Tampilkan postingan dengan label Alutsista. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alutsista. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 November 2016

Pasukan Pengawal Kapolri

✈ Naked Bike Naked Bike [Ery]

Mungkin sering Anda melihat ketika sedang berada di jalan protokol Ibukota ada serangkaian iring-iringan pejabat tinggi yang dikawal motor gede (moge) digaris depan dan belakang rangkaian ketika melintas. Lain halnya dengan patroli pasukan bermotor pengawal yang menyertai iring-iringan Kapolri (Kepala Kepolisian Republik Indonesia), motor yang mereka gunakan bukan moge, melainkan naked bike. Dengan begitu, akselerasi pasukan ini lebih terbuka dibandingkan menggunakan moge karena lebih ringkas namun tetap trengginas.

Menurut penuturan personel yang Angkasa jumpai dan tak ingin disebutkan namanya, kendaraan bermotor yang dimiliki pasukan ini seluruhnya berjumlah sepuluh unit yang terdri dari tiga merek kendaraan bermotor terkemuka di dunia, yakni Harley Davidson, Victory dan Triumph.

Untuk Triumph, model yang dimiliki pasukan ini adalah MY15 Speed Triple R ABS. Model ini tidak dijual di Indonesia, namun pada kelas yang sama (roadsters), hanya Triumph Street Triple yang terdapat di Indonesia.

Soal harga, dari laman resminya, naked bike yang lahir pada tahun 2015 ini dibandrol dengan harga 14.699 dolar Amerika Serikat atau sekitar 193.924.000 Rupiah.

 SPESIFIKASI : 

☠ Horse Power 121.1 hp @ 9190 rpm
☠ Torque 75.0 lb.-ft. @ 6780 rpm
☠ Top Speed 150 mph
☠ Fuel Mileage 37 mpg
☠; Wheelbase 56.7 in.
☠ Gearbox 6 Speed
☠ Oil Capacity 1.0US Gallon
☠ Frame Aluminium beam twin-spar
☠ Brembo 4-piston Monobloc radial calipers ☠ Switchable ABS
☠ LCD Multi-Functional Instrument
☠ Digital Speedometer

 Standar Pasukan Patroli Bermotor Pengawal Kapolri 
http://www.sigsauer.com/upFiles/catalog/product/SIG516-Patrol-large.jpgPejabat tinggi baik di institusi Kepolisian maupun Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki kesibukan dan mobilitas yang tinggi. Dengan tingginya mobilitas mereka dalam menjalankan tugas negara yang diemban, para pejabat tinggi didampingi pasukan patroli bermotor pengawal yang siap sedia memastikan perjalanan yang mereka lalui dalam keadaan aman. Selain itu, pasukan patroli pengawal pun dilengkapi dengan persenjataan untuk mendukung tugasnya.

Dalam rangkaian iring-iringan Kapolri, terdapat dua motor yang mengawal pada garis depan dan belakang yang terdiri dari dua personel pada setiap motor. Pasukan yang mengawal diambil dari anggota Gegana Brigade Mobil (Brimob) Polri. Pasukan ini dilengkapi dengan senjataan laras panjang SiG Sauer 516 CQB yang dipegang oleh personel yang dibonceng. Dengan senjata tersebut, pasukan ini memiliki kompetensi untuk melakukan pertempuran jarak dekat bila memang terjadi gangguan dari kelompok bersenjata.

Sebelum menjadi pasukan pengamanan Kapolri, terlebih dahulu mereka menjalani pendidikan selama satu bulan di Sentul. Pasukan ini dibentuk untuk memiliki kemampuan mengendara taktis, menggunakan senjata sambil berkendara, evakuasi, pertempuran jarak dekat (Close Quarter Battle/CQB) dan sebagainya.

Author: Fery Setiawan

  Angkasa  

Pindad dan Theon Luncurkan Pindad Optronics Workshop

✈ Multi Purpose Night Vision Sight Pada pagelaran Indo Defence 2016, PT Pindad (Persero) dan perusahaan system optronic dari Yunani, Theon meluncurkan proyek kerjasama bersama yang diber nama PIndad Optronics Workshop. Menteri Pertahanan Yunani, Panos Kammenos menghadiri acara peluncuran ini dengan didampingi dengan Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose dan jajaran manajemen.

Ruang lingkup kerjasama Pindad dan Theon meliputi produksi bersama Teropong Bidik Senapan Malam (TBSM) di Pindad, pembangunan lini assembly dan penjualan bersama. MoU kerjasama telah ditandatangani sejak Februari 2015, saat ini pembangunan fasilitas dan lini produksi memasuki tahap akhir sehingga pada awal 2017 dapat memasuki proses produksi.

TBSM hasil kerjasama Pindad dan Theon ini akan diproduksi di Indonesia dengan memaksimalkan penggunaan material dari dalam negeri, didesain untuk memiliki resolusi tinggi, performa yang baik dan praktis penggunaannya. Teropong dibuat untuk memenuhi kebutuhan prajurit di lapangan dalam operasi militer di malam hari dan memenuhi Minimum Esential Force (MEF) TNI dengan potensi pasar meliputi Mabes TNI, TNI AD, Polri dan pasar Ekspor.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOBVkynP7GSRdReDgItHHQU_5AYFdzwM9F4Q8iMKQCHz_z5GllY_QGyis5ZcO9vmBFQRcN9vZYF_Rkx2kTcA475ydDkbywFRvi73oh-AHTd3kQRa1mKQwxZHci0sj8VSMdDPZMIqPwp_M/s1600/NX-122C.jpg"Senapan kami sudah mendukung performa TNI sejak lama dan menjadi senjata organik yang dipakai para prajurit di lapangan. TBSM yang akan kami produksi bersama akan didesain khusus agar kompatibel dengan senjata yang diproduksi Pindad dan sudah dipergunakan di lapangan," tutur Direktur Utama Pindad, Abraham Mose.

Teropong tersebut nantinya dapat dipasang untuk berbagai senjata, terutama buatan Pindad yang telah tersebar di berbagai satuan seperti SS2 dan kompatibel dengan Trijicon. Tipe teropong yang akan dibuat meliputi Damon, Erebus, Mini Weapon Sight serta jenis night vision lainnya sesuai kebutuhan.

Instrumen Optik dalam TBSM dibuat dengan teknologi tinggi yang memungkinkan pemakainya melihat dalam keadaan gelap pada kondisi malam hari, di dalam hutan dan medan dengan kondisi cahaya yang minim.

Kerjasama yang dirintis Pindad dengan salah satu pemimpin pasar global memiliki harapan bahwa proses alih teknologi yang dilakukan akan berjalan secara lebih maksimal dan akan berujung pada penguasaan teknologi perusahaan akan meningkat. (Anggia)

  Pindad  

Jumat, 18 November 2016

[Foto] Konsep Tank Boat X18

☠ Produk Bersama PT Pindad, Lundin dan CMI Beberapa hari lalu beredar foto ilustrasi Tank Boat X18 produk bersama PT Lundin, PT Pindad dan CMI Belgia.

Kapal patroli yang dipersenjatai dengan meriam kaliber 105 mm rancangan CMI Belgia ini, bisa digunakan sebagai wahana bantuan tempur amfibi pendaratan pasukan bersenjata lengkap di pantai.

Tank Boat X18 didesain untuk 4 kru dan dapat menampung sekitar 20 pasukan tempur. Dengan desain Catamaran yang berlunas ganda, kapal dapat dengan mudah mendekati bibir pantai di perairan dangkal ataupun di sungai.

 Foto diposkan di defence.pk dari situs tank boat : 

8

9
10

  Garuda Militer  

Kamis, 17 November 2016

Kostrad Beli Sniper Baru

Rangemaster G2 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoWFPPN0LQWZn9rthnAtJ3V87T3JSNRPvyV4DS1iOVqXJTyGxybhUK5aHRlrDeK-DA7wJ8uJFaYIWUFSUj1nICcc_yEXB0-BI0jCPEyhcet2HhyKJfeuIN6sxZ2lHgtRcZxwAU4TcAqYz2/s1600/IMG-Sniper+Rangemaster+2+Kostrad.+%255BValian+Danendra%255D.jpgSniper Rangemaster 2 Kostrad. [Valian Danendra]

Dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke markas Divisi Infantri 1 Kostrad di Cilodong, Jawa Barat (16/11), turut dipamerkan sejumlah alutsista terbaru Kostrad. Dari sejumlah jajaran senjata ringan yang dijejer, ada satu jenis senjata baru yang menarik perhatian, jenisnya dari senapan runduk alias sniper rifle. Di label yang menempel pada mulut laras, tertera nama Range Master.

Melihat sosoknya, Range Master yang ditampilkan menggunakan sistem sasis alumunium yang dibentuk skeletal, sesuai tren perkembangan senapan runduk masa kini. Range Master tampak jauh lebih modern dibandingkan senapan runduk standar sebelumnya, Accuracy International Arctic Warfare 7,62mm.

Setelah selusur mendalam dan mencari informasi, ternyata senapan runduk dimaksud adalah Rangemaster G2 buatan perusahaan RPA atau Rangemaster Precision Arms. Perusahaan yang berbasis di Midland, Inggris ini sejak lama membuat senapan berburu dan juga kebutuhan taktis.

Senapan runduk tipe Rangemaster G2 sudah diproduksi sejak 2012, menggabungkan antara laras dan sistem action buatan RPA, dengan sasis alumunium Dual Strike Chassis 30 buatan perusahaan Cadex. Sistem sasis yang dibuat dari alumunium 6061-T6 yang ringan dan tahan karat ini menawarkan modularitas dan kualitas yang optimal, terutama untuk kebutuhan pemasangan berbagai macam aksesoris.

Rangemaster 2. Sumber gambar: Valian DanendraRangemaster 2. [Valian Danendra]

Popor dari sasis memiliki setelan ketinggian sandaran pipi (cheek rest), ketebalan popor yang dapat diatur melalui bantalan popor yang sudah menggunakan desain tarik/ sorong, serta popor yang dapat dilipat dan dikunci ke pangkalnya hanya dengan satu sentuhan ke tuas.

Sasis ini menyatu dari depan yang merupakan forend tube yang dilengkapi dengan titik-titik pemasangan rel sampai ke sisi belakang. Rel di sisi atas terpasang mati dengan ketinggian 20 MOA tanpa terputus sehingga pemasangan optik secara kombo dapat dilakukan. Di sisi dalam, sistem gerendel dan mekanisme didudukkan ke sasis pada empat titik yang dilengkapi dengan roller untuk mengurangi vibrasi pada laras. Sistem pelatuk dan mekanismenya menggunakan RPA Quadlite action dengan bolt empat lug yang sudah memenangkan banyak penghargaan.

Untuk kebutuhan militer, seluruh komponennya dilabur lapisan tahan korosi dan friksi rendah sehingga mengurangi gesekan. Sistem pelatuknya dapat disesuaikan dengan keinginan pengguna, dan sistem penguncinya dibuat ganda. Laras dari Rangemaster G2 ini dibuat dengan teknik cold hammer forged, dites secara individual di pabrikan, dan hanya diambil yang terbaik sesuai standar. Bagian luar dilengkapi dengan fluting untuk membantu pemuaian, dan di ujung larasnya disiapkan peredam hentakan berukuran besar dengan tiga tingkap yang lazimnya hanya ditemui pada senapan runduk kaliber besar. Jarak efektif dari Rangemaster G2 ini mencapai 1.000 meter.

Bicara harga, memang tidak ada senapan runduk yang murah. Sistem Rangemaster yang ditawarkan saja sudah memiliki banderol hampir 4.700 poundsterling atau sekitar Rp 79 juta jika berpatokan pada katalog yang dikeluarkan RPA Defense, belum termasuk harga optik di atasnya. Senapan runduk Rangemaster G2 yang digunakan Kostrad ini tampak bersanding dengan teleskop Leupold Mark IV LR/T M1 6,5-20x50mm.

 Spesifikasi Rangemaster G2 

Kaliber : 7,62x51mm
Panjang : 1.219mm/ 950mm (popor terlipat)
Panjang laras : 660mm
Bobot : 6,8kg
Jarak efektif : 1.000m

Author: Aryo Nugroho

 ♖ Angkasa  

Paket Senjata Tambahan PKR 10514 Sedang di Bahas

 Program PKR Sigma 10514 dengan Damen tidak termasuk dengan sistem alutsista, diantaranya VLS Mica, Rudal anti kapal MM 40 blok 3 Exocet dan meriam CIWS Millenium 35 mm 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZPb5EQx_TAbXUy_3cSSlgHfamIzzMdDAPOMSBdnGdcENMKODRj682r9qN_OdG5u4axL29KmmixQVnJeeUkFrjWRCsQkW5BSOtDQEzIMv5iuHlXbTbtlUxqUB4lDyt3LiXQE2Yta_YC66r/s1600/p1682743+PKR+10514+Thales.jpgKRI Raden Eddy Martadinata saat ujicoba di laut. Meriam Leonardo (Oto Melara) 76/62 adalah satu-satunya sistem senjata yang termasuk dalam pasokan. [Thales]

D
amen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) diberitakan sedang negosiasi dengan beberapa pemasok untuk pengadaan paket tambahan senjata dan peralatan untuk dua kapal SIGMA 10514 Perusak Kawal Rudal (PKR) frigat yang akan dikirim ke TNI-AL.

Kementerian Pertahanan Indonesia (MoD) dan DSNS sebagai kontraktor utama, menandatangani kontrak pada Desember 2012 untuk pengadaan PKR pertama. Tambahan kapal kedua dilakukan pada pertengahan 2013. Kapal dengan konstruksi modular diproduksi bersama antara fasilitas Vlissingen, Belanda, dari DSNS dan galangan kapal PT PAL di Surabaya, dengan perakitan akhir, integrasi, dan pengujian dilakukan di Indonesia.

Kapal pertama KRI Raden Eddy Martadinata [REM] telah menyelesaikan ujicoba di laut pada bulan September 2016 dan direncanakan akan dikirimkan pada akhir Januari 2017, setelah selesai pelatihan awak kapal. PT PAL saat ini terus bekerja menyelesaikan kapal kedua, dan diberi nama Gusti Ngurah Rai [GNR]. Pengiriman kapal kedua dijadwalkan pada bulan Oktober 2017.

Sistem alutsista kapal PKR 10514 yang disediakan oleh Thales Nederland, termasuk sistem manajemen tempur TACTICOS, SMART-S Mk 2 radar surveillance, Aduk 1,2 EO Mk 2 radar / sistem pelacakan elektro-optik, Kingklip sonar dan satu-satunya sistem senjata dalam kontrak asli adalah meriam utama Leonardo (Oto Melara) kaliber 76/62 mm.

Namun, sistem lain memungkinkan dipasang didalam kapal. Desain kapal Sigma PKR 10514 dikenal dengan 'fitted for but not with' (FFBNW), termasuk sistem rudal titik pertahanan, sistem rudal permukaan-ke-permukaan, dan sistem senjata CIWS. [IHS Jane]

  ★ Garuda Militer  

Selasa, 15 November 2016

Modernisasi Alutsista Korps Marinir Terus Berlanjut

൬ Sesuai program Minimum Esensial Force൬ MLRS Vampire Marinir

Komandan Korps Marinir Mayjen TNI Marinir R.M Trusono memimpin upacara HUT Marinir ke-71 di Markas Brigif 3 Marinir Piabung, Padang Cermin, Pesawaran.

Upacara HUT Korps Marinir tersebut diikuti seluruh jajaran Brigif 3 Marinir Piabung, TNI AD, Brimob, pelajar dan nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Pesawaran. Dalam kesempatan itu, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI Marinir R.M Trusono mengatakan, Alutsisa Korps Marinir sudah sesuai dengan yang digariskan oleh Panglima TNI.

Menurutnya, program Minimum Esensial Force dalam penggunaan Alutsista oleh Marinir diyakini secara efektif mampu menangkal segala ancaman. Dijelaskan Mayjen TNI Marinir R.M Trusono, modernisasi terhadap alutsista Marinir sudah dilakukan sejak tahun 2014 dan akan terus berlanjut hingga tahun 2019 mendatang.

Modernisasi alutsista Marinir ini sudah berjalan sesuai dengan yang digariskan Panglima TNI yaitu program Minimum Esensial Force. Modernisasi ini juga sudah dilakukan sejak tahun 2014 dan akan terus berlanjut hingga tahun 2019 mendatang,” kata dia, Selasa (15/11/2016).

Ditambahkan Mayjen TNI Marinir R.M Trusono, saat ini Korps Marinir juga sudah mendatangkan alutsista berupa Roket 40 Laras Vampire dengan kemampuan jarak tembak mencapai 40 kilometer. Selain itu, roket tersebut juga memiliki daya penghancur hingga 10 hektar dalam satu kali tembakan salvo. Kedepan alutsista akan ditambah dan diperbarui, termasuk senjata infanteri untuk Brigif 3 Marinir. (DP/WDA)
 

  ൬ RRI  

Minggu, 13 November 2016

Latihan PPRC Diharapkan Berbeda Skenario

Ribuan Prajurit TNI Lattis Ancab di Natunahttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3HkAkySSSOV6YAUnoJFwSazqQVGASaBOj2ycS063AXu02jo4z_LG-n9vj013CA-LkXZQiBgVSg0rzdVxeqbSzbUv-YP7lbtto90SFQ0O875ytHDQq9ONY2JukJHpskZ0AOp8-SBlM3rm_/s1600/MBT+L2RI+Ancab+2016+08a.jpgMBT Leopard 2RI mengaum di Natuna [Dispenad]

Sebanyak 3.551 prajurit dari berbagai kecabangan yang ada di TNI AD ikut dalam Latihan Taktis Antar Kecabangan (Lattis Ancab) TNI AD Tahun 2016 yang dilaksanakan di Tanjung Datuk, Natuna sejak pertengahan Oktober lalu hingga latihan puncaknya Sabtu (12/11).

Selain ribuan personil TNI AD juga mengerahkan ratusan alutsista untuk mendukung pelaksanaan Lattis Ancab yang merupakan latihan puncak dari program latihan yang dilaksanakan TNI AD dengan menggunakan metode drill tempur.

Latihan disaksikan langsung Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo yang didampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono beserta pejabat teras TNI AD lainnya.

Pada latihan kali ini dilaksanakan pada tingkat Brigade dalam bentuk Brigade Tim Pertempuran melalui penyelenggaraan operasi tempur yang didukung Operasi Intelijen dan Operasi Teritorial, terutama dalam melaksanakan prosedur operasi serangan khususnya dalam pengerahan dan penggunaan alusista.

Latihan tersebut juga sebagai bahan evaluasi kemampuan operasi satuan - satuan TNI AD.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlia2jzZydmNCIlf6oveSaugoF0q0j7O6UAvO_Gf6CD4wXnM8Ngh0Oqp0Y6lE6vm3VUp7C2DN5FUu4Na-rXsdrLG32Lzu5MlAuVqgWLRcUYlQJWrHE4skk8_CTiRBX_YtCnXSpABQ-kJxl/s1600/mi-17-tni-ad-di-natuna-tni.jpgTujuan latihan dimaksudkan agar unsur pimpinan tingkat Brigade mampu melaksanakan prosedur hubungan komandan dan staf dalam satuan operasi tempur, mengasah kemampuan dan profesionalisme prajurit. Tidak hanya itu latihan juga diharapkan prajurit mampu melaksanakan implementasi hukum HAM dan Humaniter.

Pelatihan melibatkan berbagai satuan prajurit dari satuan Brigif 13/1 Kostrad Yonif Raider 303/SSM, Yonif Raider 323/BP dengan diperkuat unsur Yonif para Raider 501/BY, Yonif para Raider 432/K, Grup 3/Sandha Kopasus, Yonif Mekanis 201/JY Kodam Jaya, Yonkav 1/BCC, Yon Armed 9/155/GS/P, Yon Armed 10/105, Yon Armed 10/Astros, Yon Armed 13/76/TRK, Yonarhanud 1/PBC, Yonzipur 9/LB, Yonbekang 1/TBY, Yonkes 1/YKU, Denpal Kostrad, Denhub Kostrad, Denpom Kostrad, Jet Ski dan Sea Raider Yonif 136/TS, Yonif Mekanis 412, Yonif Mekanis 413, Heli Puspenerbab, Satuan Bantuan Administrasi (Banmin) dan didukung oleh Satgas Intel serta Satgas Teritorial.

Dalam Ancab mengerahkan Alusista yaitu, Tank Leopard yang juga pertama kali di uji tembakkan sejak dibeli Indonesia beberapa waktu lalu, Tank AVLB, Tank ARV, Ranpur Marder, Ranpur M 113 A1, Ranpur Anoa, Meriam 23mm/GB, Meriam 76 mm, Meriam 105 mm, Meriam 155 mm, Roket Astros, Helly MI 35, Helly MI 17, Helly Bel 412 dan mortir 81.

Puncak acara latihan diawali dengan aktraksi terjun payung dari Kopasus dan diiringi oleh berbagai kesatuan lainya dari TNI AD, latihan disamping disaksikan warga Natuna secara langsung nampak hadir Bupati Natuna Hamid Rizal.

Dalam sekenario latihan Pulau Pendek berhasil dibombardir sebagai sasaran target, penyerangan berhasil dikuasai para TNI AD baik melalui udara, darat dan laut.

Usai menyaksikan latihan, Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo dalam arahannya mengapresiasi kegiatan latihan tersebut.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyxyFSXdFQBs4eOc9bwu0gJ6Mw3Kfv76XtrDn5wSpYl73MV9yprEambx4zBfqjQ-BJUZdpNmVwsbgNQy869nkLsztz9vvwoV1T17mIV38TDV0mEw2O_heqasqqTDXRD42lB0sGG4h-Zk-a/s1600/tni-ad-gelar-latihan-taktis-antar-kecabangan-di-pulau-natuna.jpg"Saya mengucapkan selamat kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat beserta pejabat teras yang ada atas suksesnya dan terselenggaranya latihan kali ini, namun memang masih perlu untuk tetap ditingkatkan" katanya.

 Latihan PPRC 

Dalam arahannya Panglima juga memaparkan berbagai sekenario untuk latihan PPRC mendatang yang recananya juga dilaksanakan di Natuna.

"Saya berharap nanti pada latihan PPRC dilaksanakan skenario berbeda, latihannya belum ditentukan tanggal berapa dan kapan ". kata Panglima.

Ia juga meminta Bupati Hamid Rizal membantu untuk suksesnya kegiatan PPRC nanti dengan cara mensosialisasikan kepada masyarakat dan TNI AD akan memfasilitasi dan akan memobilisasi seberapa banyak pun warga Natuna yang ingin menyaksikan.

"Saya minta nanti warga masyarakat dapat sama-sama disini ikut hadir menyaksikan latihan tersebut, tujuannya adalah agar warga masyarakat pulau Natuna dapat merasakan kehadiran kita untuk menjaga dan melindungi kedaulatan negara khususnya Natuna ini," katanya.

Usai arahan dan evaluasi Panglima TNI didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono meninjau langsung kawasan Teluk Buton serta pergi menyemberang ke pulau Pendek menggunakan Ranpur M 113 untuk memberikan selamat dan sukses secara simbolis kepada semua prajurit yang terlibat dalam latihan tersebut.

  ★ Antara  

Fakta Anyar Diucapkan Bos Bappenas Soal Ekonomi, Pengusaha & Perang

✈ N219  [PTDI]

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2016 sebesar 5,02 persen. Pertumbuhan ekonomi secara kumulatif sampai dengan triwulan III 2016 tumbuh sebesar 5,04 persen.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III 2016 berdasarkan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) mencapai Rp 2.428,7 triliun dan berdasarkan Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) mencapai Rp 3.216,8 triliun.

"Sudah bagus, perlu upaya sisi pertumbuhan ekonomi dan kualitasnya," ujar Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (6/11).

Sementara pertumbuhan ekonomi di beberapa negara yang selama ini menjadi mitra dagang Indonesia masih bervariasi. Seperti ekonomi AS menguat dari 1,3 persen menjadi 1,5 persen.

Kemudian, ekonomi China stagnan di 6,7 persen. Pertumbuhan ekonomi Singapura melambat dari 2,0 persen menjadi 0,6 persen dan ekonomi Korea Selatan juga melambat dari 3,3 persen menjadi 2,7 persen.

Meski demikian, ada fakta lain di balik pertumbuhan ekonomi ini serta jumlah pengusaha di Indonesia. Menteri PPN/Bappenas, Bambang Brodjonegoro membeberkannya dalam acara di Perbanas Institute, Jakarta.

 1. Kondisi ekonomi saat ini tak ada bedanya dengan masa penjajahan 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGGNsKPN-7oDi742j_ItQPOxUjuQ5a0xeQyjVil_JWyg9Kbdx-nSFkpcxPTtlttFrX_Bu1Js8HFPMjJ5X7YWEuPkWwni49O6M-IZeBtTxJ8zHNMZSUy2T5TyQiK9TWjYMtWqK8KAdKXEc/s819/gold+mine+freeport.jpgMenteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, menilai perekonomian Indonesia saat ini tak ubahnya dengan kondisi perekonomian di masa penjajahan. Alasanya, sampai saat ini Indonesia masih mengandalkan pendapatan dari komoditas seperti rempah-rempah di zaman penjajahan.

"Kenapa? Karena waktu Belanda masuk Indonesia mereka punya alasan. Apa yang mereka kejar? Sumber Daya Alam. Tahun 1600-an, 1700-an. Portugis, Spanyol, Belanda mereka kejar rempah-rempah kita. Kalian mikir ngapain mereka jauh-jauh cari rempah-rempah kita. Komoditas yang menjadi andalan kita," ujarnya di Perbanas Institute, Jakarta, Sabtu (12/11).

"Jangan lupa waktu itu mereka di Eropa pengen makan enak karena kehidupannya bagus. Akhirnya mereka tahu kalau makan enak itu pakai bumbu. Maka mereka datang ke Indonesia," sambungnya.

Setelah bertahun-tahun dijajah dan terus digerus hasil kekayaan alamnya dengan melakukan sistem tanam paksa, Indonesia akhirnya merdeka. Selepas era tersebut, Indonesia tidak lagi mengandalkan komoditas melainkan hasil minyak yang ditemukan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Belanda yakni Royal Deutch Shell.

"Hasil minyak kita menjadi andalan pada saat itu yang ditemukan oleh Shell. Setelah itu hasil-hasil olahan kayu juga menjadi andalan. Kemudian masuk ke manufkatur, tekstil, garmen itu bagus. Tapi sayangnya karena kolaps akhirnya kita balik lagi ke komoditas. Mulai dari batu bara, tambang, sawit dan lainnya. Makanya ekonomi Indonesia kayak jaman penjajahan Belanda," pungkasnya.

 2. Kemenkop cuma rajin cetak pengusaha UKM 
http://www.banjirpesanan.com/wp-content/uploads/2015/09/ukm.jpgMenteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengkritik kinerja Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop). Menurutnya, Kemenkop terlalu fokus memperbanyak UKM tapi tidak meningkatkan level UKM itu sendiri.

"Saya kritik Kementerian UKM memperbanyak pengusaha UKM. Tapi lupa mendorong untuk menaikan kelas UKM menjadi pengusaha besar. Masa mau jadi pengusaha UKM mulu," ujarnya di Perbanas Institute, Jakarta, Sabtu (12/11).

Mantan Menteri Keuangan ini khawatir, jika di saat Kemenkop memperbanyak jumlah UKM, tapi banyak juga UKM yang mati. Hal ini dinilai akan membuat UKM menjadi sulit naik kelas dan tidak akan memberi kontribusi lebih bagi negara.

"Dia lupa kalau ada cerita sebanyak 1000 UKM bangkrut walau ada 1000 UKM baru. Saya engga menyalahkan kementerian nya, tapi mentalnya," tuturnya.

 3. Pengusaha di Indonesia itu-itu saja, tak ada yang baru 
https://w-dog.net/wallpapers/2/4/462647656854265/jakarta-indonesia-evening-city-capital-jakarta-indonesia-night-town-metropolis-capital-skyscraper-house-buildings-lighting-lights.jpgMenteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengeluhkan kurangnya enterpreneur atau wirausaha yang ada di Indonesia. Padahal, keberadaan pengusaha tersebut mempengaruhi kualitas suatu negara.

"Indonesia kekurangan enterpreneur. Nah ini menjadi pembeda antara negara maju dan negara biasa," ujarnya dalam diskusi di Perbanas Institute, Jakarta, Sabtu (12/11).

Salah satu penyebab kurangnya enterpreneur di Indonesia karena disebabkan adanya dominasi dari wirausaha lain yang sudah lama. Bambang menyebut, dalam beberapa puluh tahun terakhir, para enterpreneur hanya seolah turun menurun dari satu keluarga.

Bambang mencontohkan, pada saat dahulu dirinya masih kuliah sampai beberapa tahun terakhir, dalam peringkat-peringkat pengusaha maupun perusahaan yang mendominasi jajaran atas dunia kerap diisi oleh orang yang sama dan perusahaan yang sama.

"Istilahnya 4L, lo lagi ... lo lagi. Yang sama itu anaknya, bapaknya, cucunya. Waktu saya mahasiswa di UI saya rajin baca majalah. Rajin bikin rangking warga terkaya, orang terkaya, itu saya amati. Ranking itu dilakukan oleh majalah Forbes. Tidak beda enggak yang tua, yang muda, grup perusahaannya dia ... dia lagi. Sangat sedikit pengusaha baru yang masuk ke peringkat tinggi," jelas dia.

Untuk itu, dia meminta kepada semua pihak untuk bersama-sama mendorong keberadaan wirausaha beserta kualitasnya. Selain itu, dia pun mendorong agar anak muda sekarang terutama mahasiswa memiliki pola pikir untuk menciptakan usaha, bukan sebagai budak korporasi.

"Makanya kita harus menambah enterpreneur. Nah makanya kita dorong ke mahasiswa agar jadi enterpreneur. Jangan lulus mikirnya mau jadi karyawan," pungkasnya.

 4. Negara besar perang agar industri senjata mereka laku 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiw2AMfc2R1Jd4oElvEZ3qbYuzI-f70w9zyzVHaWpM5BWr2xYwchsSehcd58n446ZXtH2eDTQVLA9TXVX7Iol9G8ma-43SSTl28XMilcPZ_X2gTGnAmyzMj6LoyZoQpbGFV5dOZJt33jc5L/s1600/c.php.jpgMenteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Bambang Brodjonegoro bercerita mengenai perbedaan negara besar dengan negara kecil dalam melakukan perang. Menurut Bambang, negara besar seperti Amerika melakukan perang dengan negara lain karena tujuan bisnis.

"Amerika dan negara besar lainnya itu hobi perang itu semata-mata bisnis. Yang namanya peta politik global ketika Amerika dan negara lain inisiasi perang itu tujuannya jelas. Agar industri senjata mereka laku," ujarnya dalam diskusi di Perbanas Institute, Jakarta, Sabtu (12/11).

Sedangkan negara kecil, menurut Bambang, mereka melakukan perang murni untuk membela kepentingan bangsanya. Sebab, mereka tidak ingin kekayaan mereka tergerus oleh negara kecil lainnya maupun negara besar.

"Negara kecil saja yang murni perang untuk mempertahankan negaranya," ucapnya.

Selain itu, mantan Menteri Keuangan ini menambahkan, apabila negara-negara besar melakukan perang di Timur Tengah, ada dua keuntungan yang mereka dapat. Pertama dari sisi industri dan kedua dari sisi sumber daya alamnya dengan menggerus minyak di negara-negara di sana.

"Kalau perang di Timur Tengah itu mereka dapat untung double. Senjata dan minyak. Itu jelas tujuannya ekonomi. Kalau negara besar perang itu tujuannya kalau tidak untuk keuntungan industri senjata mereka ya untuk SDA," pungkasnya.

 5. Asing kuras kekayaan SDA Indonesia 
https://img.okezone.com/content/2016/10/22/320/1521795/freeport-tak-serius-bangun-smelter-olOGLxucBO.jpgIndonesia dikenal sebagai negara yang memiliki sumber daya alam (SDA) yang sangat melimpah. Besarnya potensi tersebut membuat Indonesia dilirik negara-negara lain untuk digerus nilai tambahnya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Bambang Brodjonegoro bercerita mengenai cara pihak asing menggerogoti nilai tambah tambang dalam negeri. Salah satunya terjadi pada 2014 silam saat Bambang menjadi delegasi Indonesia untuk menghadiri forum The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) atau forum negara-negara maju.

Bambang yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Keuangan dan menceritakan bahwa Indonesia tengah di review oleh negara-negara maju perihal kebijakan dalam negeri.

Dalam kesempatan tersebut, ada kebijakan pemerintah yang begitu dikritisi keras oleh negara-negara yang tergabung dalam OECD, yaitu hilirisasi di sektor pertambangan salah satunya pelarangan ekspor tambang mentah.

"Itu saya alami langsung tahun 2013-2014, ketika Indonesia akan melarang ekspor tambang mentah. Kelihatan sekali negara-negara luar sangat tidak suka sehingga dalam forum OECD saat saya menjabat sebagai Menkeu yang menjadi delegasi Indonesia, kita sedang di review oleh OECD yang merupakan perkumpulan negara-negara maju. Ketika di review mereka mengkritisi kebijakan-kebijakan itu. kritisinya luar biasa tajam, pokoknya kita dianggap bodoh, enggak ngerti perdagangan comparative dan segala macam," ujarnya dalam diskusi di Perbanas Institute, Jakarta, Sabtu (12/11).

Mendapat kritik tersebut, mantan Menteri Keuangan ini tak terima dan merespons dengan sebuah jawaban yang cukup membuat delegasi dalam forum OECD bungkam.

"Indonesia melakukan ini karena Indonesia ingin seperti kalian semua, Indonesia ingin menjadi negara maju seperti kalian. Sejauh yang saya tahu, tidak ada satu-pun negara maju di dunia yang hidup dengan hanya ekspor bahan mentah. Cuma yang saya tekankan adalah, kamu bujuk-bujuk Indonesia masuk OECD karena kamu berpikir Indonesia akan menjadi negara maju. Karena itulah kita membuat kebijakan yang mendorong Indonesia menjadi negara maju," jelas dia.

Kemudian, Bambang menegaskan jika tidak ada satu pun negara yang ada di belahan bumi ini dapat hidup hanya dengan mengandalkan kekayaan SDA-nya. Jika ada negara yang seperti itu, kata dia, maka negara tersebut akan mendapatkan kutukan SDA.

"Artinya apa sih ? kalau Anda pelajari seputar SDA negara yang kebanyakan SDA itu malah menjadi negara yang tidak maju-maju. malah berpotensi berantakan," kata dia.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada seluruh kementerian terkait maupun para pemangku kepentingan saat ini agar tidak terpengaruh dengan bujuk rayu negara lain untuk menjual hasil kekayaan SDA-nya. Bambang berpendapat, kekayaan SDA yang dimiliki Indonesia saat ini lebih baik di optimalkan di dalam negeri agar menjadi nilai tambah yang bermanfaat untuk perekonomian dalam negeri.

"Jangan terus-terusan kita dijebak untuk menjadi negara yang ekstraktif tadi. Negara yang enggak peduli sama nilai tambah, dan di sini, Anda secara tidak langsung berhadapan dengan pihak asing, pemodal asing. itu akan dengan segala cara atau taktik akan membujuk Indonesia seperti ini.

'udah deh kamu nggak usah mikirin nilai tambah atau kelapa sawit di ekspor CPO ke kita, ekspor saja nikel mentahnya ke kita, ekspor aja batu bara ke kita. kamu dapat duit, kita senang kamu senang'. Mereka senang karena mereka mendapat nilai lebih yang sebenarnya melalui nilai tambah itu,
" tutupnya. (merdeka.com)

  Riauaktual  

[Video ★★★★] Latihan Taktis TNI AD

Dengan format HD https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzbHizbddwJUeRsDEiJwr-abieFoTZww9QD4IgcncXf3HVuUkirGYia5dsUcnsp7w7EORcOrOV2tiIxHDIiIJo9vkO3WzklRZr7elOqLOz4h3QhIEfF1Moj5j2RQ7OsxCiX2bTpkbQj7nG/s1600/14677170_Credit+to+Yonkav+1+Kostrad..jpgKetika MBT Leopard 2RI mengaum di Natuna [Kostrad] ☆

Setelah video besutan TNI AD beberapa waktu yang lalu kurang memuaskan dari segi kualitas gambar. Sekarang Dispenad merilis video dengan format HD.

Serangan bertubi-tubi dari alutsista milik TNI AD dengan peluru tajam, seolah dikerahkan untuk melatih profesional prajurit menghadapi situasi perang. Tentu sangat menarik untuk ditonton. Bravo TNI ... [★★★★]

Seperti biasa video rating ★★★★ di ambil dari Youtube :


  Youtube  

Perkembangan Rudal Petir

Wahana udara rekayasa anak negeri akan diubah menjadi Target Drone https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1TP4hwuXTFVUKRpmqUqtTkGb7ySy9pIw9Xe8Sx_XAQ54JWg4c9EjR_vIK7K_EGx0zViCzySw8vu4A-p4SydsB7Xt62N3FxUgBVr0dYxN_R1ozOS6FcjoY8mrnlmXRq92ekzrenQNqYQ1-/s1600/petir-direvisi-dari-rudal-jelajah-ke-target-drone_0470.jpgRudal Petir yang akan menjadi Target Drone [Indomiliter]

Rudal Petir yang di rancang menjadi rudal jelajah merupakan karya anak bangsa mewujudkan rudal nasional. Rudal dengan kecepatan subsonic mampu menghajar sasaran di permukaan sejauh 60 km. Selain menjadi bukti inovasi dan kemandirian industri pertahanan nasional, desain Petir sudah mengadopsi mesin turbin.

Menurut berita informasi militer Indomiliter, perancang rudal petir akan mengarahkan rudal karyanya menjadi target drone. Rudal Petir tetap ditampilkan oleh PT Sari Bahari dalam ajang Indo Defence 2016. Berubah menjadi target drone kini Petir dalam proses penjajakan untuk digunakan oleh satuan TNI.

Dalam operasionalnya, karena tidak dilengkapi fasilitas roda, Petir dilontarkan lewat platform peluncur. Sementara untuk mendaratkannnya menggunakan jaring. Petir dirancang sebagai rudal permukaan ke permukaan berkemampuan balistik. Dengan program yang ditanam rudal petir dapat di seting untuk menuju ke target sasaran vital tertentu yang tidak bergerak. Dengan titik kerendahan terbang berada pada ketinggian 20 meter, Petir mampu melintasi kontur sehingga meminimalkan untuk terbaca oleh radar dan menghindari frekuensi yang berubah-ubah, serta mereduksi risiko di jamming.

Perangkat GCS (Ground Control Station) drone Petir.Perangkat GCS (Ground Control Station) drone Petir. [indomiliter]

Poin keunggulan Petir diantaranya mengadopsi sejumlah teknologi mutakhir untuk pengindraan sasaran. Diantaranya sudah mengadopsi multiple 3D point, ini lebih maju daripada rudal yang menggunakan seeker, konsekuensinya Petir nanti dibenamkan prosesor tingkat tinggi untuk memproses data sasaran tembak. Petir menggunakan engine standar dengan kecepatan 260 kilometer per jam. Teknisi sedang merancang engine sendiri yang diharapkan mampu mendongkrak kecepatan Petir menjadi 500 km per jam.

Sejak 2014, tiga prototipe Petir menjalani serangkaian uji coba. Yang terakhir, pengujian terbang dilakukan di Pameungpeuk, Jawa Barat. Selama percobaan, Petir belum diisi hulu ledak karena hanya menguji aspek aerodinamika. Petir diklaim cocok dengan kebutuhan militer Indonesia. Selama ini rudal dengan jarak jelajah 45–60 km belum terisi. Dengan jarak jangkau yang lebih pendek, tentunya diharapkan rudal yang sepenuhnya dirancang Putra Indonesia dapat ditawarkan dengan harga lebih murah ketimbang rudal-rudal besutan Luar Negeri.

 Spesifikasi Petir V-101 

★ Panjang: 1.850 mm
★ Bentang sayap: 1.550 mm
★ Berat tanpa hulu ledak: 20 kg
Air frame set: carbon reinforced composite
Propulsion system set: turbine engine thrust
★ Berat hulu ledak: 10 kg
★ Jarak jangkau pada uji perdana: 45 km
★ Kecepatan uji tahap kedua: 260 km per jam
★ Sistem elektronik: PID controller, 3D waypoint autopilot, GPS navigation, complete with 6 DoF sensors, dan 3 axis magnetometers. [indomiliter]

  Garuda Militer