Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 November 2016

[Dunia] Jet Tempur J-20

✈ Teknologi Tiongkok dan mesin Rusia dalam satu pesawat. Elang Hitam Chengdu J-20, pesawat tempur generasi kelima Tiongkok, yang melakukan debut publik dalam pameran Airshow China 2016 di Zhuhai, merupakan pencapaian besar bagi industri senjata Tiongkok. Pesawat tempur J-20 yang diproduksi Chengdu Aerospace Corporation mengudara selama Pameran Aviasi dan Kedirgantaraan Internasional Tiongkok yang ke-11 di Zhuhai Airshow Center pada 1 November 2016 di Zhuhai, Provinsi Guangdong, Tiongkok. [Getty Images]

Para pakar Rusia menilai debut pubik Elang Hitam Chengdu J-20, pesawat tempur generasi kelima Tiongkok, menunjukkan kecakapan teknologi negara tersebut yang terus berkembang dan tak seharusnya dilihat sebagai pameran kekuatan, seperti yang dilaporkan oleh beberapa media.

“Ini lebih seperti pameran teknologi. Saya rasa, perlu beberapa tahun sebelum mesin ini benar-benar siap. Namun, hal itu tak mengecilkan pencapaian para perancang Tiongkok,” kata Kepala Pusat Analisis Strategi dan Teknologi (CAST) Ruslan Pukhov pada RBTH.

Sebagian besar karakteristik teknis pesawat, yang pertama kali mengudara pada Januari 2011 lalu, masih dirahasiakan. Informasi yang tersedia saat ini baru mengenai teknologi siluman yang digunakan untuk membangun pesawat yang memiliki misil udara-ke-udara serta mesin-mesin Rusia.

Selain pesawat kelas berat J-20, Tiongkok juga mengembangkan Shenyang J-31, sebuah pesawat tempur ringan generasi kelima. Menurut para pakar, kedua pesawat tersebut tak punya prototipe asing yang spesifik.

 Fitur Desain 


Chengdu J-20 memiliki sebuah canard yakni sayap kecil horizontal di depan, yang dapat mengendalikan pesawat.

Desain aeronautika ini jarang digunakan karena memiliki sejumlah kekurangan. Pesawat dengan canard cenderung memiliki hidung kerucut yang besar yang memperlambat laju mereka. Selain itu, ia juga membuat pesawat memiliki kemampuan manuver yang rendah.

“Di sisi lain, sebuah canard bisa membuat penempatan sistem senjata lebih fleksibel dan dapat menampung lebih banyak bahan bakar,” terang Pavel Bulat dari Universitas ITMO di Sankt Peterburg pada RBTH. “Sebagai tambahan, jika pesawat harus terbang dalam kecepatan supersonik (1.188 kilometer per jam), desain ini sangat efektif.”

 Mesin Rusia 

Tantangan utama bagi Chengdu J-20 mungkin adalah pengembangan mesin karena Tiongkok belum mampu memproduksi mesin pesawat generasi kelima.

Seorang narasumber dari industri pertahanan Rusia menyampaikan pada RBTH bahwa Tiongkok telah membeli sekitar 200 mesin AL-31 untuk J-20.

“Tampaknya, pada 1 November lalu, Chengdu J-20 terbang dengan mesin Tiongkok yang dibuat berdasarkan mesin Rusia AL-31,” kata Bulat pada RBTH. “Mesin Rusia sepertinya akan digunakan untuk J-20 ketika produksi berseri diluncurkan.”

Ia menambahkan bahwa pesawat tempur generasi kelima Rusia T-50 menggunakan tipe mesin yang sama seperti pesawat generasi ke-4++ Su-34.


Pesawat tempur J-20 mengudara pada Pameran Aviasi dan Kedirgantaraan Internasional Tiongkok yang ke-11 di Zhuhai Airshow Center pada 1 November 2016 di Tiongkok. [CCTV+ / YouTube]
  ✈ RBTH  

Selasa, 15 November 2016

[Video] Peringatan Hari Jadi Marinir Ke-71

൬ Di Selat MaduraMemperingati hari jadi ke-71, Marinir melakukan upacara di darat dan laut. Pengibaran Sang Saka Merah Putih dilakukan di Selat Madura, bersebelahan dengan Jembatan Suramadu. Perayaan ini diharapkan menjadi momentum kejayaan Marinir, di laut dan didarat. 


  ൬ Youtube  

Minggu, 13 November 2016

[Video] Aksi Amfibi M113 TNI AD

Lattis Ancab 2016 di Natunahttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyxyFSXdFQBs4eOc9bwu0gJ6Mw3Kfv76XtrDn5wSpYl73MV9yprEambx4zBfqjQ-BJUZdpNmVwsbgNQy869nkLsztz9vvwoV1T17mIV38TDV0mEw2O_heqasqqTDXRD42lB0sGG4h-Zk-a/s1600/tni-ad-gelar-latihan-taktis-antar-kecabangan-di-pulau-natuna.jpgDalam Latihan taktis antar cabang TNI AD di Natuna, Ada satu alutsista yang menarik di tonton, yaitu M113 APC. Ranpur angkut pasukan yang dibeli dari Belgia ini ternyata mampu manuver di laut dan dikerahkan beberapa unit dalam latihan terbesar akhir tahun TNI AD.

Video diambil dari Youtube :


  ★ Youtube  

[Video ★★★★] Latihan Taktis TNI AD

Dengan format HD https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzbHizbddwJUeRsDEiJwr-abieFoTZww9QD4IgcncXf3HVuUkirGYia5dsUcnsp7w7EORcOrOV2tiIxHDIiIJo9vkO3WzklRZr7elOqLOz4h3QhIEfF1Moj5j2RQ7OsxCiX2bTpkbQj7nG/s1600/14677170_Credit+to+Yonkav+1+Kostrad..jpgKetika MBT Leopard 2RI mengaum di Natuna [Kostrad] ☆

Setelah video besutan TNI AD beberapa waktu yang lalu kurang memuaskan dari segi kualitas gambar. Sekarang Dispenad merilis video dengan format HD.

Serangan bertubi-tubi dari alutsista milik TNI AD dengan peluru tajam, seolah dikerahkan untuk melatih profesional prajurit menghadapi situasi perang. Tentu sangat menarik untuk ditonton. Bravo TNI ... [★★★★]

Seperti biasa video rating ★★★★ di ambil dari Youtube :


  ★ Youtube  

Kamis, 10 November 2016

[Video] Turangga APC

Produk PT Tugas Andahttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiec73cPy1iXBDYM5yeRToL1kVzwWP10jA3CCM8ORj9t6TSaJD5oNSYmd8TnMv7nzo1QMZs_ILohsLS0kAGy2XC22_gsUSX4KqHOkin4aZYHYahoEYU_-FAnqZGjqiKzJzSDhHBnlp956xd/s1600/Turangga+APC+03.JPGTurangga APC

Perusahaan swasta nasional PT Tugas Anda mendesain kendaraan militer.

Kendaraan yang diberinama Turangga (kuda) merupakan kendaraan militer lapis baja anti ranjau yang didesain dari basic kendaraan F550 produk Ford.

PT Tugas Anda yang merupakan perusahaan karoseri kendaraan sipil pertama kali menampilkan kendaraan militer angkut pasukan dan di pamerkan pada 'Indo Defense 2016' di Jakarta.

Selain militer, rantis ini bisa digunakan juga oleh sipil/ atau pihak keamanan.

 Berikut video Turangga APC diambil dari Youtube :  


♖ Youtube  

Senin, 07 November 2016

[Video] Latihan Taktis Antar Kecabangan TNI AD

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhd0Qfsh8kCszJm32ttSjPXbFJT5DTkzc-fl0B1AtrokJaVNDPrCBZCw1UOJc-4ceUhcJbOa3soBrRkMl-bLgnTEFbCrzFCHTtqc1wA2J6wNDU46CTSV-4NAM88w94ujs7z8qv4xi4vIKUI/s1600/14677170_Credit+to+Yonkav+1+Kostrad..jpgLeopard 2RI mengaum di Natuna [Yonkav 1 Kostrad] ☆

Video latihan antar kecabangan TNI AD akan dimulai. Beberapa alutsista dari Brigif 13 Kostrad telah melakukan persiapan dengan melakukan penembakan atau manuver di lapangan.

 Video latihan TNI AD di Natuna dari Youtube : 


  ★ Youtube  

Helikopter AW139 BNPP

✈ Helikopter paling canggih di Indonesia Heli AW139 Basarnas saat menjalani uji coba penerbangan di Milan, Italia. [Cahyo Wibowo]

Kalau ada helikopter yang masuk katagori paling canggih di Indonesia, maka AgustaWestland AW139 milik Basarnas adalah salah satunya. Dikatakan paling canggih karena selain telah menggunakan avionik digital dan dilengkapi sistem kendali empat sumbu otomatis, heli ini juga dilengkapi peralatan pendukung seperti penjejak infra merah FLIR Star SAFIRE 380-HDc dan searchlight TrakkaBeam A-800.

Di Basarnas sendiri, dibandingkan dengan heli Dauphin AS365N3+, lompatan teknologi AW139 terbilang cukup jauh. AW139 sudah fully integrated 4-axis autopilot. Secara ekstrem dapat dikatakan, AW139 bisa terbang dan mendarat sendiri hanya dengan memasukkan data flight plan. Pilot pun dapat membiarkan heli terbang diam (hovering) secara otomatis. Pada saat kondisi darurat, pilot bisa menset kemampuan ini dan beranjak ke kabin untuk membantu pertolongan udara.

Heli AW139 basarnas di Apron Hanggar Indopelita, Pondok Cabe. Sumber gambar: Suharso RahmanHeli AW139 basarnas di Apron Hanggar Indopelita, Pondok Cabe. [Suharso Rahman]

Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Marsdya TNI FHB Soelistyo pada saat heli AW139 dengan nomor registrasi HR-1301 ini diluncurkan penggunaanya 28 Februari 2016 bertepatan dengan HUT Basarnas di Buperta Cibubur mengatakan, AW139 menjadi kekuatan baru Basarnas yang akan hadir ke berbagai pelosok dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dalam peluncuran tersebut, Kabasarnas didampingi antara lain oleh Panglima TNI, Dubes Italia untuk Indonesia, perwakilan dari Kementerian Perhubungan, DPR RI, serta sejumlah gubernur di Indonesia.

Kokpit AW139 basarnas dengan konfigurasi full glass cockpit. Sumber gambar: Suharso rahmanKokpit AW139 basarnas dengan konfigurasi full glass cockpit. [Suharso rahman]

Soelistyo menegaskan, Basarnas terus berkomitmen melaksanakan operasi SAR yang efektif, efisien, cepat, andal, dan aman. Itu pula sebabnya mengapa Basarnas butuh helikopter yang pas dan sesuai kemampuan, yakni AW139. “Basarnas membutuhkan helikopter AW139 untuk operasi penyelamatan yang semakin meningkat, terutama untuk operasi SAR di medan atau di daerah yang sulit dijangkau,” kata Soelistyo.

 Kapasitas besar 

Ditengok dari sisi kapasitas, AW139 yang masuk heli katagori kelas medium memiliki kemampuan angkut yang besar. Heli mampu membawa 15 penumpang dan dua pilot. Dalam konfigurasi medis udara, heli mampu membawa empat tandu pasien (stretcher) dan empat kru medis. Sementara Dauphin hanya mampu membawa dua pilot dan 12 penumpang. Atau dua pilot, dua tandu, dan satu personel medis.

Kabin heli AW139 Basarnas mampu membawa empat tandu dan empat personel medis. Sumber gambar: Cahyo WibowoKabin heli AW139 Basarnas mampu membawa empat tandu dan empat personel medis. [Cahyo Wibowo]

Ruang kabin AW139 cukup lapang dan dirancang agar personel mudah melakukan pergerakan. Ini terlihat dari panel-panel yang sangat kompak dan tidak membuat sempit ruangan. Dari sisi kenyamanan, standar AW139 sudah dilengkapi pendingin udara (AC). Sementara heli lainnya masih mengandalkan kipas angin.

Pintu geser pada kabin AW139 juga terbilang lebar. Hal ini memberikan keleluasan bagi pergerakan loading maupun unloading. Uniknya, di bagian belakang AW139 juga terdapat ruang bagasi yang cukup besar dimana terdapat pula pintu di bagian belakang untuk memasukkan atau menurunkan bagasi.

Perangkat hoist untuk mendukung proses operasi SAR. Sumber gambar: Suharso RahmanPerangkat hoist untuk mendukung proses operasi SAR. [Suharso Rahman]

Beranjak ke mesin, AW139 menggunakan dua mesin Pratt & Whitney Canada PT6C turboshaft dengan sistem kontrol FADEC (full authority digital engine control) yang terbilang handal. Masing-masing mesin menghasilkan tenaga 1.531 HP.

AW139 mampu terbang hingga ketinggian 20.000 kaki. Bila satu mesin mati, heli masih tetap bisa beroperasi dan bahkan melakukan hovering pada ketinggian 12.000 kaki. Kemampuan ini jelas yang tertinggi dibandingkan helikopter lain di jajaran Basarnas.

Main rotor heli AW139 terdiri dari lima bilah baling-baling utama berbahan komposit dan hub berbahan titanium. Sementara pada bagian ekor, baling-baling hanya berjumlah empat dengan bahan material yang sama.

aw139 BasarnasTampak depan heli AW139 Basarnas di Hanggar Indopelipta, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. [Cahyo Wibowo]

Dengan gabungan mesin dan konfigurasi lima baling-baling utama, AW139 mampu digeber hingga kecepatan 310 km/jam. Jarak jelajah terbang heli ini mencapai 1.250 km (pada kecepatan 306 km/jam) dan lama terbang mencapai enam jam.

Untuk roda pendarat, W139 menggunakan tiga roda yang dapat dilipat. Dua roda utama disimpan di bagian sponson yang juga berfungsi sebagai ruang untuk menyimpan perangkat emergensi.

 FLIR 380 

Sedikit mengenai kemampuan FLIR Star SAFIRE 380-HDc, di Indonesia FLIR ini merupakan yang tercanggih, bahkan dibandingkan dengan FLIR yang digunakan pada heli H225M Cougar maupun heli Bell 412EP TNI AD.

FLIR Star SAFIRE 380-HDc di hidung heli AW139 Basarnas. Sumber gambar: Roni SontaniFLIR Star SAFIRE 380-HDc di hidung heli AW139 Basarnas. [Roni Sontani]

Star SAFIRE 380-HDc mampu menyajikan gambar dan video yang jernih dan anti goyang pada jarak deteksi yang cukup jauh secara realtime. Perangkat ini terdiri dari tiga bagian yakni Turret FLIR Unit (TFU), Universal Hand Control Unit (UHCU), dan Laser Interlock Unit (LIU). Sistem FLIR 380-HDc dirancang secara khusus untuk penggunaan airborne atau dalam penerbangan, meskipun bisa digunakan pula pada kondisi yang lain.

SAFIRE 380-HDc dilengkapi sensor HD EO (High Definition Electro-Optic) terdiri dari sensor primer dan sekunder, kemudian sensor Short-Wave Infra-Red (SWIR), sensor High Definition Low Light (HD LL), dan Communications Interface Options. Sensor-sensor tersebut bekerja sesuai kondisi yang dihadapi. Misal SWIR, dapat digunakan untuk mendeteksi lebih detail huruf dan warna pada ekor pesawat atau tulisan di kapal pada kondisi cuaca yang buruk. Sensor ini juga dapat mendeteksi nomor kendaraan yang sedang melaju kencang di jalan raya.

Perangkat FLIR ini dilengkapi dengan searchlight TrakkaBeam A-800 untuk memudahkan pencarian objek SAR terutama pada malam hari atau kondisi cuaca yang gelap.

Lampu pencarian atau searchlight trakkabeam pada heli AW139 Basarnas. Sumber gambar: Suharso RahmanLampu pencarian atau searchlight trakkabeam pada heli AW139 Basarnas. [Suharso Rahman]

 770 unit 

Sejak diperkenalkan tahun 2003 dan mulai diproduksi sejak 2005, hingga saat ini AW139 tercatat telah dibuat sebanyak 770 unit. AW139 dioperasikan oleh satuan-satuan militer di 16 negara dan oleh instansi-instansi sipil di 23 negara.

Heli ambulance AW139 New South Wales, Australia. Sumber gambar: wikipediaHeli ambulance AW139 New South Wales, Australia. [wikipedia]

Kesuksesan AW139 dalam produksi dan penggunaannya di berbagai negara ini menjadi cerminan kalau heli ini merupakan heli tangguh. Dua negara adidaya, AS dan Rusia, yang masing-masing telah mampu membuat helikopter sendiri pun, turut berkolaborasi memproduksi AW139. Di AS heli AW139 dibuat di Philadelphia, sementara di Rusia di buat di Tomilino, Moskow.

Indonesia menjadi salah satu negara yang mengoperasikan heli AW yang dari sisi performa sangat bagus, namun kadang kalah pamor karena belum banyak orang tahu tentang heli ini. Selain itu di Indonesia pun masalah harga selalu menjadi sorotan karena pada umumnya pembelian barang dengan harga mahal akan diperdebatkan tanpa membandingkan masalah kelengkapan dan keunggulan performa. Beli apapun yang pertama ditanya adalah soal harga. Sementara beli alutsista dengan harga murah biasanya didapat dalam bentuk hibah.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDnUK3hdRF_agSMcrKz26bEeKGDNy6xrG6Ps_qz9nyIer-QyFBB5G6P6_k0kOToc3Knuxnj1QPQEw7xefe2gtCxnJApsSTEk3VdUpjpqIc8WYV3DU3L0D0aJ8jCyi6kDyiqkiDAshbV3cD/s1600/IMG-20161106-WA0024Tim+Rescuer+Basarnas+tengah+berlatih+dengan+heli+AW139.++%255BDok.+Basarnas%255D.jpgTim Rescuer Basarnas tengah berlatih dengan heli AW139. [Dok. Basarnas]

Selain Basarnas, beberapa perusahaan swasta di Indonesia turut mengoperasikan heli AW termasuk heli untuk pengangkutan VVIP/VIP.

Basarnas dan Leonardo induk perusahaan AgustaWestland telah bersepakat menunjuk PT Indopelita untuk perakitan, perawatan, dan pengintegrasian sistem AW139. Satu unit AW139 untuk Basarnas dikirimkan ke Indonesia pada akhir tahun 2015 dan kemudian dirakit di Indopelita pada akhir Januari 2016 selama dua minggu hingga berhasil diujiterbang ulang.

Heli AW139 dipamerkan dalam ajang Indo Defence 2016 di Kemayoran, Jakarta Pusat. Sumber gambar: Roni SontaniHeli AW139 dipamerkan dalam ajang Indo Defence 2016 di Kemayoran, Jakarta Pusat. [Roni Sontani]

AgustaWestland juga telah mengirimkan pilot-pilot dan teknisi TNI AU yang mengoperasikan heli AW139 Basarnas ke Italia beberapa waktu lalu. Pihak AW juga mendatangkan pilot dan teknisinya ke Indonesia untuk memberikan supervisi dan pelatihan. Sebagaimana diketahui, untuk pengoperasian AW139, Basarnas bekerja sama dengan TNI AU khususnya Lanud Atang Sendjaja, Bogor.

Di ajang Indo Defence 2016, Basarnas memamerkan heli AW139 bersebelahan dengan heli Dauphin AS365N3+.

Author: Roni Sontani

 Simak video perakitan heli AW139 di Indopelita : 


  ✈ Angkasa  

[Video] Kerjasama Saab dengan PT Pindad

RBS 70 NG dan Radar Giraffe 1X AESA di rantis Komodo https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh80668wbs31eb6S_wN89IMUmjQ4O5B3JhiX9cHJPyVqov990mljxC3aa1DjmgfKEifrDSdiLir9qsPfK9YGOyJ9mzxIvXhhswgTRfWowpjXmt8mfzQK2qHgqQCC68YJ1l6e7zlLSmkdzU9/s1600/14908199_komodo+girafe+X1+def.pk.jpgIlustrasi model radar Giraffe 1X dipasang pada rantis Komodo [defence.pk] ☆

Seperti banyak negara lain, dalam mengembangkan industri pertahanan dalam negeri, transfer teknologi dan penawaran offset menjadi prioritas utama bagi Indonesia dalam kesepakatan dengan mitra internasional.

Salah satu perusahaan barat yang membantu Indonesia dalam membangun kemampuan dalam negeri tersebut adalah perusahaan Swedia, Saab, yang telah menandatangani perjanjian dengan PT Pindad untuk fokus pada Ground Base Air Defence (GBAD).

Perjanjian dimaksud adalah sistem rudal RBS 70 NG dan radar Giraffe 1X AESA, yang akan diintegrasikan dengan kendaraan Komodo 4×4 produk PT Pindad. Contoh itu diperlihatkan di pameran Indo Defence 2016, di Jakarta.

Transfer teknologi direncanakan akan dilakukan pada pembuatan komponen less-advanced dari kedua sistem. Harapannya bahwa di masa depan, setelah Indonesia memperoleh pengalaman teknis yang memadai, mereka akan dapat memproduksi bagian-bagian yang lebih kompleks dan akhirnya mencapai transfer teknologi penuh.

Salah satu langkah pertama yang akan menjadi program pelayanan seumur hidup untuk rudal RBS 70 Indonesia, ujar Rickard Svensson, direktur bisnis Saab untuk kawasan Asia Pasifik. [Shephardmedia]

 Video liputan shephardmedia dari youtube : 


  ★ Garuda Militer  

Minggu, 06 November 2016

Pameran Dirgantara di Lanud Sam Ratulangi

✈ Latma Cope West 2016 Pesawat TNI AU dan AS di Manado [TNI AU]

Satuan Korps Militer Amerika Serikat tengah menjadi perhatian warga Sulawesi Utara (Sulut) belakangan ini. Latihan gabungan bersama TNI AU Indonesia yang digelar 1-11 November menimbulkan rasa penasaran dan antusiasme yang cukup besar.

Masyarakat boleh melihat secara dekat dan berfoto dengan para anggota militer Amerika beserta pesawat tempurnya. Undangan ini disampaikan secara langsung penanggung jawab latihan bersama Cope West 2016 TNI AU dan satuan militer Amerika di Manado, Kol. Penerbang F Roring.

Pada Sabtu (5/11) diadakan static show. Masyarakat, terutama anak sekolah, diharapkan bisa datang ke lapangan udara Sam Ratulangi dari pukul 8 hingga 10 pagi.

“Kalau ada yang ingin berkunjung untuk melihat-lihat pesawat tempur TNI AU dan Amerika, kita akan sambut dengan baik,” ujar Roring seperti dilansir Manado Pos (Jawa Post Group).

Menurutnya, latihan yang sudah berjalan selama hampir seminggu tersebut sampai saat ini tidak ada kendala berarti. Hubungan antara TNI AU dan pilot serta teknisi Amerika sangat baik.

“Cuaca di Manado juga sangat mendukung. Semua penerbangan saat latihan berjalan dengan lancar,” katanya. (JPG/fri/jpnn)


  ✈ JPNN  

Sabtu, 05 November 2016

[Video] Produk Alutsista Laut

Liputan NavyrecognitionKementrian Pertahanan Indonesia menyelenggarakan pameran alutsista 'Indo Defence Expo 2016' yang diadakan setiap dua tahun.

Pada acara akbar ini, ditawarkan berbagai alutsista tiga mantra. Media lokal dan asing turut memberitakan event spesial ini. Dan salah satunya di liput navyrecognition.

Video liputan navyrecognition dibawah ini mengenai peralatan laut yang ditawarkan kepada konsumen di Jakarta.


  ☆ Youtube  

Minggu, 28 Agustus 2016

Video : Jateng Fair 2016


Durasinya hanya sekitar 3 menit lebih, dotsemarang hanya mengunggah gambar-gambar suasana pada malam hari dan itu tanpa Dancing Fountain. Ada yang belum ke Jateng Fair 2016?

Event yang digelar setahun sekali ini menarik dikunjungi. Sebelum Anda masuk, jangan lupa siapkan uang buat bayar tiket masuk yang dibandrol hari biasa (Senin-sabtu) seharga 15 ribu rupiah, dan minggu sekitar 20 ribu rupiah.



Untuk review Jateng Fair 2016 sendiri, Anda dapat mengunjungi linknya di sini. Sedangkan wahana baru yang jadi andalan yakni Dancing Fountain serta jadwal artis manggung bisa kunjungi artikel di bawah.

Artikel lainnya
      ...

      Informasi Kerjasama

      Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
      Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

      Selasa, 23 Agustus 2016

      Review Aplikasi Nada Kita


      Era 4G sekarang membuat aplikasi streaming tumbuh subur. Tak dipungkiri lagi, keberadaannya disatu sisi memberi keuntungan tersendiri buat penggunanya. dotsemarang kali ini mencoba mereview salah satu aplikasi streaming musik buatan Australia Tuned Global, yakni Nada Kita.

      Ada yang sudah gunakan aplikasi ini? Atau malah baru tahu. Kalau belum tahu, mungkin Anda tertarik setelah membaca review dotsemarang ini. Aplikasi Nada Kita kapasitasnya lumayan besar, sekitar 10 Mb. Jadi sebelum menginstalnya, cek dulu kapasitas memori.

      Full Indonesia

      Sesuai namanya yang Indonesia banget, konten yang dihadirkan 100% Indonesia. Buat yang berharap mencari lagu luar, maaf dulu deh. Pinggir dulu.

      Video singkat berikut ini menjelaskan sedikit bagaimana aplikasi ini saat dibuka.


      Hanya ada 3 pilihan untuk mengeksplore isi aplikasi ini, Home, Stasiun dan Baru. Home sendiri berisi banyak lagu secara umum. Pindah ke statisun, pengguna akan melihat kategori Tren dan Browse. Terakhir Baru, di sini pengguna menemukan beberapa update lagu terbaru dari penyanyi maupun kumpulan lagu.

      Hemat Kuota Internet

      Paling dijual dari aplikasi ini agar pengguna tertarik adalah hematnya kuota pada saat digunakan. Maklum, aplikasi sejenis sudah begitu banyak dan menawarkan berbagai kelebihan yang tidak dapat diragukan lagi.

      Jelas, Nada kita memilih strategi cerdas yang melihat masyarakat Indonesia menyukai sesuatu yang begini - hemat kuota. Seperti pernyataan berikut yang dotsemarang ambil dari situs internet.
      Nada Kita dioptimalkan sedemikian rupa sehingga tidak memakan paket data secara berlebihan. Sebagai ilustrasi, menonton lima video di Youtube menghabiskan data sekira 60 MB yang setara dengan mendengarkan 83 judul lagu di Nada Kita,” Con Raso, managing director Tuned Global. 

      Gratis 

      Hingga tulisan ini dibuat, dotsemarang yang sudah mencoba memang melihat aplikasi ini gratis. Tidak seperti kompetitor yang memiliki cara agar penggunanya mau membayar. Siapa coba yang tidak ingin gratisan. Saat ini Nada Kita sudah tersedia buat OS Android & Apple. S

      Kekurangan

      Saat ini saya juga menggunakan aplikasi Joox. Untuk melihat perbedaannya, aplikasi Nada Kita tidak memiliki fitur yang saya suka seperti Tidak Ada Penghitung Waktu dan No Save Offline.

      Tidak ada penghitung mundur dalam memainkan lagu bermanfaat saat Anda ingin beristirahat sambil ditemani musik. Fitur tersebut dapat diatur sesuai kebutuhan, semisal 30 menit atau 1 jam dan lebih lama lagi.

      Meski digadang hemat kuota, ada saat-saat dimana pengguna kehilangan sinyal disebuah daerah. Saat tidak ada, fitur save offline sangat dibutuhkan tentunya. Tertarik menggunakan?

      Informasi lainnya dapat langsung cek websitenya di sini.
      ...

      Informasi Kerjasama

      Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
      Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

      Minggu, 24 Juli 2016

      Video : Suasana Pagi di Pematang Sawah


      Berdurasi 1 menti 27 detik, dotsemarang mengajak Anda melihat suasana pematang sawah saat pagi hari dengan beberapa aktivitasnya. Lokasinya berada di dekat Masjid Agung Jawa Tengah. Klik play.



      Ada yang rindu kampung halaman setelah melihat ini?

      Artikel terkait :
      ...

      Informasi Kerjasama

      Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
      Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

      Sabtu, 23 Juli 2016

      Video : Suasana Acara Festival Makanan Pulang Semarang


      Video ini berdurasi kurang dari 1 menit. Acara yang diselenggarakan di Pasaraya Sri Ratu ini digelar dari tanggal 6-10 Juli 2016. Klik play untuk melihat suasana acaranya.



      Detail dan foto acara festival kuliner ini bisa dilihat juga di sini.

      Artikel terkait :
      ...

      Informasi Kerjasama

      Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
      Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap