Tampilkan postingan dengan label Kapal Selam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapal Selam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 November 2016

★ Palindo Bangun Lima Kapal Kenavigasian

Selesai Juni 2017 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQApg6QXwu9m8wW6Lq2Yi1Dhi1bn7JafmvnjXhcSDWkU7O-L1SQHLsFPAMvDKlzJ_m3j4rCaO6yi6bn0TGlxEdXcxdtxh7mlWcL3POw_-CQV0nP97Rwp8p8guT9J4lTF5h-k7p_kkbAX0h/s1600/palindo.jpgKapal kenavigasian produksi Palindo Marine Shipyard ☆

Pembangunan lima unit kapal kelas 1 kenavigasian di galangan kapal PT Palindo Marine sudah tahap 80 persen. Diperkirakan proyek senilai Rp 618,25 miliar ini selesai Mei – Juni 2017.

Hal itu dikatakan Dirut PT Palindo Marine Shipyard, Harmanto melalui Agus Efendi, staf engenering PT Palindo Marine saat menerima rombongan wartawan Kementerian Perhubungan di galangan kapalnya di Batam, Sabtu (12/11/2016).

“Kita akan manargetkan waktu pengerjaan hanya dalam 549 hari atau lebih cepat 111 hari dari masa kontrak pengerjaan 660 hari yang harusnya selesai Desember 2017,” kata Agus. “Proyek ini mulai ditandatangani 22 Pebruari 2016.”

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJiap9XXCS-lJtbRPvNCjXed2QsZJyh4hnqe_WkNT95aXmRaiUP72Ld0PZ7B172UJ8knxxx4rXAygzeVT_FJ3CS-LLx0B-Igj2r6xXmg4BSvanM0DorxfCvgQUsEQ4NJ_1jYY-wZXADiI/s400/palindo.jpgDikatakannya, pembangunan kapal kelas 1 Kenavigasian dilakukan oleh 200 SDM tenaga kerja dari Indonesia tanpa ada orang asingnya yang kebanyakan sarjana dari ITS Surabaya. “SDM kami bahkan sudah mampu membangun kapal yang lebih besar berukuran 150 meter pesanan Bakamla,” ujar Agus.

Ditambahkannya perusahaannya setiap tahunnya mendapat pesanan pembangunan kapal baru sekitar 20 unit dan kebanyakan pesanan dari proyek kementerian seperti Kementerian Perhubuhungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ditjen Beacukai, TNI AL, Basarnas, Bakamla, termasuk sejumlah kapal penyebarangan ferry.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEif3BbjaboSv5sWsAcoF32R4GZ92nPrPFO2Q0rAxgz7C-lJKyZCX6v7KcJChCDFddGPzweehEQFbESaTzMvPb5xpaFOiWLBb2woScQBKWxppurn15NQX9SSsfuH0sQsZ8LjW2LbkjnoUqrd/s1600/kapal-selam-22-m-3.jpgDalam waktu dekat Palindo Marine juga akan membangun kapal selam pesanan TNI AL yang sudah tahap perancangan bangunan kapal.

Direktur Navigasi Ditjen Perhubungan laut melalui Kasi pembagunan armada pangkalan Faisal yang hadir mendampingi rombongan menyebutkan secara keseluruhan untuk anggaran 2016/2017 Kemenhub melakukan pengadaan kapal kanavigasian sebanyak 20 unit rinciannya 5 kapal pengamat perambuan dan 15 kapal induk perambuan/kelas 1.

Dari 20 kapal, lima diantaranya dibangun di PT Palindo Marine Batam dan sisanya di galangan lainnya di Surabaya.

Kasi pembagunan armada pangkalan Faisal dan Agus Efendi, staf engenering PT Palindo Marine saat menerima rombongan Kementerian Perhubungan. (dwi)Kapal yang dibuat dua paket yakni paket A tiga unit senilai Rp 337 miliar dan paket B Rp 247 miliar tersebut nantinya berfungsi mengawasi sistem kenavigasian dan perawatan rambu-rambu laut di seluruh alur pelabuhan di perairan Indonesia, sehingga diperlukan kualitas yang benar-benar terjamin.

Kelima kapal yang sedang dibuat di Palindo Marine memiliki panjang 60 meter, lebar 12 meter, panjang perpendicular 54 meter, tinggi 3,5 meter, sarat max 3,5 meter, Vs 100 persen MCR 15 knot dengan jarak jelajah kapal 4000 nautical mile.

“Yang sudah selesai dua kapal perambuan telah dioperasikan di Sabang dan Jayapura. Sedangkan kapal perambuan lainnya Kapal Enggano akan diserahkan ke Tanjung Priok, Karimun Jawa ke Semarang, dan kapal Pengiki ke Pontianak.“

Selama pembuatan kapal kata Faisal juga telah dilakukan pengawasan dari biro klasifikasi Indonesia (BKI), konsultan independen dan pegecekan oleh instansi terkait sehingga dapat terkontrol bila ada penyimpangan. (dwi)

  ★ Poskota  

Kamis, 10 November 2016

[Dunia] Kapal Perang Rusia Usir Kapal Selam Belanda

Di Laut MediteraniaKapal perang Rusia usir kapal selam Belanda di Laut Mediterania. [Foto/Istimewa] ★

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov mengatakan, dua kapal angkatan laut Rusia melihat kapal selam kelas Walrus pada Rabu (9/11/2016). Kapal tersebut berjarak 11 mil laut dari kapal induk Admiral Kuznetsov dan kapal pengawalnya.

"Kapal perusak telah melacak kapal selam itu selama lebih dari satu jam, menggunakan helikopter anti kapal selam, sebelum memaksanya untuk meninggal daerah itu," katanya seperti dikutip dari Belfast Telegraph, Kamis (10/11/2016).

Konashenkov menambahkan bahwa kapal selam itu terlihat "canggung" untuk bermanuver di dekat skuadron Rusia yang bisa mengakibatkan kecelakaan. Skuadron Rusia sendiri sebelumnya telah melihat beberapa kapal selam NATO, termasuk kapal selam nuklir Amerika Serikat (AS) kelas Virginia, dalam perjalanan ke perairan Mediterania timur.

Seorang pejabat NATO mengatakan bahwa angkatan laut aliansi bentukan AS itu telah memantau armada Rusia dalam beberapa pekan terakhir dengan teratur dan bertanggung jawab. Namun ia menolak untuk menguraikan bagaimana NATO melakukan hal tersebut.

Kapal induk Laksamana Admiral Kuznetsov ditemani kapal bertenaga nuklir Peter the Great yang merupakan kapal penjelajah dengan rudal besar dan beberapa kapal lainnya menjalankan misi di pantai Suriah. Ini adalah penyebaran terbesar angkatan laut Rusia sejak runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991.

NATO telah menyatakan keprihatinannya dan mengatakan langkah itu bisa pertanda peningkatan jumlah serangan udara Rusia di Suriah, khususnya di sekitar kota yang terkepung Aleppo. (ian)

  ★ SINDOnews  

Indonesia Akan Memesan Lagi Kapal Selam

Setelah memesan tiga kapal selam dari Korea Selatan, Indonesia berencana membeli tiga unit lagi sebagai bagian dari program kekuatan minimum essential (MEF) negara.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRzV3O2h6dZ7dLGjzuJoNltCuSERxnQdj4A-oXTFx41MX4A2-ZKmIKEZxk90lEnvHLGhXhkXT6ZhKnDe2dPfxPMLBZ461unVSqgkRSUs5fUJ3ADf9RoO58uBkvzioqu6TdS-LaS2LJo_vF/s1600/peluncuran-kapal-selam-ke-2-indonesia-oleh-dsme-2+%2528kaskus+militer%2529.jpgBold and Beauty, KRI 404 Trisula [TNI AL]

Komite Pertahanan Kebijakan Industri (KKIP) mengatakan Indonesia belum memutuskan dari mana produsen kapal selam yang akan dipesan lagi.

"Yang pertama, kedua dan ketiga kapal selam dikembangkan di Korea Selatan," ungkap Kepala departemen korporasi dan pemasaran KKIP Laksamana (Purn) Yussuf Sollichien kepada The Jakarta Post di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan Indonesia belum memutuskan, apakah akan membeli tiga kapal selam dari Korea Selatan.

http://cdn.newsapi.com.au/image/v1/782148b47bf560941182bd5d9ee84065Ilustrasi kapal frigat multirole Iver Huitfeldt [newsapi]

Indonesia telah memesan tiga jenis 209/1400 Chang Bogo class, kapal selam serang diesel dari perusahaan pertahanan Korea Daewoo Shipbuilding and Marine engineering (DSME).

Angkatan Laut saat ini mengoperasikan dua kapal selam buatan Jerman, KRI Cakra (401) dan KRI Nenggala (402), yang dibangun pada 1980-an. Kapal selam yang dijadwalkan akan dinonaktifkan pada tahun 2020.

Selain tiga kapal selam baru, Indonesia juga berencana untuk membeli kapal frigat rudal dan kapal cepat rudal.

"Indonesia tidak ingin menurunkan persyaratan operasional dan teknis, jadi kami akan membeli dari luar negeri. Namun, kita perlu transfer teknologi [ToT] sebagai yang diamanatkan oleh undang-undang," kata Yussuf. [The Jakarta Post]

 ♖ Garuda Militer  

Rabu, 09 November 2016

Len Jajaki Kerjasama Internasional

Tandatangani 3 MoU https://elshinta.com/upload/article/_4083939658.jpgPT Len Industri (Persero) menandatangani tiga MoU kerjasama dengan Aselsan, perusahaan pertahanan asal Turki, LIG Nex1 dari Korea Selatan serta Isihellas dari Yunani.

Kontributor Elshinta, Dudy Supriyadi, Selasa (8/11) melaporkan, penandatanganan kerjasama digelar dalam pergelaran Indo Defence Expo & Forum 2016, ajang pameran dan konferensi produk pertahanan dan keamanan bertaraf internasional yang diikuti oleh 844 peserta dari 45 negara, bertempat di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis (3/11) lalu.

Penandatanganan MoU dilakukan Direktur Utama Len-Zakky Gamal Yasin, Nazim Altintas-Member of Board Aselsan, dan Shigon Kim-Senior Vice President LIG Nex1 yang didampingi oleh jajaran direksi lainnya.

Sehari setelah itu, Direktur Operasi 2 Len-Darman Mappangara dan Business Development Director Isihellas–Nikos Gkikas menandatangani MoU kerjasama pertahanan pada event yang sama.

Bentuk Kerjasama Len-Aselsan Turki berupa ToT (Transfer of Technology) di bidang sistem telekomunikasi dan rencana pembangunan fasilitas produksi Aselsan di Len Technopark, Subang.

Kerjasama ini bukanlah yang pertama, di tahun 2014-2015 Len-Aselsan bekerja sama dalam pengadaan 40 radio militer di 36 lokasi perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan.

Sedangkan MoU Len-LIGNex1 berupa ToT di bidang Combat Management System (CMS/Sistem Manajemen Tempur) untuk sub-marine atau kapal selam.

Len yang tergabung dalam Paviliun Industri Strategis Indonesia memamerkan produk andalan di bidang pertahanan seperti Alkom Radio HF & VHF Manpack dan Vehicular, UAV (pesawat tanpa awak) dan CMS Mandhala yang telah menarik perhatian Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo serta beberapa pejabat militer lainnya yang mengunjungi booth Len usai sesi peresmian ajang pameran ini.

"Saya berharap ajang ini bisa menjadi tempat untuk menjalin kerjasama industri pertahanan dan memperkuat poros maritim negara," ujar Menhan Ryamizard, yang disusul dengan ungkapan optimis dari Zaky bahwasanya Len akan terus memberikan kontribusi positip dalam menjaga NKRI.

"Dengan kerjasama yang telah kita lakukan hari ini telah menjadi bukti nyata bahwa kapabilitas Len tak pernah diragukan...Len go internasional sudah di depan mata," tandasnya.

  ★ Elshinta  

Minggu, 06 November 2016

Menhan Harapkan Buat Kapal Selam Dengan Transfer Teknologi

Mendorong Inhan Mandiri https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRzV3O2h6dZ7dLGjzuJoNltCuSERxnQdj4A-oXTFx41MX4A2-ZKmIKEZxk90lEnvHLGhXhkXT6ZhKnDe2dPfxPMLBZ461unVSqgkRSUs5fUJ3ADf9RoO58uBkvzioqu6TdS-LaS2LJo_vF/s1600/peluncuran-kapal-selam-ke-2-indonesia-oleh-dsme-2+%2528kaskus+militer%2529.jpgKapal selam kedua KRI Trisula 404 [kaskus] ☆

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengharapkan dapat membuat kapal selam dan pesawat militer untuk keperluan pertahanan sendiri dengan transfer teknologi melalui berbagai kerja sama dengan pemilik teknologi mutakhir dari negara lain sehingga mendorong industri pertahanan dalam negeri yang mandiri.

"Makin berkembang. Kami nanti ke depan buat pesawat sendiri.," ujar Menhan Ryamizard, Jakarta, Kamis.

Menhan juga berharap industri pertahanan dalam negeri akan dapat memproduksi kapal selam untuk memenuhi kebutuhan lokal.

Indonesia telah memesan tiga kapal selam baru kelas Chang Bogo dari pemerintah Korea Selatan dengan proses alih teknologi, yaitu dari galangan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME).

"Kemarin kan kapal selam sudah dua. Yang ketiga (kapal selam) nanti dipasang di PT PAL, seharusnya tahun lalu. Tapi karena belum siap tapi sekarang siap. Nanti yang keempat dan seterusnya kita buat sendiri," ujar Ryamizard.

Sementara itu, di tempat yang berbeda pada acara Indo Defence 2016 pada Kamis (3/11), Direktur Utama PT PAL Indonesia Muhammad Firmansyah Arifin mengatakan kerja sama pembangunan kapal selam tersebut sepenuhnya di bawah supervisi dari pemerintah Korea Selatan.

Dalam proses itu, Firmansyah mengatakan akan terjadi peralihan atau transfer teknologi yang mendorong kemandirian industri pertahanan dalam negeri.

"Setelah kita berhasil mengadopsi teknologinya kemudian anak-anak di PT PAL berhasil mengembangkan sendiri teknologi tadi dan kita coba tawarkan ke negara lain dan setelah melihat itu bisa disambut dengan baik oleh pasar internasional antara lain oleh Filipina. Itu memang kelihatan sekali ada proses terkait erat apa yang disampaikan pak Waakil Presiden dalam percepatan penguasaan teknologi," ujarnya.

Sebelumnya untuk kapal selam ketiga dari Korea Selatan, pemotongan metal lunas kapal telah dilakukan Mei lalu di galangan kapal DSME, yang akan dikirim ke Indonesia pada Desember 2016 untuk dikerjakan tenaga ahli Indonesia di galangan PT PAL, Surabaya, dengan cara penggabungan bagian per bagian.

Pengadaan kapal perang menjadi prioritas dalam revisi Minimum Essential Force II 2015-2019 TNI AL untuk memenuhi keperluan arsenal guna mendukung visi World Class Navy.

Dua kapal pertama dibangun secara keseluruhan di DSME, sedangkan kapal selam ketiga akan diselesaikan di PT PAL.

  ★ Antara