Tampilkan postingan dengan label Konga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 November 2016

[Foto] Garuda di Belantara Konfik Dunia

✈ Serba-serbi kontingen Garuda di Luar negeri

UN Friedenstruppen im Libanon

Terimakasih Pada Dunia. Kontingen Garuda awalnya adalah sebuah tanda terimakasih Soekarno terhadap dunia internasional yang telah mendukung kemerdekaan Indonesia. Sejak pertamakali bertugas tahun 1957 untuk menjaga perbatasan Mesir, TNI hingga kini telah bertugas di setidaknya 70 misi perdamaian PBB.
UN Friedenstruppen im Libanon

11 Kontingen di Libanon. Salah satu operasi terbesar TNI di luar negeri adalah mengawal perdamaian di Libanon pasca serangan Israel tahun 2006 silam (UNIFIL). Untuk misi pelik tersebut TNI menurunkan hingga 11 kontingen yang menggabungkan kekuatan udara, laut dan darat.
UN Friedenstruppen im Libanon

Srikandi TNI. Untuk misi di Libanon TNI tidak segan membawa prajurit perempuan. Tampak dalam gambar adalah Sri Sulistyowati yang ditugaskan sebagai perawat di klinik milik UNIFIL di kota Taibe. Seluruhnya TNI menugaskan 13 perempuan untuk mengawal masa damai di Libanon.
UN Friedenstruppen Schiff vor der libanesischen Küste

Taring Laut. Pasukan Garuda yang paling spektakuler adalah kontingen 28H. Dalam misi tersebut TNI AL mengirimkan 107 prajurit beserta kapal fregat jenis terbaru milik TNI, KRI Bung Tomo-357, untuk mengawasi perairan Libanon.
UN Friedenstruppen im Libanon

Pasukan Lintas Negara. Sebelum mengirimkan KRI Bung Tomo, TNI juga pernah menempatkan kapal korvet kelas Sigma buatan Belanda, KRI Sultan Iskandar Muda, di Libanon. Di sana TNI bergabung bersama angkatan laut negara lain dari Jerman, Brazil dan Turki untuk mencegah penyelundupan senjata oleh kelompok Hizbullah di Libanon Selatan.
UN Friedenstruppen im Libanon

Keberatan Israel. Israel sempat mengutarakan keberatan ketika PBB berniat menunjuk Indonesia sebagai komandan baru angkatan laut UNIFIL buat menggantikan Italia. Pemerintah negeri Yahudi itu berdalih, sikap Indoensia yang menolak mengakui kedaulatan Israel bisa mempersulit kerjasama antara pasukan kedua negara di lapangan.
UN Friedenstruppen im Sudan

Damai di Tanah Darah. Misi besar lain TNI adalah mengawal damai di kawasan Sudan yang remuk dilanda perang, Darfur (UNAMID). Hingga setengah juta orang kehilangan nyawa dalam perang antara pemerintah dan pasukan pemberontak. Militer Sudan berulangkali melanggar resolusi PBB dengan melancarkan serangan udara yang kebanyakan menewaskan warga sipil.
UN Friedenstruppen im Sudan

Pasukan Spesial. Di Sudan TNI/Polri bertugas mengawal bantuan kemanusiaan dan melindungi warga sipil dari pertempuran. Awal 2015 silam Indonesia mengirimkan sekitar 800 pasukan yang dilengkapi dengan 24 Panser ANOA, 30 truk angkut dan 34 kendaraan ringan. Kontingen tersebut terhitung spesial karena dididik khusus untuk mengemban misi damai di Darfur.
UN Friedenstruppen im Sudan

Bahaya Maut Mengintai. Prajurit TNI dan anggota Polri tidak cuma ditugaskan mengawal pengiriman bantuan kemanusiaan, tetapi juga ikut turun ke lapangan untuk membangun fasilitas kesehatan dan pendidikan. Bertugas di Darfur bukan tanpa bahaya. Sejak pertama kali diterjunkan, sudah sebanyak 192 prajurit UNAMID yang tewas saat bertugas.
UN Friedenstruppen im Sudan

Kenyang Menjaga Damai. Kontingen Garuda termasuk yang paling rajin ditugaskan dalam misi damai PBB. Selain Darfur, TNI pernah mengirimkan kontingen besar ke Mesir, Kongo dan Kamboja. Secara keseluruhan hampir 30.000 prajurit TNI pernah terlibat dalam misi menjaga perdamaian di seluruh dunia. [Penulis: rzn/ap dari berbagai sumber]
  DW  

Kamis, 17 November 2016

Mi-17V5 TNI AD di Mali Dipanggil Kembali ke Pertiwi

 Tempo Operasi Meningkat 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDOfqQE7avZwbRjqs9P5vNMJB4n9OMCXY23g3P6-wTacHww51qsNNV1uIJ4a9pMpRDVCZ1UDYXalegkR9ehloYa_AbazNA07V0eH0XkuiV1NJtxCkwKPeY2joTNuU2cypo2BjQMRY02Bdl/s1600/CxX-Helikopter+Mi-17.+%255BDispen+Kostrad%255D.jpgHelikopter Mi-17 di pamerkan dalam kunjungan Jokowi. [Dispen Kostrad]

M
asih soal kunjungan Presiden Jokowi ke Markas Divisi 1 Kostrad di Cilodong pada 16 November 2016. Di lapangan terbuka ditampilkan sejumlah alutsista kelas berat seperti sistem artileri CAESAR, Marder 1A3, Leopard 2A4RI, peluncur roket ASTROS, dan paling luar adalah helikopter angkut Mi-17V5 Hip-H.

Dua helikopter Mi-17V5 ini tampil menarik perhatian dengan kelir putih khas warna penugasan PBB. Ada apa gerangan? Apakah TNI akan mengirimkan heli angkut tangguh andalan Penerbad ini sebagai tambahan untuk memenuhi permintaan PBB? Rupanya setelah ditelusuri, dua helikopter ini justru baru kembali dari Mali, setelah mengemban tugas selama setahun penuh.

Dua Mi-17V5 ini adalah bagian dari tiga helikopter yang dikirimkan ke Mali pada bulan September 2015 bersama 140 personel TNI AD dan TNI AU yang tergabung dalam dalam INDO MUHU (Indonesian Medium Utility Helicopter Unit) yang dikirim ke negeri Afrika tersebut dalam rangka mendukung operasi MINUSMA (Multidimensional Integrated Stabilisation Mission in Mali) PBB untuk menstabilkan negeri yang diamuk perang saudara tersebut.

Di Mali, ketiga Mi-17V5 tersebut benar-benar menjadi tulang punggung bagi kontingen pasukan penjaga perdamaian dan staf PBB untuk berkunjung ke seluruh negeri dan juga untuk mengirimkan berbagai logistik ke pos-pos pasukan penjaga perdamaian PBB. Selain Mi-17V5 milik Penerbad tersebut, MINUSMA juga dibantu Belanda untuk pemenuhan heli angkut dengan empat unit CH-47D dan tiga AH-64D yang tergabung dalam HELIDET (Heli Detachment).

Sayang seribu sayang, misi INDO MUHU di Mali tidak diperpanjang. Kebutuhan operasi di tanah air membuat pengabdian perdana Penerbad di negeri jauh tersebut tidak berlanjut. TNI AD memang membutuhkan Mi-17V5 yang ada untuk mendukung berbagai operasi, termasuk Latancab yang saat ini sedang dilaksanakan di Natuna.

Jadilah pada 21 Oktober 2016 ketiga Mi-17V5 yang tadinya malang-melintang di Mali itu dibongkar dan dimasukkan ke dalam perut pesawat angkut strategis An-124-100 milik Volga Dnepr yang membawanya kembali ke Indonesia. Setelah selesai dirakit kembali, dua Mi-17V5 inilah yang kemudian ditampilkan dalam kunjungan Presiden Jokowi.

Dari TNI belum terdengar rencana untuk mengirimkan misi dan helikopter pengganti ke Mali, walaupun PBB sudah mengajukan permohonan. Dengan kembalinya Mi-17V5 Penerbad ke tanah air, MINUSMA mengalami kekurangan armada helikopter yang kronis. CH-47D milik Belanda yang masih ada pun rencananya akan ditarik pada awal 2017.

Untungnya pada 1 November, Pemerintah Jerman menyatakan komitmennya mengisi celah yang ditinggalkan Indonesia dan Belanda untuk kebutuhan helikopter MINUSMA. Adalah tiga unit helikopter NH-90 dan tiga EC665 Tiger Jerman yang akan menggantikan peran Mi-17V5, CH-47D, dan AH-64D di Mali.

Author: Aryo Nugroho

  ★ Angkasa