Tampilkan postingan dengan label Kapal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 November 2016

Indonesia Tolak Tuduhan Lalai Atas Bangkai Kapal Perang

Pemerintah dan militer Indonesia menolak disalahkan atas lenyapnya bangkai kapal perang Belanda dan Inggris, yang tenggelam di Laut Jawa tahun 1942. Kedua negara memrotes Indonesia karena kasus itu.ilustrasi pertempuran di laut Jawa [istimewa]

Pemerintah Indonesia dan Angkatan Laut menolak disalahkan atas lenyapnya enam bangkai kapal Inggris dan Belanda yang ditenggelamkan Jepang di Laut Jawa selama Perang Dunia II.

"Pemerintah Belanda tidak bisa menyalahkan pemerintah Indonesia karena mereka tidak pernah meminta kami untuk melindungi kapal-kapal mereka," kata Bambang Budi Utomo, Kepala Pusat Arkeologi Nasional di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Karena tidak ada kesepakatan atau pengumuman ketika kapal-kapal itu hilang, jadi itu bukan tanggung jawab kami," tambahnya.

Angkatan Laut Republik Indonesia menyatakan, bangkai kapal-kapal PD II milik Belanda dan Inggris memang tidak seharusnya diganggu, namun hal bukan tanggung jawab Indonesia untuk melindunginya.

Angkatan Laut Indonesia tidak dapat memantau semua wilayah sepanjang waktu,” kata juru bicara Angkatan Laut Indonesia Gig Jonias Mozes Sipasulta kepada kantor berita AFP.

Kalau mereka bertanya mengapa kapal-kapal itu hilang, saya akan bertanya balik, mengapa mereka tidak menjaga kapal-kapalnya?,” kata Sipasulta.

Pemerintah Belanda sebelumnya menuntut jawaban dari Indonesia atas hilangnya bangkai kapal-kapal perang mereka, antara lain Hr Ms De Ruyter yang panjangnya 170 meter.

Niederlande Kriegsschiff De Ruyter Koninklijke Marine (picture-alliance/arkivi)Kapal perang andalan Belanda "De Ruyter" sepanjang 170 meter yang ditenggelamkan Jepang di Laut Jawa tahun 1942

Kapal-kapal itu tenggelam tahun 1942 dalam perang laut besar di Laut Jawa antara Jepang dan angkatan laut Sekutu, yang terdiri dari Belanda, Inggris, Amerika Serikat dan Australia. Sekitar 1200 tentara dan pegawai administrasi Belanda tewas saat itu.

Penyelam amatir masih melihat bangkai kapal-kapal itu 15 tahun lalu. Belanda tahun depan bermaksud membuat acara peringatan 72 tahun peristiwa itu dan mendirikan monumen nasional.

Namun ternyata, tim ekspedisi internasional yang dikirim ke lokasi tenggelamnya kapal-kapal itu tidak menemukan bangkai-bangkainya, hanya ada tanda-tanda bahwa kapal pernah tenggelam di lokasi itu.

Selain Belanda, Inggris juga mempertanyakan hilangnya bangkai kapal-kapal perang milik mereka dan menuntut investigasi untuk menyelidiki apa yang terjadi.

Bambang Budi Utomo mengatakan, Indonesia tidak punya sumber daya untuk melakukan pengawasan dan patroli secara permanen karena daerah kepualauan yang sangat luas.

Kalangan pengamat memperkirakan, bangkai kapal itu sudah dijarah dan dipreteli untuk dijual sebagai besi tua.

"Penjarahan benar-benar terjadi dalam skala besar, tidak hanya pada bangkai kapal Perang Dunia II ini, tetapi juga pada bangkai kapal-kapal kuno," kata Veronique DeGroot, arkeolog yang sekarang bermukim di Jakarta.

"Penjarahannya sudah berlangsung selama bertahun-tahun, sampai bangkai kapal besar bisa menghilang," katanya.

Bangkai kapal perang dan kuburan perang dilindungi oleh hukum internasional yang melarang pencemaran lokasi dan bangkai kapal perang. [hp (afp,dpa)]
 

  DW  

Jumat, 18 November 2016

[Foto] Konsep Tank Boat X18

☠ Produk Bersama PT Pindad, Lundin dan CMI Beberapa hari lalu beredar foto ilustrasi Tank Boat X18 produk bersama PT Lundin, PT Pindad dan CMI Belgia.

Kapal patroli yang dipersenjatai dengan meriam kaliber 105 mm rancangan CMI Belgia ini, bisa digunakan sebagai wahana bantuan tempur amfibi pendaratan pasukan bersenjata lengkap di pantai.

Tank Boat X18 didesain untuk 4 kru dan dapat menampung sekitar 20 pasukan tempur. Dengan desain Catamaran yang berlunas ganda, kapal dapat dengan mudah mendekati bibir pantai di perairan dangkal ataupun di sungai.

 Foto diposkan di defence.pk dari situs tank boat : 

8

9
10

  Garuda Militer  

[World] Government Should Ask Singapore And Indonesia for Help

RSS Resolution 210 Singapore Navy [Defence.pk]

New Zealand First congratulates the government for accepting the assistance of overseas militaries, but is puzzled why Singapore and Indonesia haven’t been asked given landing ships of those two navies are in New Zealand right now.

If the intention is to get people out of Kaikoura and to get heavy earthmoving equipment in, along with food and water, then landing ships are purpose designed,” says Ron Mark, New Zealand First Defence Spokesperson and Deputy Leader.

These vessels can generate fresh water, have kitchens capable of preparing bulk meals and offer medical facilities too. They are floating sea bases and could support and accommodate emergency workers too.

Singapore’s RSS Resolution and Indonesia’s KRI Banda Aech are here now for the Navy’s 75th and could have easily sailed with HMNZS Canterbury.

115550_33968_KRI_Banda_Aceh___Kolinlamil.jpgKRI Banda Aceh 593 Indonesia Navy [Defence.pk]

RSS Resolution usually embarks two helicopters whereas our NH90’s are still not cleared to land on a ship at sea. The Singaporeans, in concert with the United States Navy, would have supplied four naval helicopters.”

“Additionally, Resolution has an internal floodable well dock, which means she can operate her landing craft in rough water. Our HMNZS Canterbury is a converted ferry so doesn’t feature this and is limited to deploying her landing craft in calm seas.”

“As each landing craft can carry 50 tonnes, about the weight of a Fonterra tanker, it means a lot of food, water and equipment could be landed. This gear is needed for the rebuild phase to help repair Kaikoura’s links from the inside out.


“We just want to know why these vessels, purpose built for humanitarian and disaster relief, are in Auckland when the need is in Kaikoura,” Mr Mark said.

  Scoop  

Kamis, 17 November 2016

Bangkai Kapal Perang Inggris dan AS Juga Lenyap di Laut Jawa

[Foto: Royal Navy Official Photographer]

Tidak hanya bangkai kapal perang Belanda yang hilang di Laut Jawa, bangkai kapal perang Inggris dan AS juga hilang. Pihak Inggris telah meminta pemerintah Indonesia menyelidiki masalah ini dengan serius.

Diberitakan oleh Dailymail.co.uk Jumat (18/11/2016), bangkai kapal-kapal perang Inggris yaitu HMS Exeter, kapal perusak HMS Encounter dan HMS Electra, juga ikut hilang bangkainya. Ketiganya karam setelah bertempur dengan pasukan Jepang pada bulan Maret 1942.

"Kami telah menghubungi pihak berwenang di Indonesia untuk mengekspresikan perhatian serius kami dan meminta mereka untuk menyelidiki laporan dan mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi situs dari gangguan yang lebih jauh," ujar seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris.

Dia menambahkan, penodaan terhadap bangkai kapal perang menyebabkan penderitaan bagi orang-orang yang ditinggalkan dan merupakan pelanggaran hukum internasional.

Bahkan sebuah bangkai kapal selam Amerika Serikat (AS) juga hilang tak jelas rimbanya. Pemerintah Inggris mengutuk hilangnya bangkai kapal perang itu.

"Pemerintah Inggris mengecam gangguan tidak sah pada setiap kapal karam yang berisi sisa-sisa jasad manusia," tegas juru bicara Kementerian Pertahanan Pemerintah Inggris.

Sebelumnya, pemerintah Belanda mengungkapkan kesedihannya atas hilangnya 3 bangkai kapal perang miliknya di Laut Jawa.

Ketiga kapal perang Belanda itu adalah Hr.Ms. De Ruyter, Hr.Ms. Java dan Hr.Ms. Kortenaer yang tenggelam pada Pertempuran Laut Jawa 1942. Ketiganya tenggelam saat menghadang invasi Jepang ke Pulau Jawa.

Menurut Kementerian Pertahanan Belanda, dua dari tiga bangkai kapal perang tersebut yakni Hr.Ms. De Ruyter dan Hr.Ms. Java hilang seluruhnya. Sedangkan kapal Hr. Ms. Kortenaer masih ada sisanya sebagian. (tfq/nwk)
Inggris Duga Diambil Pemulung Besi[Royal Navy Official Photographer]

Bangkai kapal perang Belanda, Inggris dan juga kapal selam Amerika Serikat (AS) hilang di Laut Jawa. Hilangnya bangkai kapal itu diduga diambil oleh kelompok pemulung besi tua.

Dilansir Dailymail.co.uk, Jumat (18/11/2016), pihak Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Inggris menduga hilangnya bangkai kapal ini dikarenakan telah diambil oleh para pemulung besi tua ilegal.

"Bangkai (kapal) itu nyaris semua dipindahkan dari dasar laut oleh pemulung besi ilegal," demikian kecaman yang dikeluarkan oleh Kemenhan Inggris.

Bangkai kapal-kapal perang Inggris yaitu HMS Exeter, kapal perusak HMS Encounter dan HMS Electra tenggelam di Laut Jawa setelah bertempur dengan pasukan Jepang pada bulan Maret 1942.

"Kami telah menghubungi pihak berwenang di Indonesia untuk mengekspresikan perhatian serius kami dan meminta mereka untuk menyelidiki laporan dan mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi situs dari gangguan yang lebih jauh," ujar juru bicara Kemenhan Inggris.

 Bangkai Kapal Perang Inggris dan AS Juga Lenyap di Laut JawaBangkai Kapal Perang Inggris dan AS Juga Lenyap di Laut Jawa [Royal Navy Official Photographer]

Ratusan tentara Inggris tewas saat ketiga kapal ditenggelamkan. Dari 173 Orang yang berasal dari kapal HMS Electra, hanya 54 selamat dan delapan orang tewas ketika HMS kapal Encounter tenggelam. Sementara itu, sebagian besar orang selamat di HMS Exeter setelah diselamatkan oleh pihak Jepang.

Tuduhan keterlibatan kelompok pencuri besi tua juga disuarakan oleh pihak Belanda yang 3 bangkai kapal perangnya juga hilang di Laut Jawa. Kabinet Belanda, dilansir NRC, menyampaikan keprihatinannya dan menyebut penjamahan atas ketiga bangkai kapal perang tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional.

Mengenai kejadian ini, Belanda telah memberi tahu negara-negara terkait antara lain Amerika Serikat, Inggris, Australia dan Indonesia. Selanjutnya Belanda mengupayakan investigasi atas hilangnya ketiga bangkai kapal perangnya itu.

"Kita prihatin atas apa yang terjadi, sebab ini menyangkut 'makam perang' yang harus dihormati. Saya mesti menunggu hasil investigasi, setelah itu anda akan tahu lebih lanjut dari saya," ujar Menteri Pertahanan Belanda Jeanine Antoinette Hennis-Plasschaert seperti dikutip detikcom dari RTL Late Night.

Sementara itu, berdasarkan pernyataan resmi Kementerian Belanda, bangkai kapal HMNLS De Ruyter dan HMNLS Java hilang keseluruhan. Bagian terbesar HMNLS Kortenaer juga dinyatakan hilang. Ketiga kapal perang itu ditemukan oleh penyelam amatir pada tahun 2002 lalu, 60 tahun setelah kapal itu tenggelam.

Isu hilangnya kapal Belanda ini merebak menjelang kedatangan Perdana Menteri Mark Rutte akan kembali melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pekan depan, dari tanggal 21 hingga 24 November 2016. (tfq/nwk)

  detik  

Rabu, 16 November 2016

[Dunia] Jepang Beri Malaysia Dua Kapal Patroli

➶ Siap Awasi Laut China SelatanIlustrasi Kapal Coast Guard Jepang [google]

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Rabu (16/11/2016) menyatakan, Tokyo akan memberi Malaysia dua kapal patroli.

Pemberitan itu disambut Perdana Menteri Malaysia Najib Razak sebagai bantuan untuk meningkatkan ketenangan di Laut China Selatan, seperti dilaporkan Reuters.

Najib, yang menjadi tamu Jepang, tiba pada Selasa (15/11/2016), dalam kunjungan hanya beberapa pekan setelah berada di China dalam kunjungan enam hari, tempat ia setuju membeli empat kapal patroli China dalam kesepakatan berarti pertama pertahanan negaranya dengan China.

"Perjanjian hari ini ialah Jepang bersedia menyerahkan dua kapal patroli bekas untuk badan keamanan laut kami, yang menunjukkan sifat hubungan kami sekarang bercakupan luas," kata Najib.

Malaysia, bersama tiga anggota ASEAN, yakni Filipina, Vietnam, dan Brunei, termasuk di antara negara yang terlibat saling klaim dengan China atas Laut China Selatan. China mengaku hampir seluruh perairan itu sebagai wilayahnya.

Najib mengatakan, pembicaraan dengan Abe menyentuh masalah itu.

Ia menambahkan, "Malaysia terus memainkan perannya untuk memastikan Laut China Selatan menjadi wilayah damai dan tenang, yang tanpa itu, kami tidak dapat mencapai kemakmuran."

Pembicaraan juga termasuk rencana jalur kereta cepat Singapura dengan Kuala Lumpur, Malaysia, yang akan dibangun pada 2026 dan dua bertetangga itu akan menyelesaikan perjanjian dwipihaknya pada Desember.

Jepang menyatakan minatnya pada pembangunan itu dan Najib mengatakan meyakinkan Abe bahwa lelang akan dilakukan secara adil dan terbuka.

   Kompas  

Senin, 14 November 2016

[Dunia] Korvet Siluman Myanmar

⚓️ UMS Tabinshwehti 773 UMS Tabinshwehti 773 sedang diujicoba [AAG]

Peneliti senior dari Korea Defense and Security Forum (KODEF), Kim Min Seok, mengatakan bahwa kapal baru siluman Angkatan Laut Myanmar UMS Tabinshwehti 773, memiliki kemiripan dan berkaitan dengan kapal dari Armada Barat Korea Utara.

Kapal itu dikembangkan dari desain kapal Anawratha class (diberitakan sebelumnya 2 kapal telah dibangun bernama UMS Anawratha 771 dan UMS Bayinnaung 772). Laporan lebih lanjut menyatakan bahwa Angkatan Laut Myanmar saat ini sedang membangun satu korvet siluman baru, Tabinshwehti class.

Sementara itu kapal frigat siluman Myanmar telah selesai dan digunakan Angkatan Laut, diantaranya kapal dari jenis Kyansittha class bernama adalah F12 UMS Kyansittha dan F14 UMS Sinbyushin.

Spesifikasi senjata UMS Tabinshwehti 773 terdiri dari meriam utama Oto Melara 76/62 dari Italia. Meriam AK-630 dan rudal jarak pendek permukaan-ke-udara dari Rusia. Rudal C-802A dan torpedo dari Cina. Kapal ini juga dilengkapi dengan helipad, namun tanpa hanggar di kapal. [AAG]

  ⚓️ Garuda Militer  

Sabtu, 12 November 2016

★ Palindo Bangun Lima Kapal Kenavigasian

Selesai Juni 2017 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQApg6QXwu9m8wW6Lq2Yi1Dhi1bn7JafmvnjXhcSDWkU7O-L1SQHLsFPAMvDKlzJ_m3j4rCaO6yi6bn0TGlxEdXcxdtxh7mlWcL3POw_-CQV0nP97Rwp8p8guT9J4lTF5h-k7p_kkbAX0h/s1600/palindo.jpgKapal kenavigasian produksi Palindo Marine Shipyard

Pembangunan lima unit kapal kelas 1 kenavigasian di galangan kapal PT Palindo Marine sudah tahap 80 persen. Diperkirakan proyek senilai Rp 618,25 miliar ini selesai Mei – Juni 2017.

Hal itu dikatakan Dirut PT Palindo Marine Shipyard, Harmanto melalui Agus Efendi, staf engenering PT Palindo Marine saat menerima rombongan wartawan Kementerian Perhubungan di galangan kapalnya di Batam, Sabtu (12/11/2016).

Kita akan manargetkan waktu pengerjaan hanya dalam 549 hari atau lebih cepat 111 hari dari masa kontrak pengerjaan 660 hari yang harusnya selesai Desember 2017,” kata Agus. “Proyek ini mulai ditandatangani 22 Pebruari 2016.”

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJiap9XXCS-lJtbRPvNCjXed2QsZJyh4hnqe_WkNT95aXmRaiUP72Ld0PZ7B172UJ8knxxx4rXAygzeVT_FJ3CS-LLx0B-Igj2r6xXmg4BSvanM0DorxfCvgQUsEQ4NJ_1jYY-wZXADiI/s400/palindo.jpgDikatakannya, pembangunan kapal kelas 1 Kenavigasian dilakukan oleh 200 SDM tenaga kerja dari Indonesia tanpa ada orang asingnya yang kebanyakan sarjana dari ITS Surabaya. “SDM kami bahkan sudah mampu membangun kapal yang lebih besar berukuran 150 meter pesanan Bakamla,” ujar Agus.

Ditambahkannya perusahaannya setiap tahunnya mendapat pesanan pembangunan kapal baru sekitar 20 unit dan kebanyakan pesanan dari proyek kementerian seperti Kementerian Perhubuhungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ditjen Beacukai, TNI AL, Basarnas, Bakamla, termasuk sejumlah kapal penyebarangan ferry.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEif3BbjaboSv5sWsAcoF32R4GZ92nPrPFO2Q0rAxgz7C-lJKyZCX6v7KcJChCDFddGPzweehEQFbESaTzMvPb5xpaFOiWLBb2woScQBKWxppurn15NQX9SSsfuH0sQsZ8LjW2LbkjnoUqrd/s1600/kapal-selam-22-m-3.jpgDalam waktu dekat Palindo Marine juga akan membangun kapal selam pesanan TNI AL yang sudah tahap perancangan bangunan kapal.

Direktur Navigasi Ditjen Perhubungan laut melalui Kasi pembagunan armada pangkalan Faisal yang hadir mendampingi rombongan menyebutkan secara keseluruhan untuk anggaran 2016/2017 Kemenhub melakukan pengadaan kapal kanavigasian sebanyak 20 unit rinciannya 5 kapal pengamat perambuan dan 15 kapal induk perambuan/kelas 1.

Dari 20 kapal, lima diantaranya dibangun di PT Palindo Marine Batam dan sisanya di galangan lainnya di Surabaya.

Kasi pembagunan armada pangkalan Faisal dan Agus Efendi, staf engenering PT Palindo Marine saat menerima rombongan Kementerian Perhubungan. (dwi)Kapal yang dibuat dua paket yakni paket A tiga unit senilai Rp 337 miliar dan paket B Rp 247 miliar tersebut nantinya berfungsi mengawasi sistem kenavigasian dan perawatan rambu-rambu laut di seluruh alur pelabuhan di perairan Indonesia, sehingga diperlukan kualitas yang benar-benar terjamin.

Kelima kapal yang sedang dibuat di Palindo Marine memiliki panjang 60 meter, lebar 12 meter, panjang perpendicular 54 meter, tinggi 3,5 meter, sarat max 3,5 meter, Vs 100 persen MCR 15 knot dengan jarak jelajah kapal 4000 nautical mile.

Yang sudah selesai dua kapal perambuan telah dioperasikan di Sabang dan Jayapura. Sedangkan kapal perambuan lainnya Kapal Enggano akan diserahkan ke Tanjung Priok, Karimun Jawa ke Semarang, dan kapal Pengiki ke Pontianak.

Selama pembuatan kapal kata Faisal juga telah dilakukan pengawasan dari biro klasifikasi Indonesia (BKI), konsultan independen dan pegecekan oleh instansi terkait sehingga dapat terkontrol bila ada penyimpangan. (dwi)

  Poskota  

Jumat, 11 November 2016

DCNS Tawarkan OPV 90 dan Gowind 2500

Untuk kebutuhan TNI ALhttp://www.janes.com/images/assets/436/65436/p1651693.jpgModel Gowind 2500 di Indo Defence 2016 [IHS Jane]

DCNS menawarkan dua desain kapal permukaan untuk memenuhi kebutuhan Indonesia. Proposal disertai dengan tawaran transfer teknologi dan pengetahuan teknis untuk industri lokal.

Desain OPV 90 dan Gowind 2500 ditawarkan sebagai kebutuhan TNI AL. Sebanyak dua unit kapal patroli lepas pantai (OPV) dan kemungkinan dua fregat tambahan untuk platform SIGMA 10514.

Berbicara kepada IHS Jane dalam pameran Indo Defence 2016 di Jakarta, pejabat DCNS menegaskan bahwa galangan kapal akan berpartisipasi dalam kompetisi ini. Tender formal untuk proyek besar ini diharapkan akan dikeluarkan pada tahun 2017.

Gowind corvette [DCNS]

Spesifikasi OPV yang ditawarkan mempunyai panjang 87 m, lebar 13,6m dan draft  3.2 m. Kapal dapat menampung sekitar 60 kru, termasuk pasukan khusus dan terdapat helicopter deck dengan kapasitas 10 tons tanpa hanggar.

Kecepatan OPV sekitar 21 kt dengan jarak jelajah 8.000 nm pada kecepatan 12 kt selama 21 hari. Menurut DCNS, OPV 90 didesain sebagai Gowind corvette telah digunakan AL Perancis, L'Adroit (P 275).

Sedangkan frigat Gowind 2500 memiliki panjang lebih dari 100 m, lebar 16 dan draft 5.4 m. Kapal dipersenjatai dengan 16 tabung vertical launch system (VLS), sonar dilambung, peluncur torpedo dan meriam utama kaliber 76 mm.

"Salah satu kredit dalam project ini, adalah kami memiliki rekamam jejak yang baik dengan partner industri lokal dalam pengiriman kapal," ungkap Fabrice Honore, direktur DCNS Indonesia. [IHS Jane]

 ♖ Garuda Militer  

Kamis, 10 November 2016

[Dunia] Kapal Perang Rusia Usir Kapal Selam Belanda

Di Laut MediteraniaKapal perang Rusia usir kapal selam Belanda di Laut Mediterania. [Foto/Istimewa]

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov mengatakan, dua kapal angkatan laut Rusia melihat kapal selam kelas Walrus pada Rabu (9/11/2016). Kapal tersebut berjarak 11 mil laut dari kapal induk Admiral Kuznetsov dan kapal pengawalnya.

"Kapal perusak telah melacak kapal selam itu selama lebih dari satu jam, menggunakan helikopter anti kapal selam, sebelum memaksanya untuk meninggal daerah itu," katanya seperti dikutip dari Belfast Telegraph, Kamis (10/11/2016).

Konashenkov menambahkan bahwa kapal selam itu terlihat "canggung" untuk bermanuver di dekat skuadron Rusia yang bisa mengakibatkan kecelakaan. Skuadron Rusia sendiri sebelumnya telah melihat beberapa kapal selam NATO, termasuk kapal selam nuklir Amerika Serikat (AS) kelas Virginia, dalam perjalanan ke perairan Mediterania timur.

Seorang pejabat NATO mengatakan bahwa angkatan laut aliansi bentukan AS itu telah memantau armada Rusia dalam beberapa pekan terakhir dengan teratur dan bertanggung jawab. Namun ia menolak untuk menguraikan bagaimana NATO melakukan hal tersebut.

Kapal induk Laksamana Admiral Kuznetsov ditemani kapal bertenaga nuklir Peter the Great yang merupakan kapal penjelajah dengan rudal besar dan beberapa kapal lainnya menjalankan misi di pantai Suriah. Ini adalah penyebaran terbesar angkatan laut Rusia sejak runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991.

NATO telah menyatakan keprihatinannya dan mengatakan langkah itu bisa pertanda peningkatan jumlah serangan udara Rusia di Suriah, khususnya di sekitar kota yang terkepung Aleppo. (ian)

  ★ SINDOnews  

Rabu, 09 November 2016

[Dunia] Rusia Tawarkan Ekspor Korvet Anti Kapal Selam

⚓️ Pengganti Parchim Class Kapal Perang ASW Project 23420 corvette. [almaz]

Almaz Central Marine Design Bureau mengembangkan Project 23420, yakni proyek kapal perang kecil dengan kemampuan anti kapal selam (ASW) yang dipersenjatai dengan sistem Paket-NK yang ditawarkan kepada angkatan laut Asia Tenggara.

Sebenarnya proyek ini adalah tawaran untuk pelanggan asing, bukan untuk Angkatan Laut Rusia”, jelas Dmitry Tsygankov, kepala pemasaran dan departemen informasi teknis ilmiah di biro desain Almaz.

Menurut dia, desainer menganggap Asia Tenggara sebagai pasar utama tetapi terbuka untuk kerjasama dengan pelanggan di seluruh dunia.

Andrey Frolov, seorang ahli senjata kelautan dan pemimpin redaksi majalah The Arms Exports mengatakan Angkatan Laut Rusia saat ini tidak membutuhkan kapal tersebut.

Kami memiliki berbagai jenis korvet, kita sebut mereka berbeda tapi intinya adalah sama. Hal yang berlebihan jika dikembangkan diluar proyek yang ada”, menurut sudut pandang Frolov.

Sumber juga mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan melakukan transfer lisensi untuk membangun serangkaian kapal tersebut ke pelanggan asing potensial.

Spesifikasi kapal, memiliki berat 1.300 ton, panjang 75 meter dan lebar 13 meter serta kecepatan maksimum diharapkan mencapai 30 knot.

Korvet akan dipersenjatai dengan meriam, baik AK-176MA kaliber 76 mm atau AK-306 kaliber 30 mm dengan rudal antipesawat ZM-47 Gibka, dua senapan mesin 12,7 mm dan sistem torpedo anti kapal selam Paket-E / NK atau sistem rudal dan bom anti kapal selam RPK-8E. Sebuah UAV juga bisa ditempatkan di dek kapal.

Saat ini, Angkatan Laut Rusia mengoperasikan korvet Project 20380 yang dilengkapi dengan sistem senjata anti kapal selam Paket-NK. Dan juga dipasang pada Project 22350, fregat yang saat ini sedang dibangun. [Mil Today]

  ⚓️ Garuda Militer  

PT DKB Lanjutkan Pengerjaan LST TNI AL

Yang Sempat Tertunda Karena Dana https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_DVB7H5c4YG2NdAXcNI7uhEiI_QdzJtxMmo435qm6yzXtiKuMXm2AJYOu91LGoXP2Q2AcEAyoRnLzJMWAU44FUvQKnbEmXtONHavVLC9R_adcvUzZ1QuEDMpOHtYo2-s9hxYutrTP80k/s400/a_003.jpgKRI 518 sempat sea trial [Anas Nurhafidz]

Galangan kapal Indonesia PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (PT DKB) kembali melanjutkan pekerjaan dua kapal Landing Ship Tank (LST) untuk TNI AL.

Kapal dengan nomor lambung 518 dan 519 awalnya dijadwalkan untuk dikirim pada bulan Oktober 2014. Namun, hanya satu kapal yang telah diluncurkan sejauh ini, ungkap seorang pejabat perusahaan kepada IHS Jane di pameran Indo Defence 2016 di Jakarta.

Kondisi terakhir LST ke-2 yang dibuat oleh PT DKB, nantinya akan memakai nomor lambung KRI 519 [ARC]

Ada beberapa tantangan keuangan yang berkaitan dengan kontrak dalam tahap awal yang berada di luar kendali kita, dan pekerjaan untuk sementara dihentikan,” kata Eddy di stand PT DKB di Indo Defence 2016. [IHS Jane]

  Garuda Militer  

Selasa, 08 November 2016

[Foto] Kapal Perang Produksi PT PAL

Kapal SSV kedua pesanan Filipina dan PKR 10514 kedua pesanan TNI AL Penampakan aktifitas pekerja PT PAL menyelesaikan kapal perang pesanan Filipina dan TNI AL di Surabaya.


Sejumlah pekerja beraktivitas di dekat kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) di Galangan Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (8/11). [ANTARA FOTO/Irfan Anshori/foc/16.]

Kapal perang kedua pesanan Filipina yang pengerjaannya sudah memasuki tahap pemasangan akomodasi (outfitting) tersebut diperkirakan selesai lebih cepat dua bulan dari target yang ditentukan sebelumnya yakni Mei 2017. [ANTARA FOTO/Irfan Anshori/foc/16.]
Kapal Perang Jenis Perusak Kawal Rudal

Kapal perang jenis Perusak Kawal Rudal (PKR)-2 KRI I GUSTI NGURAH RAI-332 di Galangan Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (8/11). [ANTARA/Irfan Anshori]
Kapal Perang Jenis Perusak Kawal Rudal

Kapal PKR-2 tersebut merupakan kapal canggih kelas frigate yang dikerjakan bersama (Joint Production) antara PT PAL dengan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) Belanda untuk Kementerian Pertahanan. [ANTARA/Irfan Anshori]
Dikerjakan bersama antara PT PAL dengan Damen Schelde Naval Shipbuilding Belanda

Ditargetkan selesai pengerjaannya pada bulan Oktober tahun 2017. [ANTARA/Irfan Anshori]
  Garuda Militer