, mengutip dari akun instagram Old City, memiliki tujuan  membangkitkan kepedulian dan kecintaan masayarakat kota semarang terhadap kawasan kotalama semarang untuk menuju WORLD HERITAGE UNESCO 2020 dan sebagai ajang promosi tenant – tenant atau produk – produk Kota Lama.

Sayang, saya sendiri tidak mengikuti acara hingga selesai. Padahal yang saya tunggu adalah aksi resik-resik yang dilakukan Old City dan peserta yang mengikuti.


Kurang optimal di media sosial

Permasalahan acara atau event kembali terulang terutama kurangnya promosi di media sosial. Meski ada akun yang mengetag poster acara ke akun-akun media sosial Semarang, cara itu hanya memberitahu bahwa ada acara di Kota Lama.

Tidak ada optimalisasi secara besar yang biasa populer di Twitter lewat Trending Topik yang mengaliri linimasa. Atau foto-foto yang tersebar di Instagram dengan hashtag tertentu. Saat melihat hashtag #festivalbranjangan, foto yang dibagikan masih sedikit.

Padahal ada beberapa akun dengan pengikut besar yang berbagi poster acara. Akun Instagram Old City sendiri juga masih kurang optimal foto-foto yang dibagikan saat acara.

Disayangkan memang, tapi saya maklum mengingat ini pertama. Butuh banyak persiapan dan melihat kondisi dan situasi juga.

...

Apa yang dilakukan Old City 3D Trick Art Museum untuk mengupayakan Kota Lama semakin ramai, itu perlu diapresiasi. Selain positif, diharapkan bisa menjadi wadah bersama saling mendukung antar pemilik bangunan serta masyarakat sekitar guna mengkampanyekan Kota Lama layak masuk World Heritage Unesco tahun 2020.

Apakah acara ini akan rutin digelar kedepan? Kita tunggu saja.

Artikel terkait Kota Lama :
...

Informasi Pemasangan Iklan

Hubungi @dotsemarang
Email : dotsemarang [@] gmail.com

Kamis, 21 Juli 2016

Saat Water Blaster Demen Pokemon


Baru kemarin, posting tentang Pokemon Go. Eh malah ketemu konten promosi yang menarik dengan memanfaatkan Pokemon dari tempat permainan air di Semarang berikut ini.

Postingan tentang Water Blaster (WB) yang merupakan wahana permainan air yang pertama kali berdiri di Semarang ini ternyata belum ada di blog dotsemarang. dotsemarang sendiri pernah mempublish konten Water Blaster pada saat menggunakan domain dotcom.

Sebagai sarana rekreasi keluarga plus wisata, WB ternyata tidak menyia-nyiakan tren yang sedang berkembang saat ini yang hangat membicarakan Pokemon Go.

Lewat akun Instagramnya, WaterBlasterid, pengumuman ini disampaikan seperti gambar di atas. Pengunjung hanya disuruh menangkap Pokemon yang ada di WB sebanyak-banyaknya, kemudian di upload ke media sosial dan memberi tag sert mention. Hadiahnya lumayan juga, tuh. (cek gambar).

...

Menarik juga apa yang dilakukan WB menangkap tren yang sedang diperbincangkan saat ini. Apakah Anda sudah pernah berkunjung ke sini? Atau ingin sekedar mencari Pokemon?

Saat mengikuti hashtag #PokemonWB, hingga tulisan ini dibuat, foto yang menggunakan hashtag tersebut baru 5 foto. Sepertinya tim media sosial WB harus lebih bekerja keras lagi untuk mendapatkan feedbacknya.

Gambar : Screenshoot Instagram

Artikel terkait :
...

Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Minggu, 17 Juli 2016

Cara Curug Lawe Manfaatkan Instagram


Salah satu destinasi wisata yang berada di Kawasan Gunung Ungaran di Semarang ini memanfaatkan hashtag Instagram pada gapura yang didirikan di sana. Alhasil, banyak pengunjung yang memanfaatkan momen tersebut untuk berbagi.

Menarik juga apa yang dilakukan oleh pihak Curug Lawe untuk menarik perhatian dan kunjungan masyarakat di era media sosial sekarang ini. Pertama kali saya tertarik cara ini saat akun instagram WisataSemarang merepost salah satu foto seperti gambar di atas.

Di era sekarang ini memang penting memanfaatkan apa yang sedang tren. Semenjak hadirnya media sosial, seperti Instagram, biaya promosi lebih murah untuk digunakan.



A photo posted by M Irsyad Satria (@muhammad_irsyad.lorenza) on



Lho, ada juga yang lain :)

Saat ini, hashtag #CurugLawe yang terpampang di gapura (semacamnya) tersebut setelah ditelusuri di pencarian Instagram sudah mencapai 14.260 posts hingga postingan halaman ini dibuat.

Kamu, sudah pernah ke sini (Curug Lawe)?

Artikel terkait :
...

Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Rabu, 13 Juli 2016

Melihat Strategi Pameran Handphone yang Turun ke Jalan


Menarik melihat promosi pameran handphone yang tengah berlangsung saat ini, terutama yang ada di Plasa Simpang Lima. Mereka membawa spanduk panjang dan berdiri di tengah jalan dan sekitaran lampu lalu lintas.

Seperti yang sebelumnya dotsemarang publish tentang tren pameran handphone bulan Juli ini, ada 3 pameran handphone Semarang sekaligus hadir. Yang paling buncit ngadain ada di Plasa Simpang Lima.

Nah baru-baru ini, saya melihat beberapa orang yang berada di pinggir jalan membentangkan spanduk yang tujuannya promosi pameran handphone. Tidak ada yang salah sebenarnya, hanya saja sisi menariknya adalah ini persaingan.

Karena persaingan juga membutuhkan strategi yang berhubungan dengan pemasaran. Biasanya, strategi pemasaran selalu dilakukan dengan pemasangan spanduk di jalan-jalan. Biarkan masyarakat yang melihat iklan diam tersebut.

Apakah pesaing juga melakukannya? Tentu, tidak heran di pinggir-pinggir jalan akan banyak ditemukan spanduk yang hampir sama. Apalagi waktunya juga berdekatan.

Masih kurang optimal menggarap promosi di media sosial

Tolong beritahu saya, apa akun official pameran handphone yang sedang berlangsung di 3 tempat tersebut? Saya kok susah sekali menemukannya. Mungkin juga, saya kurang optimal mencarinya.

Kekurangan inilah yang membuat saya mengatakan bahwa mereka kurang optimal menggarap promosi di media sosial. Padahal banyak celah yang dapat dimasuki seperti instagram, facebook dan twitter. Optimalkan pencarian berupa hashtag dan tempat, karna di sana kita dapat menemukan promosi yang begitu banyak.


Strategi turun ke jalan

Cara ini bukanlah cara baru sebenarnya. Sudah sering dilakukan, malah. Namun karena momen tadi, tren pameran 3 tempat, cara ini kembali digunakan. Kebetulan saja saya melihatnya saat mereka melakukannya.

Promosi di jalan memang masih efektif menurut saya, karena langsung bertemu dengan masyarakat. Apakah nantinya mereka akan berkunjung atau tidak, itu yang saya tidak tahu. Mungkin pemilik acara mau membuat survei saat pengunjung hadir di sana.

...

Saat ini di Semarang sedang berlangsung pameran handphone, yang menarik dari acara tersebut adalah dilakukan 3 tempat. Apakah karena tren smartphone juga yang mempengaruhi terutama daya beli masyarakat setelah lebaran? Mungkin saja.

Sebagai pemilik acara, tentu membutuhkan strategi khusus menarik perhatian pengunjung. Saya melihat pameran secara langsung meski dilakukan di mal, terkadang kunjungan masih kurang optimal. Ditambah beberapa acara yang digelar kurang lebih sama persis.

Apakah ini membingungkan masyarakat untuk mencoba satu persatu? Belum lagi promosi selama pameran seperti tukar tambah, pembelian kredit hingga harga miring yang ditawarkan. Bagaimana menurut Anda?

Artikel terkait : 
...

Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap