Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 November 2016

[Dunia] Jet Tempur J-20

✈ Teknologi Tiongkok dan mesin Rusia dalam satu pesawat. Elang Hitam Chengdu J-20, pesawat tempur generasi kelima Tiongkok, yang melakukan debut publik dalam pameran Airshow China 2016 di Zhuhai, merupakan pencapaian besar bagi industri senjata Tiongkok. Pesawat tempur J-20 yang diproduksi Chengdu Aerospace Corporation mengudara selama Pameran Aviasi dan Kedirgantaraan Internasional Tiongkok yang ke-11 di Zhuhai Airshow Center pada 1 November 2016 di Zhuhai, Provinsi Guangdong, Tiongkok. [Getty Images]

Para pakar Rusia menilai debut pubik Elang Hitam Chengdu J-20, pesawat tempur generasi kelima Tiongkok, menunjukkan kecakapan teknologi negara tersebut yang terus berkembang dan tak seharusnya dilihat sebagai pameran kekuatan, seperti yang dilaporkan oleh beberapa media.

Ini lebih seperti pameran teknologi. Saya rasa, perlu beberapa tahun sebelum mesin ini benar-benar siap. Namun, hal itu tak mengecilkan pencapaian para perancang Tiongkok,” kata Kepala Pusat Analisis Strategi dan Teknologi (CAST) Ruslan Pukhov pada RBTH.

Sebagian besar karakteristik teknis pesawat, yang pertama kali mengudara pada Januari 2011 lalu, masih dirahasiakan. Informasi yang tersedia saat ini baru mengenai teknologi siluman yang digunakan untuk membangun pesawat yang memiliki misil udara-ke-udara serta mesin-mesin Rusia.

Selain pesawat kelas berat J-20, Tiongkok juga mengembangkan Shenyang J-31, sebuah pesawat tempur ringan generasi kelima. Menurut para pakar, kedua pesawat tersebut tak punya prototipe asing yang spesifik.

 Fitur Desain 


Chengdu J-20 memiliki sebuah canard yakni sayap kecil horizontal di depan, yang dapat mengendalikan pesawat.

Desain aeronautika ini jarang digunakan karena memiliki sejumlah kekurangan. Pesawat dengan canard cenderung memiliki hidung kerucut yang besar yang memperlambat laju mereka. Selain itu, ia juga membuat pesawat memiliki kemampuan manuver yang rendah.

Di sisi lain, sebuah canard bisa membuat penempatan sistem senjata lebih fleksibel dan dapat menampung lebih banyak bahan bakar,” terang Pavel Bulat dari Universitas ITMO di Sankt Peterburg pada RBTH. “Sebagai tambahan, jika pesawat harus terbang dalam kecepatan supersonik (1.188 kilometer per jam), desain ini sangat efektif.

 Mesin Rusia 

Tantangan utama bagi Chengdu J-20 mungkin adalah pengembangan mesin karena Tiongkok belum mampu memproduksi mesin pesawat generasi kelima.

Seorang narasumber dari industri pertahanan Rusia menyampaikan pada RBTH bahwa Tiongkok telah membeli sekitar 200 mesin AL-31 untuk J-20.

Tampaknya, pada 1 November lalu, Chengdu J-20 terbang dengan mesin Tiongkok yang dibuat berdasarkan mesin Rusia AL-31,” kata Bulat pada RBTH. “Mesin Rusia sepertinya akan digunakan untuk J-20 ketika produksi berseri diluncurkan.

Ia menambahkan bahwa pesawat tempur generasi kelima Rusia T-50 menggunakan tipe mesin yang sama seperti pesawat generasi ke-4++ Su-34.


Pesawat tempur J-20 mengudara pada Pameran Aviasi dan Kedirgantaraan Internasional Tiongkok yang ke-11 di Zhuhai Airshow Center pada 1 November 2016 di Tiongkok. [CCTV+ / YouTube]
  RBTH  

Sabtu, 19 November 2016

Sekilas 6 Jenis Pesawat Jet Tempur TNI AU

Enam pesawat tempur Sukhoi dan F-16 milik TNI Angkatan Udara memeriahkan Upacara Peringatan HUT RI ke-71 di Jakarta, Rabu (17/8). Mereka membentuk Arrow Head Formation pada ketinggian 800 kaki. (Liputan6.com/Faizal Fanani)  

P
residen RI Joko Widodo telah berkomitmen untuk meningkatkan keamanan Indonesia. Terlebih isu Laut China Selatan terus diramaikan di dunia internasional.

Salah satu elemen penting dalam menjaga kedaulatan NKRI ialah TNI-AU. Saat ini kekuatan TNI-AU menjadi yang diperhitungkan di Asia Tenggara.

Selain didukung kemampuan seluruh personel yang dimiliki, berbagai alutsista yang dimiliki TNI-AU dinilai juga cukup mumpuni, seperti salah satunya pesawat tempur.

Saat ini TNI-AU telah memiliki enam jenis pesawat jet tempur. Jet-jet tempur ini memiliki fungsi dan kemampuan masing-masing, apa saja itu?

 1. Hawk 209 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHCHkPYy9pvawI3twnXWLICYbKzSM8yUkVBiKwxHtkPaQ_YwH8Byi9FARM5eP7tRuFM_hEQnez-psEg25g64mIXF_i9uJyECqLYhrO1NK0tX0q6tFE6mBEKq2vDE47mbuZJEaFpd8mD6Yk/s1600/_20160622_212357.jpgHawk TNI AU

Jet ini merupakan pesawat buatan Hawker-Siddeley. Hawk Mk 209 yang dimiliki TNI-AU ini memiliki fungsi sebagai pesawat jet latih untuk pesawat tempur generasi 4. Adapun jet tempur generasi 4 diantaranya seperti F-15, F-16 dan lain sebagainya.

Pertama kali TNI-AU membeli pesawat ini pada tahun 1997.‎ Hawk Mk 209 merupakan varian single seater dari keluarga Hawk. Pesawat jet ini dikhususkan untuk mengemban misi air superiority dan ground attack.

Malaysia juga memiliki sejumlah Hawk Mk 108/208 yang merupakan varian Hawk pertama yang bisa melakukan pengisian bahan bakar di udara.

 2. T-50 Golden Eagle 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHRv2PR9Nn2aPryU-6fQV6MDcu9q6MSKbuEMYmAtfC6XDeTpUilBAI6OleGMhpFCWHdRzaMOU7IbxfRxTqntB7OjpnTGodLUOA39pkSkUL0libV3FCfLjz31ltSNgpPrrhBE0IAyYt2OH-/s1600/T-50i+Golden+Eagle+garuda+militer.jpgT50i TNI AU

Memiliki fungsi hampir sama dengan Hawk 209, T-50 Golden Eagle adalah pesawat latih (trainer) supersonik buatan Amerika-Korea.

Dikembangkan oleh Korean Aerospace Industries (KAI), dengan bantuan Lockheed Martin. Program ini juga melahirkan A-50, atau T-50 LIFT, sebagai varian serang ringan. Program T/A-50 dimaksudkan sebagai pengganti dari berbagai pesawat latih dan serang ringan.

Program ini pada awalnya dimaksudkan untuk mengembangkan pesawat latih secara mandiri yang mampu mencapai kecepatan supersonik untuk melatih dan mempersiapkan pilot bagi pesawat KF-16 (F-16 versi Korea).

T-50 membuat Korea Selatan menjadi negara ke-12 yang mampu memproduksi sebuah pesawat tempur jet yang utuh. Beberapa produk korea lainnya adalah KT-1 produk Samsung Aerospace (sekarang bagian dari KAI), dan produk lisensi KF-16.

Sebagian besar sistem utama dan teknologinya disediakan oleh Lockheed Martin, secara umum bisa disebut T/A-50 mempunyai konfigurasi yang mirip dengan KF-16.

 3. F-16 Fighting Falcon 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikF8DKwr9ejomo82OJrLB5QRcRHMmemP4sWxGbO-e8Zc8i2jz6wy7KuiOtx32kzQiIqEBMnEMpLgTyOAGT3HyZxisAeLz6AOn4ahBikbF4XilDthltzLP9BaYwB-ckWnU99jCxYc3eTl-c/s1600/216977.jpgF16 TNI AU

F-16 Fighting Falcon adalah jet tempur multi-peran supersonik yang dikembangkan oleh General Dynamics (lalu di akuisisi oleh Lockheed Martin), di Amerika Serikat. Pesawat ini awalnya dirancang sebagai pesawat tempur ringan, dan akhirnya ber-evolusi menjadi pesawat tempur multi-peran yang sangat populer.

Kemampuan F-16 untuk bisa dipakai untuk segala macam misi inilah yang membuatnya sangat sukses di pasar ekspor, dan dipakai oleh 24 negara selain Amerika Serikat.

Pesawat ini sangat popular di mata international dan telah digunakan oleh 25 angkatan udara. F-16 merupakan proyek pesawat tempur Barat yang paling besar dan signifikan, dengan sekitar 4000 F-16 sudah di produksi sejak 1976.

Pesawat ini sudah tidak diproduksi untuk Angkatan Udara Amerika Serikat, tapi masih diproduksi untuk ekspor.

 4. F-5E Tiger II 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiANYcPSWkjS9oJiMSAOv1_uRLQZWfICYK00WHmk_ZdclMfbaABXMJiPxKKZyZ7LXmmMqiPWEslcc0QBQTsl2A-W7DYKOyZextpdiJ1muGq_7DZGoSnD_YkPgAyQ-grIj18vb4TYkRnttw/s1600/printfinaleditbyagus.jpgF5E TNI AU [Agus]

F-5E/F Tiger II adalah sebuah bagian dari keluarga pesawat tempur supersonik ringan yang dirancang dan diproduksi oleh Northrop, di Amerika Serikat, sejak tahun 1960-an. Ratusan pesawat ini masih dipakai oleh berbagai angkatan udara di dunia sampai abad ke-21.

Pesawat ini juga menjadi dasar untuk pengembangan beberapa pesawat lainnya. Produksi pesawat F-5A dan F-5E berakhir pada tahun 1972 dan 1987.

F-5E Tiger II, juga banyak digunakan oleh negara sekutu Amerika Serikat, dan di Amerika Serikat sendiri dipakai sebagai pesawat latih tempur. Jumlah Tiger II yang diproduksi sampai tahun 1987 mencapai 1400 buah. Pesawat F-5 yang masih dipakai sampai tahun 1990-an dan 2000-an telah melalui banyak modifikasi pembaruan.

 5. Sukhoi Su-27 (Flanker) 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsniGxBkk7auEHQyj2_zJTBhrf7h17xK-npBw2iGxBk6V8YI56cgldKQBMV3RyhBFDo6h9WmsuQwYFd1Jow6Vz8YKJYc2qccocTF067-n8V3gvW0cbQ7ve_VPfQuDti30egGYeyrYInrfJ/s1600/15025398_%2540bayusiswanto.jpgSu 27  dan Su 30 TNI AU [Sukhoi pilot /bayusiswanto]

Sukhoi Su-27 merupakan pesawat tempur yang awalnya diproduksi oleh Uni Soviet, dan dirancang oleh Biro Desain Sukhoi. Pesawat ini direncanakan untuk menjadi saingan utama generasi baru pesawat tempur Amerika Serikat yaitu F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet.

Su-27 memiliki jarak jangkau yang jauh, persenjataan yang berat, dan kelincahan yang tinggi. Pesawat ini sering disebut sebagai hasil persaingan antara Sukhoi dengan Mikoyan-Gurevich, karena Su-27 dan MiG-29 berbentuk mirip.

Ini adalah keliru, karena Su-27 dirancang sebagai pesawat interseptor dan pesawat tempur superioritas udara jarak jauh, sedangkan MiG-29 dirancang untuk mengisi peran pesawat tempur pendukung jarak dekat.

 6. Sukhoi-Su-30 (Flanker-C) 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNqOq1aRbUdcghouSoppSCPyK_1synmTVVIuNgQ8CtQC1xhAdcOGftarwbuSWynxgGeRHFpx8dZy9nGRKXOHzDjlMzItiCx-oaZ5Ed_ogaZx5KwbeCj1kzmgwDbpkiMD4A-MX14h0g5z6Y/s1600/tni-au-shukoipr1v4t33r.jpgSu 30 TNI AU [def.pk]

Sukhoi Su-30 adalah pesawat tempur yang dikembangkan oleh Sukhoi Rusia pada tahun 1996. Pesawat ini adalah pesawat tempur multifungsi, yang efektif dipakai sebagai pesawat serang darat. Pesawat ini bisa dibandingkan dengan F/A-18E/F Super Hornet dan F-15E Strike Eagle Amerika Serikat.

Pesawat ini adalah pengembangan dari Su-27UB, dan memiliki beberapa varian. Seri Su-30K dan Su-30MK telah sukses secara komersial. Varian-varian ini diproduksi oleh KnAAPO dan Irkut, yang merupakan anak perusahaan dari grup Sukhoi. KnAAPO memproduksi Su-30MKK dan Su-30MK2, yang dirancang dan dijual kepada Tiongkok. Su-30 paling mutakhir adalah seri Su-30MK buatan Irkut.

  Liputan 6  

Indonesia Tolak Tuduhan Lalai Atas Bangkai Kapal Perang

Pemerintah dan militer Indonesia menolak disalahkan atas lenyapnya bangkai kapal perang Belanda dan Inggris, yang tenggelam di Laut Jawa tahun 1942. Kedua negara memrotes Indonesia karena kasus itu.ilustrasi pertempuran di laut Jawa [istimewa]

Pemerintah Indonesia dan Angkatan Laut menolak disalahkan atas lenyapnya enam bangkai kapal Inggris dan Belanda yang ditenggelamkan Jepang di Laut Jawa selama Perang Dunia II.

"Pemerintah Belanda tidak bisa menyalahkan pemerintah Indonesia karena mereka tidak pernah meminta kami untuk melindungi kapal-kapal mereka," kata Bambang Budi Utomo, Kepala Pusat Arkeologi Nasional di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Karena tidak ada kesepakatan atau pengumuman ketika kapal-kapal itu hilang, jadi itu bukan tanggung jawab kami," tambahnya.

Angkatan Laut Republik Indonesia menyatakan, bangkai kapal-kapal PD II milik Belanda dan Inggris memang tidak seharusnya diganggu, namun hal bukan tanggung jawab Indonesia untuk melindunginya.

Angkatan Laut Indonesia tidak dapat memantau semua wilayah sepanjang waktu,” kata juru bicara Angkatan Laut Indonesia Gig Jonias Mozes Sipasulta kepada kantor berita AFP.

Kalau mereka bertanya mengapa kapal-kapal itu hilang, saya akan bertanya balik, mengapa mereka tidak menjaga kapal-kapalnya?,” kata Sipasulta.

Pemerintah Belanda sebelumnya menuntut jawaban dari Indonesia atas hilangnya bangkai kapal-kapal perang mereka, antara lain Hr Ms De Ruyter yang panjangnya 170 meter.

Niederlande Kriegsschiff De Ruyter Koninklijke Marine (picture-alliance/arkivi)Kapal perang andalan Belanda "De Ruyter" sepanjang 170 meter yang ditenggelamkan Jepang di Laut Jawa tahun 1942

Kapal-kapal itu tenggelam tahun 1942 dalam perang laut besar di Laut Jawa antara Jepang dan angkatan laut Sekutu, yang terdiri dari Belanda, Inggris, Amerika Serikat dan Australia. Sekitar 1200 tentara dan pegawai administrasi Belanda tewas saat itu.

Penyelam amatir masih melihat bangkai kapal-kapal itu 15 tahun lalu. Belanda tahun depan bermaksud membuat acara peringatan 72 tahun peristiwa itu dan mendirikan monumen nasional.

Namun ternyata, tim ekspedisi internasional yang dikirim ke lokasi tenggelamnya kapal-kapal itu tidak menemukan bangkai-bangkainya, hanya ada tanda-tanda bahwa kapal pernah tenggelam di lokasi itu.

Selain Belanda, Inggris juga mempertanyakan hilangnya bangkai kapal-kapal perang milik mereka dan menuntut investigasi untuk menyelidiki apa yang terjadi.

Bambang Budi Utomo mengatakan, Indonesia tidak punya sumber daya untuk melakukan pengawasan dan patroli secara permanen karena daerah kepualauan yang sangat luas.

Kalangan pengamat memperkirakan, bangkai kapal itu sudah dijarah dan dipreteli untuk dijual sebagai besi tua.

"Penjarahan benar-benar terjadi dalam skala besar, tidak hanya pada bangkai kapal Perang Dunia II ini, tetapi juga pada bangkai kapal-kapal kuno," kata Veronique DeGroot, arkeolog yang sekarang bermukim di Jakarta.

"Penjarahannya sudah berlangsung selama bertahun-tahun, sampai bangkai kapal besar bisa menghilang," katanya.

Bangkai kapal perang dan kuburan perang dilindungi oleh hukum internasional yang melarang pencemaran lokasi dan bangkai kapal perang. [hp (afp,dpa)]
 

  DW  

Cerita Ganasnya Pertempuran Laut Jawa

Hingga tewaskan 2 ribu pelautPertempuran Laut Jawa. [©2016 istimewa]

Pemerintah Inggris dan Belanda tidak terima begitu mengetahui bangkai kapal perangnya yang tenggelam di Laut Jawa saat berlangsungnya Perang Dunia Kedua hilang. Kedua negara itu menduga empat bangkai kapal perang dan sebuah kapal selam hilang karena dicuri.

Selain hilang, mereka juga menemukan dua kapal perang lainnya sudah dalam keadaan terpotong. Sejumlah besar bagian badan kapal sudah tidak ditemukan lagi, mereka beranggapan peristiwa itu sebagai penghinaan atas kuburan 2 ribu pelaut yang tewas dalam pertempuran laut.

Seperti apa dahsyatnya pertempuran di Laut Jawa hingga banyak memakan korban?

Pertempuran Laut Jawa, atau di dunia dikenal dengan nama Battle of Java Sea, disebut-sebut sebagai pertempuran laut terbesar kedua setelah Battle of Jutland, yang berlokasi dekat perairan Denmark dan Norwegia. Keduanya memiliki nilai penting dalam menentukan jalannya perang.

Dalam Battle of Jutland, Angkatan Laut Inggris terlibat pertempuran dengan Angkatan Laut Jerman pada perang dunia pertama. Saat itu, kedua belah pihak mengerahkan kekuatan terbesarnya masing-masing, yakni 250 kapal perang.

Di akhir perang, pertempuran itu telah menewaskan 8.645 pelaut, dan menenggelamkan 28 kapal. Namun kedua belah pihak saling mengklaim kemenangannya masing-masing.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnDzpg7jUDrzutJxiMsPNdJ_9115CgMixnWLlCwauf1uuu4edCf7RM-PlZ34clH2shavc7FkXKbX6_iLLk2P8SM91WOqjDxya_2c7mw8h9_ThyphenhyphenD7E7sToXshT-sOk2A2qLhV3PpUont1sS/s1600/20161118190026-1-pertempuran-laut-jawa-001-yulistyo-pratomo.jpgBerbeda dengan Pertempuran di Jutland, jumlah armada yang dikerahkan dalam Pertempuran Laut Jawa tidak banyak. Jepang mengerahkan 2 kapal penjelajah berat, 2 kapal penjelajah ringan, 14 kapal perusak, dan 10 kapal transport. Armada itu dipimpin Laksamana Muda Takeo Takagi.

Sedangkan sekutu, yang terdiri atas Australia, Belanda, Amerika Serikat dan Inggris mengerahkan 2 kapal penjelajah berat, 3 kapal penjelajah ringan dan 9 kapal perusak. Armada ini dipimpin Rear Admiral Karel Doorman. Dilihat dari kekuatannya, sekutu jelas kalah jumlah.

Pemerintah Belanda yakin, invasi Jepang atas daerah jajahannya tinggal menunggu waktu. Ramalan itu pun terbukti dengan serbuan armada Negeri Sakura itu ke Tarakan, dan sejumlah lokasi lainnya di Sumatera serta Kalimantan. Jawa akan menyusul.

Untuk mencegahnya, dibentuklah satuan tugas yang beranggotakan armada laut dari Australia, Inggris, Amerika Serikat dan Belanda, atau disingkat ABDA. Armada itu dikomandoi oleh Karel Doorman.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDQCdVnY7EjARu9-6QgvMsI8cy30pBuNdlPnSzlWlqg_AjmRWhVIMbvCJ6rrQ-0PEhDXnNZFYklJRHdnutRoltJ3nhWCHpkPfM-eRf623w1NfvFwWIgf5lUP36-HYB9kXvrOjvcUFk9gw7/s1600/20161118190026-2-kapal-perang-belanda-yang-hilang-001-yulistyo-pratomo.jpgDari tiga pertempuran, yang paling menentukan adalah pertempuran di Laut Jawa. Meski kalah jumlah, Doorman berusaha keras agar Jepang tidak sampai menginvasi Pulau Jawa.

Pertempuran dimulai pada 27 Februari 1942, kapal perang sekutu mencoba menyerang secara terputus dari siang hari hingga tengah malam. Tujuan utamanya adalah menghancurkan kapal pengangkut pasukan, sehingga serangan ke Pulau Jawa setidaknya bisa ditunda.

Serangan demi serangan dilakukan, tembakan antar kapal perang bersahut-sahutan. Sekutu memiliki keunggulan udara setempat selama jam-jam di siang hari, kesuksesan itu terjadi karena kekuatan udara Jepang tak dapat mencapai armada itu dalam cuaca buruk.

Meski diuntungkan, cuaca tersebut juga membuat komunikasi antara armada tempur dengan armada udara di Pulau Jawa juga terganggu. Tak hanya itu, Jepang juga berhasil mengganggu frekuensi radio sekutu.

Pertempuran dimulai dengan serangkaian percobaan lebih dari 7 jam oleh Angkatan Serangan Gabungan Doorman untuk mencapai dan menyerang konvoi penyerbu itu, masing-masing dipukul telak oleh angkatan pengawal.

Kedua belah pihak mulai bertempur sejak pukul 16.00 WIB, dan tembakan pertama dimulai 16 menit berikutnya. Baik Jepang dan Sekutu saling menyerang dengan keunggulan meriam dan torpedo selama fase awal pertempuran.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIeJiGjhEmdmVPuD47JLVHKRSuauLpBkx5TMCZfn-NyE7Z-HSVOSmHpM4GRMov1jIoIl33hcGRHtVyEVdM8jSxWKWD7epKbLWoCeBLH8viWoTLYoArX59z7JrLb0mbIPiD5re7NHPYwPwH/s1600/20161118190026-3-kapal-inggris-hilang-di-laut-jawa-001-yulistyo-pratomo.jpgHMS Exeter dibuat rusak parah akibat tembakan di ruang ketel oleh granat 8 inci. Kapal itu berjalan terseok-seok ke Surabaya, dikawal kapal HNLMS Witte de With.

Jepang kembali menembakkan 2 salvo torpedo besar berjumlah 92, namun hanya mencetak 1 hantaman ke HNLMS Kortenaer yang dihantam oleh Laras Panjang. Hasilnya, kapal itu pecah menjadi 2 bagian dan tenggelam dengan cepat.

HMS Electra, yang melindungi HMS Exeter, terlibat duel dengan Jintsu dan Asagumo. Meski berhasil merusak kapal perang Jepang, namun mereka juga menderita kerusakan parah pada bangunan bagian atasnya.

Setelah tembakan serius yang dimulai di Electra dan menara kecilnya yang kehabisan amunisi, perintah meninggalkan kapal diserukan. Di pihak Jepang, hanya Asagumo yang terpaksa mundur karena rusak.

Armada Sekutu terpecah dan mundur sekitar pukul 18.00 WIB. Gerakan mundur ini dilakukan setelah 4 kapal pemburu US Destroyer Division menembakkan tabir asap untuk menutupi pergerakan mereka. Sembari bergerak, mereka juga melancarkan serangan torpedo.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTVTdqa4eLZ5M3YqtqOGuhEr-VBpX6q0LwKcWD_Kek7B6pqgCpmwuMVBybk01IKu2FonrI0I6_kwJhuWA2zRnMUUBeDKP5SAUJKNwrGDdlR0Ou5qVW78O7-h1iApAtmgm5_6mtndmWElO9/s1600/20161118190027-4-kapal-perang-belanda-yang-hilang-001-yulistyo-pratomo.jpgAngkatan perang sekutu berbalik ke selatan menuju pesisir Jawa, kemudian ke barat dan ke utara untuk mencoba menyelamatkan diri dari kelompok pengawal Jepang, namun malah terperangkap oleh konvoi itu. Saat itulah kapal-kapal DesDiv 58 yang torpedonya dikeluarkan meninggalkan rencananya sendiri dan kembali ke Surabaya.

Pukul 21.25 WIB, HMS Jupiter terkena ranjau dan tenggelam, 20 menit kemudian armada itu melewati tempat di mana HNLMS Kortenaer tenggelam lebih dulu, dan HMS Encounter ditugaskan untuk mengangkut yang selamat.

Armada sekutu kini hanya berkekuatan 4 kapal penjelajah, mereka masih menghadapi kapal perang Jepang pada pukul 23.00 WIB. Kedua belah pihak saling menembak di kegelapan dalam kisaran panjang, hingga HNLMS De Ruyter dan HNLMS Java tenggelam oleh salvo laras panjang yang menghancurkan.

Doorman dan sebagian besar krunya tenggelam bersama HNLMS De Ruyter, hanya 111 orang yang diselamatkan dari kedua kapal itu. Kapal penjelajah Perth dan Houston yang tersisa kekurangan bahan bakar dan amunisi, dan menyusul perintah terakhir Doorman. Kemudian kedua kapal itu mundur, tiba di Tanjung Priok pada tanggal 28 Februari.

Pertempuran berlangsung selama sehari penuh ini telah menewaskan 2.300 orang pelaut, kebanyakan merupakan prajurit sekutu. Banyak di antaranya yang tenggelam bersama kapalnya atau terbunuh akibat ledakan dahsyat. Sementara, di pihak Jepang hanya 4 kapal pengangkut penumpang tenggelam.
 

  Merdeka  

Legenda Batalion Infanteri Mekanis

✈ Ada hikmah lain di balik pensiunnya Agus Yudhoyono. Pemberitaan seputar Agus turut mengangkat nama batalion infanteri mekanis, satuan tempur relatif baru di tanah air. Kenali lebih lanjut bersama Aris Santoso. Saat Mayor Inf. Agus Harimurti Yudhoyono (kini sudah berstatus purnawirawan) memutuskan mengundurkan diri dari dinas TNI pada akhir September lalu, sehubungan niatnya untuk maju sebagai Cagub (calon gubernur) DKI Jakarta Raya, publik merasa terkejut.

Bagaimana tidak, Agus dikenal sebagai perwira muda yang cemerlang, dengan masa depan menjanjikan. Latar belakang keluarganya juga mendukung, ayah dan kakeknya adalah jenderal yang sangat terkenal. Sepertinya bukan hanya TNI yang merasa kehilangan salah seorang kader terbaiknya, namun publik juga menyayangkan pilihan Agus untuk pensiun dini.

Pilihan Agus untuk pensiun dini adalah proses politik yang masih terus bergulir. Kita masih harus menunggu bagaimana performa Agus di "palagan” yang baru. Namun ada hikmah lain di balik pensiunnya Agus, bahwa pemberitaan seputar Agus turut mengangkat nama batalion infanteri mekanis (yonif mekanis), model satuan tempur yang relatif baru di tanah air. Mengingat posisi terakhir Agus sebelum mengundurkan diri, adalah Komandan Batalion Infanteri Mekanis 203/Arya Kamuning yang berkedudukan di Tangerang.

 Para Raiders dan Yonif Mekanis 

Perjalanan karier Agus juga unik, yang seolah merefleksian perjalanan satuan infanteri lintas udara di tanah air. Pasca perang kemerdekaan, TNI (d/h ABRI) mulai membentuk satuan infanteri berkemampuan khusus, dengan kualifikasi teknis dan persenjataan yang lebih mumpuni, di atas rata-rata satuan infanteri reguler.

Mulai dasawarsa 1950-an, mulai dibentuk satuan-satuan yang di kemudian hari menjadi legendaris, bahkan hingga hari ini. Satuan dimaksud antara lain, Kopassus (April 1952), Yonif 401/Banteng Raiders (Mei 1952), Yonif Linud 328/Kujang II, Yonif Linud 330/Kujang I, dan seterusnya.

Bila satuan dengan kualifikasi khusus tersebut, sudah teruji dalam berbagai medan tugas, hingga layak memperoleh sebutan sebagai satuan legendaris. Sedang yonif mekanis, sebagai model satuan relatif baru, masih dalam tahapan menuju legendaris. Saya kira ditunjuknya Agus sebagai Komandan Yonif Mekanis 203 (Agustus 2015), merupakan bagian dari skenario pimpinan TNI AD, agar satuan Yonif Mekanis dimaksud cepat menemukan bentuknya. Mengingat Agus sebelumnya lama bertugas di satuan yang juga legendaris, yaitu Batalion Linud 305/Tengkorak Kostrad (Karawang), dan sempat menjabat sebentar sebagai Wakil Komandan Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha.

Sekedar tambahan informasi, seluruh satuan berkualifikasi linud (lintas udara), kini sebutannya diganti menjadi batalion para raiders. Seperti Yonif Linud 305 misalnya, kini menjadi Yonif Para Raiders 305/Tengkorak. Memang perkembangannya demikian cepat, bisa jadi publik belum sempat update informasinya, termasuk soal keberadaan yonif mekanis. Sebagaimana disebut sekilas di atas, bila tidak ada berita soal Mayor Agus, bisa jadi publik juga belum paham soal keberadaan yonif mekanis.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixpHKk24HYuGtymZVvrK14IkhQ4pckKF16bsYxelX5udk860eCKklYQYp5Mir3wUvWCi4LjaHgcq1YhovZwDmqbmDdL0IFSgJ9NSNLnJ1fg-EO3ALULlMsSyqsiyhzrcAAB4ylPPYFnSG_/s1600/1442852644352+Yonif+Mekanis+201+Jaya+Yudha..jpgKalau sedikit kita runut ke belakang, segala perubahan menyangkut konsep satuan, khususnya satuan tempur, tidak lepas dari peran pimpinan yang sedang menjabat. Soal pembentukan yonif mekanis misalnya, itu adalah program saat KSAD dipegang oleh Jenderal George Toisutta.

Setiap KSAD selalu membuat terobosan, selain untuk kemajuan institusi, juga agar namanya (sebisa mungkin) selalu dikenang. Seperti Ryamizard misalnya, yang sudah identik dengan pembentukan satuan raiders pada tiap kodam, karena hal ini adalah program unggulan saat Ryamizard menjadi KSAD (2002-2005). Termasuk dalam hal perubahan sebutan untuk satuan berkualifikasi lintas udara (linud), menjadi para raiders. Selain sebutan yang berganti, juga ada peningkatan status kualifikasinya.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah militer Angkasa (edisi April 2007), Jenderal (Purn) Luhut B. Panjaitan (kini Menko. Maritim) dalam kapasitasnya sebagai sesepuh korps infanteri, menjelaskan, pembentukan yonif mekanis masih dalam tahapan persiapan, karena TNI AD (saat itu) masih fokus pada pengembangan light infantry. Light infantry dimaksud Luhut adalah satuan infanteri ringan sebagaimana kita kenal selama ini, dengan persenjataan utama adalah senapan serbu, dan pergerakan pasukannya masih dengan cara berjalan kaki. Sementara dalam yonif mekanis, pergerakan pasukan sudah menggunakan ranpur (kendaraan tempur), agar lebih cepat mencapai sasaran.

Pada pertengahan 2007 itu pula, muncul rintisan pembentukan yonif mekanis, ketika TNI sedang bersiap ke Libanon dalam misi perdamaian di bawah payung PBB (Kontingen Garuda). Saat itu instruktur dari Pusdikkav (Pusat Pendidikan Kavaleri) memberi pelatihan mengendarai ranpur pada sejumlah personel dari korps infanteri. Ranpur yang disiapkan umumnya masuk kategori kendaraan angkut personel atau biasa dikenal sebagai APC (armoured personnel carier), seperti VAB Renault (produksi Perancis) atau BTR 40 (Rusia), yang memang sesuai dengan kebutuhan pasukan infanteri.

Membantu misi perdamaian PBB di LibanonMembantu misi perdamaian PBB di Libanon

 Menanti Palagan 

Rupanya prosesnya berlangsung demikian cepat, sekitar tiga tahun kemudian. Pada Februari 2010 KSAD (saat itu) Jenderal George Toisutta sudah meresmikan berdirinya Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha (markas Gandaria, Jakarta Timur) sebagai yonif mekanis pertama di Tanah Air. Yonif Mekanis 201 selanjutnya diperkuat dengan panser angkut personel Anoa, produksi Pindad.

Kini seluruh yonif (konvensional) di Kodam Jaya, telah ditingkatkan statusnya menjadi yonif mekanis, yaitu Yonif Mekanis 202/Taji Malela (Bekasi) dan Yonif Mekanis 203/Arya Kamuning (Tangerang). Satuan yang disebut terakhir inilah, yang sebelumnya dipimpin Mayor Inf. Purn. Agus Harimurti Yudhoyono.

Karena proses yang terlalu cepat, kalau tidak boleh disebut terburu-buru, maka dalam praktik di lapangan acapkali terjadi tumpang tindih atau irisan dalam penggunaan ranpur, antara yonif mekanis dan yonkav (reguler). Sekadar ilustrasi, dalam operasi pengamanan aksi massa 4 November (411) di Jakarta baru-baru ini misalnya, Yonif Mekanis 203 menurunkan panser Anoa, sementara Yonkav 7/Panser Khusus Kodam Jaya menurunkan panser VAB.

Dua panser tersebut sebenarnya masuk kategori yang sama, yaitu jenis angkut personel (APC). Sebenarnya Yonkav 7 memiliki ranpur jenis lain, yaitu panser V-150 (Perancis), yang bisa jadi faktor pembeda dengan ranpur organik yonif mekanis. Mengingat V-150 memiliki meriam (canon), sementara ranpur yonif mekanis umumnya hanya dilengkapi senjata mesin berat, sebagai cara mempertahankan diri, saat mendorong pasukan (infanteri reguler) ke titik sasaran. Ini merupakan salah satu fenomena, bagaimana yonif mekanis di Tanah Air sedang mencari bentuk, sehingga terkesan masih ambigu dalam penggunaan ranpur.

http://icdn.antaranews.com/new/2014/10/ori/20141017431.jpgTerlihat pula dalam pengalaman berikut, bagaimana ranpur yonif mekanis terkadang bisa lebih canggih dari ranpur organik yonkav reguler, yang jauh lebih lama berdiri. Sebagaimana terjadi pada Yonif Mekanis 413/Bremoro (Solo), yang sudah mengoperasikan ranpur Marder (produksi Jerman), jenis ranpur yang menggunakan roda rantai (tracked infantry vehicles).

Masih di sekitaran Jawa Tengah, Yonif Mekanis 411 (Salatiga) dan Yonif Mekanis 412 (Purworejo) segera memperoleh sekian unit M113 (produksi AS). Marder dan M113, dalam khazanah ranpur biasa disebut sebagai IFV (infantry fighting vehicle), jadi sedikit berbeda dengan APC. Ini memang terkesan ironi, mengingat ada sebagian yonkav yang masih mengoperasikan tank ringan AMX 13 (Perancis), yang sudah tergolong tua, kemudian panser Saladin dan Saracen, produksi Inggris tahun 1950-an.

Sebagaimana disebut sekilas di atas, apabila satuan infanteri regular seperti Yonif 400/Raiders (dahulu Yonif 401/Banteng Raiders) atau Yonif Para Raiders 328/Kujang II, sudah sampai tingkatan legendaris, maka satuan yonif mekanis sedang berproses atau mencari jalan menuju legenda. Menilik pengalaman satuan tempur pada umumnya, butuh waktu relatif lama untuk menjadi satuan legendaris.

Terkait yonif mekanis, setidaknya karena dua hal. Pertama, palagan untuk yonif mekanis lebih terbatas dibanding infanteri. Yonif mekanis lebih sebagai antisipasi masalah di kawasan urban (perkotaan), sementara bagi yonif reguler bisa diterjunkan di medan apapun. Kedua, ranpur yonif mekanis (khususnya panser Anoa), belum pernah teruji dalam medan tempur yang sesungguhnya (battle proven).

 Perang Kota dan Alokasi Anggaran 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJEGYSetmvcxR5JDvWCwPSahb89_mSC7nilikkg2Qy1KEAf8QBU-9TQg-4M1JsKfdY4l6TzdtIl4VuPyrjngIeI9PLXIMKQeXVF_XKS6ZzW4z41zbI0gGx3nAIlY5NOuSV3XaLGROC3B-a/s1600/pindad02pr1v4t33r.jpgPercepatan pembentukan yonif mekanis di Tanah Air boleh disebut pengalaman menarik. Proyek bisa berjalan mulus, karena ada titik temu antara pengembangan konsep perang kota (urban warfare) dan alokasi anggaran. Konsep perang kota sudah dikenal TNI AD sejak tahun 1980-an, salah satunya diwujudkan dengan pembentukan Detasemen 81 Kopassus (kini Satgultor 81), sebagai respons adanya ancaman di ruang urban, seperti pembajakan pesawat atau gedung bertingkat. Dalam konteks perang kota inilah kemudian muncul dua konsep turunan, sebagai panduan dalam operasi riil di lapangan, yakni MOUT (military operations on urban terrain) dan PJD (pertempuran jarak dekat, close quarters battle).

Mengacu pada praktik di negara Barat (khususnya AS, Jerman dan Australia), pembentukan yonif mekanis merupakan kelanjutan atau bagian dari konsep MOUT/PJD. Yonif mekanis dibentuk untuk memenuhi prinsip kecepatan dalam menuju titik sasaran, prinsip yang tidak bisa ditawar dalam operasi perkotaan.

Sementara pada waktu hampir bersamaan, pemerintah (baca Kemenhan) berkomitmen memperkuat produk dalam negeri dalam pengadaan alutsista (alat utama sistem persenjataan), sehingga Pindad memproduksi panser Anoa dalam skala besar. Dengan kebijakan seperti ini, artinya alokasi anggaran untuk pembentukan yonif mekanis memang sudah tersedia. Pada gilirannya alokasi anggaran harus diserap, itu sebabnya pembentukan yonif mekanis terkesan cepat. Sampai-sampai publik tidak mengetahui detail keberadaan yonif mekanis, padahal ada dana rakyat yang dipakai untuk membiayai operasional yonif mekanis, khususnya dalam pengadaan ranpur.

Penulis: Aris Santoso Penulis: Aris Santoso (ap/rzn)

Sejak lama dikenal sebagai pengamat militer, khususnya TNI AD. Kini bekerja sebagai staf administrasi pada lembaga HAM (KontraS). Tulisan ini adalah pendapat pribadi.


*Setiap tulisan yang dimuat dalam #DWNesia menjadi tanggung jawab penulis.

  DW  

Jumat, 18 November 2016

[World] Government Should Ask Singapore And Indonesia for Help

RSS Resolution 210 Singapore Navy [Defence.pk]

New Zealand First congratulates the government for accepting the assistance of overseas militaries, but is puzzled why Singapore and Indonesia haven’t been asked given landing ships of those two navies are in New Zealand right now.

If the intention is to get people out of Kaikoura and to get heavy earthmoving equipment in, along with food and water, then landing ships are purpose designed,” says Ron Mark, New Zealand First Defence Spokesperson and Deputy Leader.

These vessels can generate fresh water, have kitchens capable of preparing bulk meals and offer medical facilities too. They are floating sea bases and could support and accommodate emergency workers too.

Singapore’s RSS Resolution and Indonesia’s KRI Banda Aech are here now for the Navy’s 75th and could have easily sailed with HMNZS Canterbury.

115550_33968_KRI_Banda_Aceh___Kolinlamil.jpgKRI Banda Aceh 593 Indonesia Navy [Defence.pk]

RSS Resolution usually embarks two helicopters whereas our NH90’s are still not cleared to land on a ship at sea. The Singaporeans, in concert with the United States Navy, would have supplied four naval helicopters.”

“Additionally, Resolution has an internal floodable well dock, which means she can operate her landing craft in rough water. Our HMNZS Canterbury is a converted ferry so doesn’t feature this and is limited to deploying her landing craft in calm seas.”

“As each landing craft can carry 50 tonnes, about the weight of a Fonterra tanker, it means a lot of food, water and equipment could be landed. This gear is needed for the rebuild phase to help repair Kaikoura’s links from the inside out.


“We just want to know why these vessels, purpose built for humanitarian and disaster relief, are in Auckland when the need is in Kaikoura,” Mr Mark said.

  Scoop  

Kamis, 17 November 2016

Bangkai Kapal Perang Inggris dan AS Juga Lenyap di Laut Jawa

[Foto: Royal Navy Official Photographer]

Tidak hanya bangkai kapal perang Belanda yang hilang di Laut Jawa, bangkai kapal perang Inggris dan AS juga hilang. Pihak Inggris telah meminta pemerintah Indonesia menyelidiki masalah ini dengan serius.

Diberitakan oleh Dailymail.co.uk Jumat (18/11/2016), bangkai kapal-kapal perang Inggris yaitu HMS Exeter, kapal perusak HMS Encounter dan HMS Electra, juga ikut hilang bangkainya. Ketiganya karam setelah bertempur dengan pasukan Jepang pada bulan Maret 1942.

"Kami telah menghubungi pihak berwenang di Indonesia untuk mengekspresikan perhatian serius kami dan meminta mereka untuk menyelidiki laporan dan mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi situs dari gangguan yang lebih jauh," ujar seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris.

Dia menambahkan, penodaan terhadap bangkai kapal perang menyebabkan penderitaan bagi orang-orang yang ditinggalkan dan merupakan pelanggaran hukum internasional.

Bahkan sebuah bangkai kapal selam Amerika Serikat (AS) juga hilang tak jelas rimbanya. Pemerintah Inggris mengutuk hilangnya bangkai kapal perang itu.

"Pemerintah Inggris mengecam gangguan tidak sah pada setiap kapal karam yang berisi sisa-sisa jasad manusia," tegas juru bicara Kementerian Pertahanan Pemerintah Inggris.

Sebelumnya, pemerintah Belanda mengungkapkan kesedihannya atas hilangnya 3 bangkai kapal perang miliknya di Laut Jawa.

Ketiga kapal perang Belanda itu adalah Hr.Ms. De Ruyter, Hr.Ms. Java dan Hr.Ms. Kortenaer yang tenggelam pada Pertempuran Laut Jawa 1942. Ketiganya tenggelam saat menghadang invasi Jepang ke Pulau Jawa.

Menurut Kementerian Pertahanan Belanda, dua dari tiga bangkai kapal perang tersebut yakni Hr.Ms. De Ruyter dan Hr.Ms. Java hilang seluruhnya. Sedangkan kapal Hr. Ms. Kortenaer masih ada sisanya sebagian. (tfq/nwk)
Inggris Duga Diambil Pemulung Besi[Royal Navy Official Photographer]

Bangkai kapal perang Belanda, Inggris dan juga kapal selam Amerika Serikat (AS) hilang di Laut Jawa. Hilangnya bangkai kapal itu diduga diambil oleh kelompok pemulung besi tua.

Dilansir Dailymail.co.uk, Jumat (18/11/2016), pihak Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Inggris menduga hilangnya bangkai kapal ini dikarenakan telah diambil oleh para pemulung besi tua ilegal.

"Bangkai (kapal) itu nyaris semua dipindahkan dari dasar laut oleh pemulung besi ilegal," demikian kecaman yang dikeluarkan oleh Kemenhan Inggris.

Bangkai kapal-kapal perang Inggris yaitu HMS Exeter, kapal perusak HMS Encounter dan HMS Electra tenggelam di Laut Jawa setelah bertempur dengan pasukan Jepang pada bulan Maret 1942.

"Kami telah menghubungi pihak berwenang di Indonesia untuk mengekspresikan perhatian serius kami dan meminta mereka untuk menyelidiki laporan dan mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi situs dari gangguan yang lebih jauh," ujar juru bicara Kemenhan Inggris.

 Bangkai Kapal Perang Inggris dan AS Juga Lenyap di Laut JawaBangkai Kapal Perang Inggris dan AS Juga Lenyap di Laut Jawa [Royal Navy Official Photographer]

Ratusan tentara Inggris tewas saat ketiga kapal ditenggelamkan. Dari 173 Orang yang berasal dari kapal HMS Electra, hanya 54 selamat dan delapan orang tewas ketika HMS kapal Encounter tenggelam. Sementara itu, sebagian besar orang selamat di HMS Exeter setelah diselamatkan oleh pihak Jepang.

Tuduhan keterlibatan kelompok pencuri besi tua juga disuarakan oleh pihak Belanda yang 3 bangkai kapal perangnya juga hilang di Laut Jawa. Kabinet Belanda, dilansir NRC, menyampaikan keprihatinannya dan menyebut penjamahan atas ketiga bangkai kapal perang tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional.

Mengenai kejadian ini, Belanda telah memberi tahu negara-negara terkait antara lain Amerika Serikat, Inggris, Australia dan Indonesia. Selanjutnya Belanda mengupayakan investigasi atas hilangnya ketiga bangkai kapal perangnya itu.

"Kita prihatin atas apa yang terjadi, sebab ini menyangkut 'makam perang' yang harus dihormati. Saya mesti menunggu hasil investigasi, setelah itu anda akan tahu lebih lanjut dari saya," ujar Menteri Pertahanan Belanda Jeanine Antoinette Hennis-Plasschaert seperti dikutip detikcom dari RTL Late Night.

Sementara itu, berdasarkan pernyataan resmi Kementerian Belanda, bangkai kapal HMNLS De Ruyter dan HMNLS Java hilang keseluruhan. Bagian terbesar HMNLS Kortenaer juga dinyatakan hilang. Ketiga kapal perang itu ditemukan oleh penyelam amatir pada tahun 2002 lalu, 60 tahun setelah kapal itu tenggelam.

Isu hilangnya kapal Belanda ini merebak menjelang kedatangan Perdana Menteri Mark Rutte akan kembali melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pekan depan, dari tanggal 21 hingga 24 November 2016. (tfq/nwk)

  detik