Tampilkan postingan dengan label Kostrad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kostrad. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2016

Kostrad Beli Sniper Baru

Rangemaster G2 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoWFPPN0LQWZn9rthnAtJ3V87T3JSNRPvyV4DS1iOVqXJTyGxybhUK5aHRlrDeK-DA7wJ8uJFaYIWUFSUj1nICcc_yEXB0-BI0jCPEyhcet2HhyKJfeuIN6sxZ2lHgtRcZxwAU4TcAqYz2/s1600/IMG-Sniper+Rangemaster+2+Kostrad.+%255BValian+Danendra%255D.jpgSniper Rangemaster 2 Kostrad. [Valian Danendra]

Dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke markas Divisi Infantri 1 Kostrad di Cilodong, Jawa Barat (16/11), turut dipamerkan sejumlah alutsista terbaru Kostrad. Dari sejumlah jajaran senjata ringan yang dijejer, ada satu jenis senjata baru yang menarik perhatian, jenisnya dari senapan runduk alias sniper rifle. Di label yang menempel pada mulut laras, tertera nama Range Master.

Melihat sosoknya, Range Master yang ditampilkan menggunakan sistem sasis alumunium yang dibentuk skeletal, sesuai tren perkembangan senapan runduk masa kini. Range Master tampak jauh lebih modern dibandingkan senapan runduk standar sebelumnya, Accuracy International Arctic Warfare 7,62mm.

Setelah selusur mendalam dan mencari informasi, ternyata senapan runduk dimaksud adalah Rangemaster G2 buatan perusahaan RPA atau Rangemaster Precision Arms. Perusahaan yang berbasis di Midland, Inggris ini sejak lama membuat senapan berburu dan juga kebutuhan taktis.

Senapan runduk tipe Rangemaster G2 sudah diproduksi sejak 2012, menggabungkan antara laras dan sistem action buatan RPA, dengan sasis alumunium Dual Strike Chassis 30 buatan perusahaan Cadex. Sistem sasis yang dibuat dari alumunium 6061-T6 yang ringan dan tahan karat ini menawarkan modularitas dan kualitas yang optimal, terutama untuk kebutuhan pemasangan berbagai macam aksesoris.

Rangemaster 2. Sumber gambar: Valian DanendraRangemaster 2. [Valian Danendra]

Popor dari sasis memiliki setelan ketinggian sandaran pipi (cheek rest), ketebalan popor yang dapat diatur melalui bantalan popor yang sudah menggunakan desain tarik/ sorong, serta popor yang dapat dilipat dan dikunci ke pangkalnya hanya dengan satu sentuhan ke tuas.

Sasis ini menyatu dari depan yang merupakan forend tube yang dilengkapi dengan titik-titik pemasangan rel sampai ke sisi belakang. Rel di sisi atas terpasang mati dengan ketinggian 20 MOA tanpa terputus sehingga pemasangan optik secara kombo dapat dilakukan. Di sisi dalam, sistem gerendel dan mekanisme didudukkan ke sasis pada empat titik yang dilengkapi dengan roller untuk mengurangi vibrasi pada laras. Sistem pelatuk dan mekanismenya menggunakan RPA Quadlite action dengan bolt empat lug yang sudah memenangkan banyak penghargaan.

Untuk kebutuhan militer, seluruh komponennya dilabur lapisan tahan korosi dan friksi rendah sehingga mengurangi gesekan. Sistem pelatuknya dapat disesuaikan dengan keinginan pengguna, dan sistem penguncinya dibuat ganda. Laras dari Rangemaster G2 ini dibuat dengan teknik cold hammer forged, dites secara individual di pabrikan, dan hanya diambil yang terbaik sesuai standar. Bagian luar dilengkapi dengan fluting untuk membantu pemuaian, dan di ujung larasnya disiapkan peredam hentakan berukuran besar dengan tiga tingkap yang lazimnya hanya ditemui pada senapan runduk kaliber besar. Jarak efektif dari Rangemaster G2 ini mencapai 1.000 meter.

Bicara harga, memang tidak ada senapan runduk yang murah. Sistem Rangemaster yang ditawarkan saja sudah memiliki banderol hampir 4.700 poundsterling atau sekitar Rp 79 juta jika berpatokan pada katalog yang dikeluarkan RPA Defense, belum termasuk harga optik di atasnya. Senapan runduk Rangemaster G2 yang digunakan Kostrad ini tampak bersanding dengan teleskop Leupold Mark IV LR/T M1 6,5-20x50mm.

 Spesifikasi Rangemaster G2 

Kaliber : 7,62x51mm
Panjang : 1.219mm/ 950mm (popor terlipat)
Panjang laras : 660mm
Bobot : 6,8kg
Jarak efektif : 1.000m

Author: Aryo Nugroho

 ♖ Angkasa  

Selasa, 15 November 2016

Jokowi Sambangi Markas Kostrad

➶ Prajurit Kostrad, Lindungi NKRI dari yang Ingin Memecah Belah BangsaPresiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menyambangi Markas Divisi I Infanteri Kostrad di Cilodong, Depok, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, Jokowi menegaskan prajurit Kostrad bertugas sebagai perekat kemajemukan bangsa.

Jokowi mengaku kagum atas kesiapsiagaan dan kewaspadaan prajurit Kostrad. Terutama dalam menegakkan dan mempertahankan kedaulatan serta keutuhan NKRI.

"Saya juga menyatakan kebanggaan saya, kebanggaan rakyat Indonesia atas dedikasi penuh para prajurit Kostrad untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari setiap ancaman maupu gangguan terhadap keutuhan NKRI," kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada 3.500 prajurit Kostrad di Markas Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/11/2016).

Jokowi mengatakan prajurit Kostrad selalu disegani dalam setiap medan pertempuran. "Nama Kostrad selalu dikenang dalam setiap peristiwa bersejarah, dalam menegakkan kedaulatan NKRI," kata Jokowi.

"Prajurit Kostrad selalu siap menerima tugas dari negara untuk diterjunkan kapan pun, di mana pun dan pantang mundur demi kejayaan bangsa dan negara," tambahnya.

Untuk itu, Jokowi memerintahkan kepada prajurit Kostrad untuk menjadi perekat kemajemukan bangsa dan melindungi NKRI.

"Sebagai Komando Kotama, sebagai satuan pemukul strategis, jadilah kekuatan perekat kemajemukan bangsa dan lindungi NKRI dari mereka yang ingin memecah belah bangsa Indonesia," tegas Jokowi. (jor/dhn)

   detik  

Selasa, 08 November 2016

Kostrad Latihan Pasroping

Yonif Para Raider 328 Kostrad di Monas https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwXn3q5s_cmcpkuIbOMGDbJwXdqT7apz3VSZzsj9tBUGOpZ7G_RJbFjApTZfydaSZMxC5kXlo7AqDFt3264WatVmFmiabNhaiBUWt6iCKbtBFZ583F96Ev5h9iUGvinkSv-6f_vL8gz13s/s1600/c2cb2caa9c0862a61548ee1d82262354.jpgYonif Para Raider 328 Kostrad melaksanakan latihan Pasroping, bertempat dilapangan Monas, Jakarta, Kamis (3/11). Latihan Pasroping prajurit Yonif Para Raider 328 Kostrad menggunakan 4 Heli yang masing-masing membawa lebih kurang 8 orang prajurit, secara berbarengan turun ke darat dari helikopter dengan menggunakan 2 tali yang masing-masing ujungnya dikaitkan di badan helikopter.

Mereka melakukan turun tali, di mana pada saat turun bertumpu pada kekuatan genggaman tangan dan jepitan kaki pada tali. Teknik tersebut disebut dengan Pasroping, demikian tutur Kepala Penerangan Kostrad di Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat.

Yang dimaksud Pasporing dalam latihan tersebut adalah latihan serangan bergerak secara cepat, senyap, dan tepat masuk ke dalam kawasan musuh untuk menghancurkannya. Ada pula istilah Repling dan Free Drop yang juga biasa dilakukan saat latihan.

Lebih lanjut Kapen Kostrad mengatakan, Kegiatan latihan tersebut merupakan mobilisasi udara yang harus dimiliki oleh pasukan Para Raider. Turun dari helikopter dengan perlengkapan senjata lengkap untuk mendemonstrasikan Gultor (Penanggulangan Teroris) maupun untuk menghadapi perang konvensional.

Batalyon Infanteri Para Raider 328 Kostrad yang merupakan salah satu satuan elit Kostrad memang harus memiliki kemampuan tersebut, karena diperlukan untuk menghadapi ancaman gangguan baik dari dalam maupun dari luar terhadap NKRI.

Dengan latihan secara rutin dan terus-menerus akan menjadikan pasukan yang profesional sehingga NKRI mempunyai militer yang kuat dan disegani.

Latihan Pasroping Yonif Para Raider 328 Kostrad di Monas disaksikan oleh Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi didampingi Koorsahli Pangkostrad, Asisten Operasi Kaskostrad dan Asisten Intelijen Kaskostrad.

  TNI  

Senin, 07 November 2016

[Video] Latihan Taktis Antar Kecabangan TNI AD

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhd0Qfsh8kCszJm32ttSjPXbFJT5DTkzc-fl0B1AtrokJaVNDPrCBZCw1UOJc-4ceUhcJbOa3soBrRkMl-bLgnTEFbCrzFCHTtqc1wA2J6wNDU46CTSV-4NAM88w94ujs7z8qv4xi4vIKUI/s1600/14677170_Credit+to+Yonkav+1+Kostrad..jpgLeopard 2RI mengaum di Natuna [Yonkav 1 Kostrad]

Video latihan antar kecabangan TNI AD akan dimulai. Beberapa alutsista dari Brigif 13 Kostrad telah melakukan persiapan dengan melakukan penembakan atau manuver di lapangan.

 Video latihan TNI AD di Natuna dari Youtube : 


  Youtube  

Minggu, 06 November 2016

Senjata Incaran TNI AD dan TNI AL

Gatling gun Dillon M134D minigun [Defense Media Network] ☆

Pada akhir tahun lalu sempat terdengar kabar bahwa TNI Angkatan Darat (AD) tengah dalam penjajakan yang sangat serius untuk pembelian gatling gun M134D minigun dari Dillon Aero. Uji tembak dan sertifikasinya pun bahkan sudah dilakukan oleh perwakilan Dillon Aero di Indonesia dan TNI AD pada kala itu. Nah penampakan senjata incaran TNI AD ini akhirnya muncul dengan nyata selama ajang pameran persenjataan internasional Indo Defence 2016 yang berlangsung JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Dillon M134D ini barangnya, bukan yang sekarang dipakai tentara, itu kan proven sebetulnya. Rencana mau masuk ke semuanya, TNI AD, TNI AL, dan platform heli, kapal, apa saja sebetulnya, nanti kita lihat aplikasinya dia seluruhnya,” tutur Direktur Armetall Sistema Indonesia Sam Nugroho kepada Angkasa, Rabu (2/11/2016).

Dillon Aero M134D merupakan salah satu sistem senjata modern yang dapat meningkatkan kekuatan TNI dalam rangka memenuhi kebutuhan Minimum Essential Force (MEF). Senjata multilaras ini memiliki sumber tenaga untuk dioperasionalkan menggunakan sebuah baterai. Dengan enam pucuk laras yang dimiliki, senjata ini pun memiliki kemampuan menembak tetap rata-rata 3.000 hingga 4.000 tembakan per menit.

Senapan mesin multilaras otomatis ini menggunakan peluru 7.62 mm NATO dengan kapasitas magasen antara lain 1.500, 3.000 hingga 4.400 round. M134D merupakan salah satu senjata di dunia yang tidak bisa dianggap remeh. Pada varian standar, Gatling Gun Dillon ini mampu melontarkan peluru sebanyak 3.000 tembakan per menit. Hal ini setara dengan 50 tembakan per detik dan tidak ada senjata pada kelas 7.62 mm yang setara dengan kemampuan tembak M134D.

Dia (M134D) ada tiga macam, kalau untuk Angkatan Udara itu itu rata-rata pakai yang platinium, sepuluh hingga delapan kilogram lebih ringan. Kalau di laut dia bahannya pakai yang lebih anti-air untuk mengurangi karat. M134D ini varian yang sekarang untuk Penerbad, makanya mereka dari tadi pagi pada datang melihat ini,” jelas Sam.

Keberadaan gatling gun Dillon M134D minigun ini di helikopter lebih sering ditemukan pada Bell UH-1, Bell-212, Bell-412, AH-6, H-60, H-47 dan H-53. Senjata ini atau komponen sistemnya dikerjakan oleh US Army, US Navy, US Marine Corps, US Air Force, Inggris, Bahrain, Yordania dan Kolombia.

Tak hanya Penerbad (Penerbangan TNI Angkatan Darat) yang berencana menggunakan senapan mesin berat ini, Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat pun disebutkan oleh Sam berencana untuk memiliki M134D ini untuk memperkuat satuannya.

 Permintaan dari Kostrad Lebih dari Seratus 
indo defence 2016Gatling Gun Dillon M134D Mini Gun. [Ery]

Kita belum tahu berapa yang mau dipesan TNI AD, kita maunya sih sebanyak mungkin. Permintaan dari Kostrad itu lebih dari seratus, cukup banyak. Hal tersebut diungkapkan langsung Direktur Armetall Sistema Indonesia Sam Nugroho kepada Angkasa saat mengunjungi stannya di ajang pameran persenjataan dan alat militer internasional Indo Defence 2016 di Jakarta, Rabu (2/11/2016).

Setelah akhir tahun lalu terdengar adanya penjajakan yang cukup serius untuk pengadaan gatling gun Dillon M134D minigun, akhirnya kabar terbaru muncul yang menerangkan perkiraan jumlah pucuk yang kemungkinan dipesan oleh TNI AD, khususnya pada satuan Kostrad (Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat).

Senjata ini pun mempunyai akurasi menembak yang sangat baik. M134D minigun terkenal sebagai senjata yang lebih efektif dan lebih terpercaya dibandingkan senjata konvensional yang diopersikan dengan gas. Dengan adanya gatling gun, tak perlu lagi membawa banyak senjata untuk menyapu area target dan akan sedikit pula operator lapangan yang dilibatkan. Tak banyak pula platform yang dibutuhkan untuk melakukan support. Hal ini berarti akan lebih sedikit cost yang akan dikeluarkan ketika sebuah misi dijalankan.

Untuk pemasangan sistem kontrol penambakan tergantung permintaan, ini kan basic demand. Tapi dari Dillon itu, dia mempunyai sistem untuk yang macam-macamnya, yang pesawat seperti itu (sambil menunjukan video), sebagai gunship, pilot serve, crew serve, itu bisa,” terang Sam.

Kelebihan lainnya, untuk amunisi dikatakan oleh Sam bahwa tidak harus dari Dillon, karena menurutnya perbedaan M134D dengan senjata lain yang sejenis adalah karena Dillon M134D ini dioperasikan untuk seluruh pasukan Amerika.

Tidak ada yang lain lagi. Makanya orang tahunya M134D, tidak pernah kepikiran M134T, karena kita proven hanya di Indonesia yang dipakai. Mereka serve bukan manufacturer, mereka cuma assembling. Ini manufacturer, mereka punya pabrik,” Jelas Sam.

Walaupun terbilang cukup banyak gatling gun besutan Dillon yang dipesan Kostrad dan amunisi tak perlu dibeli dari Dillon, namun Sam pun menyebutkan hal yang mungkin terjadi akan hal tersebut. ”Cuma masalahnya pelurunya, Indonesia kuat bikin atau tidak. Nah itu kita juga punya solusi lainnya nanti dengan Pindad,” Pungkasnya.

Di Asia Tenggara, negara yang sudah menggunakan senjata ini adalah Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina. Sementara di Asia Timur adalah Jepang, Korea Selatan dan Taiwan. Umumnya negara-negara yang dekat dengan blok timur tidak menggunakan senjata ini. Namun dengan sudah makin terbukanya Vietnam, kemungkinan dalam waktu dekat negara ini juga akan menggunakan M134D minigun.

Author: Fery Setiawan

  Angkasa