Tampilkan postingan dengan label KRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KRI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2016

KRI Teluk Ratai 509 Debarkasikan Satgas Pamtas Yonif 312

 Masih Setia Mengawal Lintas Laut Militer 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgZFk3w4eTJsae6KSTMFpcTkSKmMMLZwSzLrcgVy6Z0nwAuw7NM-zoVTnPRLudkUHULKAhoJSuuLaKUSXPrmbImyjXaVdFTbxuh0draYV78wb54NPgUGYObrpSs0NditynUlQvWtfHyNc/s400/ratai2.JPGKRI Teluk Ratai 509 [Kolinlamil]

S
alah satu kapal perang TNI AL dari jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), KRI Teluk Ratai 509 melaksanakan debarkasi pasukan Batalyon Infanteri 312 Kala Hitam Subang usai melaksanakan operasi Pamtas RI – Malaysia.

KRI yang berada di bawah pembinaan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Surabaya tersebut mengangkut lebih dari 600 pasukan Batalyon Infanteri 312 Kala Hitam Subang. Penerimaan pasukan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia di Kalimantan Barat ini, dilaksanakan di Dermaga Kolinlamil, Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (16/11).

Upacara penerimaan dipimpin Kepala Staf Kodam III Siliwangi Brigjen TNI Yosua Pandit Sembiring yang dihadiri Kepala Staf Kolinlamil Laksma TNI R. Edi Surjanto, S.E., M.M.

Kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST) dengan komandan Letkol Laut (P) Wijayanto, saat ini tengah sandar di Dermaga Kolinlamil setelah Selasa kemarin (15/11) tiba di Dermaga Kolinlamil.

Pergeseran pasukan ke seluruh wilayah nusantara merupakan salah satu tugas pokok Kolinlamil sebagai pembina tunggal sistem angkutan laut militer. Selain mendukung pergeseran pasukan TNI ke daerah perbatasan dengan negara tetangga, Kolinlamil juga aktif dalam mendukung pergeseran pasukan, material dan logistik ke daerah-daerah rawan dan pulau-pulau terluar RI.

KRI Teluk Ratai-509 yang sehari-hari dibawah pembinaan Satuan Lintas laut Militer (Satlinlamil) Surabaya memiliki spesifikasi berat 4080 ton dan mampu mengangkut 17 tank dengan beberapa jenis kendaraan, memiliki kemampuan kecepatan berlayar sampai dengan 9 knot atau 9 mil per jam.

Kapal perang yang diproduksi Amerika tahun 1944 dan memperkuat jajaran TNI AL sejak tahun 1967 dan selanjutnya dibawah pembinaan Komando Lintas Laut Militer sejak Tahun 1990. Kapal perang yang telah berumur puluhan tahun dan memperkuat jajaran TNI AL ini, telah terlibat dalam berbagai kegiatan latihan dan operasi, maupun kegiatan bantuan sosial mengangkut bantuan bencana alam maupun angkutan transmigrasi pada masa lalu ke luar pulau Jawa.

Dan kapal ini selalu dalam keadaan siap setiap saat mengawal NKRI…Old Ship Never Die, Just Past Away.

  ★ TNI AL  

Paket Senjata Tambahan PKR 10514 Sedang di Bahas

 Program PKR Sigma 10514 dengan Damen tidak termasuk dengan sistem alutsista, diantaranya VLS Mica, Rudal anti kapal MM 40 blok 3 Exocet dan meriam CIWS Millenium 35 mm 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZPb5EQx_TAbXUy_3cSSlgHfamIzzMdDAPOMSBdnGdcENMKODRj682r9qN_OdG5u4axL29KmmixQVnJeeUkFrjWRCsQkW5BSOtDQEzIMv5iuHlXbTbtlUxqUB4lDyt3LiXQE2Yta_YC66r/s1600/p1682743+PKR+10514+Thales.jpgKRI Raden Eddy Martadinata saat ujicoba di laut. Meriam Leonardo (Oto Melara) 76/62 adalah satu-satunya sistem senjata yang termasuk dalam pasokan. [Thales]

D
amen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) diberitakan sedang negosiasi dengan beberapa pemasok untuk pengadaan paket tambahan senjata dan peralatan untuk dua kapal SIGMA 10514 Perusak Kawal Rudal (PKR) frigat yang akan dikirim ke TNI-AL.

Kementerian Pertahanan Indonesia (MoD) dan DSNS sebagai kontraktor utama, menandatangani kontrak pada Desember 2012 untuk pengadaan PKR pertama. Tambahan kapal kedua dilakukan pada pertengahan 2013. Kapal dengan konstruksi modular diproduksi bersama antara fasilitas Vlissingen, Belanda, dari DSNS dan galangan kapal PT PAL di Surabaya, dengan perakitan akhir, integrasi, dan pengujian dilakukan di Indonesia.

Kapal pertama KRI Raden Eddy Martadinata [REM] telah menyelesaikan ujicoba di laut pada bulan September 2016 dan direncanakan akan dikirimkan pada akhir Januari 2017, setelah selesai pelatihan awak kapal. PT PAL saat ini terus bekerja menyelesaikan kapal kedua, dan diberi nama Gusti Ngurah Rai [GNR]. Pengiriman kapal kedua dijadwalkan pada bulan Oktober 2017.

Sistem alutsista kapal PKR 10514 yang disediakan oleh Thales Nederland, termasuk sistem manajemen tempur TACTICOS, SMART-S Mk 2 radar surveillance, Aduk 1,2 EO Mk 2 radar / sistem pelacakan elektro-optik, Kingklip sonar dan satu-satunya sistem senjata dalam kontrak asli adalah meriam utama Leonardo (Oto Melara) kaliber 76/62 mm.

Namun, sistem lain memungkinkan dipasang didalam kapal. Desain kapal Sigma PKR 10514 dikenal dengan 'fitted for but not with' (FFBNW), termasuk sistem rudal titik pertahanan, sistem rudal permukaan-ke-permukaan, dan sistem senjata CIWS. [IHS Jane]

  ★ Garuda Militer  

Rabu, 16 November 2016

Pelatihan Cawak PC40

⚓️ KRI Tatihu 853 termasuk PC-40 produksi PT Palindo. [TNI AL]

Komando Latihan (Kolat) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) menyelenggarakan Pelatihan Cawak PC-40 yakni KRI Torani-860 dan KRI Lepu-861, di Gedung Nanggala, Markas Komando (Mako) Kolat Koarmabar, Jalan Gunung Sahari Raya No.67 Jakarta Pusat, Rabu (16/11). Acara tersebut dibuka Wadan Kolatarmabar Letkol Laut (P) Arief Rustaman mewakili Dankolatarmabar Kolonel Laut (P) Deny Septiana, S.IP.,M.AP.

Dankolatarmabar Kolonel Laut (P) Deny Septiana, S.IP., M.AP., dalam amanatnya yang dibacakan Wadan Kolatarmabar antara lain mengatakan, kegiatan pelatihan ini dilaksanakan untuk menyiapkan personel-personel yang akan mengawaki Kapal Patroli Cepat yang akan selesai di bangun di Galangan kapal yang terletak di Batam.

KRI Torani 860 produksi PT Karimun Anugerah Sejati (KAS). [defence.pk]

Lebih lanjut Dankolatarmabar berharap dengan bekal dasar pengetahuan dan keterampilan yang diberikan, hal ini dapat memelihara kemampuan personel serta akan membekali para peserta pelatihan, untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat dalam mendukung pelaksanaan tugas, serta diharapkan memberikan dampak yang positif kepada pribadi maupun Satuannya.

Pelatihan Cawak PC-40 di Kolat Koarmabar ini, diselenggarakan mulai tanggal 16 sampai dengan 25 November 2016 dan diikuti 72 peserta, denagn materi teori dan praktek secara langsung, berupa pengetahuan kepelautan dan prosedur penyelamatan kapal, baik untuk individu maupun tim, yang berkaitan dengan pengawak alat utama system senjata armada terpadu (SSAT), yang baru dibangun.

Mengakhiri amanatnya, Dankolatarmabar memberikan penekanan kepada para peserta latihan agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan, serta patuhi dan taati segala peraturan yang ada, tanamkan tekad, semangat dan motivasi yang tinggi untuk belajar, jalin kebersamaan, kekompakan dan keakraban antar sesame peserta didik, serta manfaatkan wakyu pendidikan yang relatif singkat ini seoptimal mungkin.

  ⚓️ TNI AL  

Selasa, 15 November 2016

[Foto] KRI Banda Aceh Tahan Kapal Ilegal

൬ Simulasi dari 'Boarding Excercise'Latihan bersama (latma) Asean Defence Ministry Meeting (ADMM) Plus FTX on Maritime Security Mahi Tangaroa 2016. 

tim-vbss-kri-bac-593-antara-5

Tim Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) KRI Banda Aceh-593 melakukan pencarian dan penyergapan awak dari kapal Braveheart yang diduga menyelundupkan barang ilegal di perairan Auckland, Selandia Baru, Senin (14/11). [Antara Jatim/M Risyal Hidayat/zk/16]
tim-vbss-kri-bac-593-antara-6

Kegiatan tersebut merupakan simulasi dari "Boarding Excercise" bagian dari latihan bersama (latma) Asean Defence Ministry Meeting (ADMM) Plus FTX on Maritime Security Mahi Tangaroa 2016 yang diikuti sekitar 13 negara. [Antara Jatim/M Risyal Hidayat/zk/16]
  Republika  

Jumat, 11 November 2016

KRI Banda Aceh Arungi Perairan Australia

Kartika Jaya Krida 2016KRI Banda Aceh 593 saat sandar di Pelabuhan Sydney Australia, Jumat (11/11). [Dispen Kolinlamil]

KRI Banda Aceh-593 yang telah mengangkat sauh, melaksanakan tugas pelayarannya ke Sydney, Australia. Pelayaran kali ini mengemban misi Operasi Kartika Jala Krida 2016 sebagai ajang latihan puncak taruna Akademi TNI AL.

Pada kesempatan tersebut, KRI Banda Aceh-593 menjadi kapal TNI AL peserta International Naval Review (INR) 2016 di Australia itu. Kapal perang dari kelas landing platform dock buatan Indonesia itu lepas tali tambat dari dermaga Markas Komando Pangkalan Utama TNI AL VII/Kupang, NTT, Senin pertengahan Oktober lalu.

Satuan tugas itu terdiri dari 103 kadet terdiri dari 92 kadet putra dan 11 kadet putri tingkat III Akademi TNI AL atau angkatan ke-63 akademi itu, 19 pengasuh AAL terdiri dari 14 perwira dan lima anggota, serta 123 ABK dan 19 pendukung.

Untuk pelayaran hingga ke Sydney, KRI Banda Aceh-593 menempuh waktu selama 13 hari 15 jam dengan menempuh 3.400 mil laut dengan kecepatan 14 knot perjam, dengan keberangkatan pada waktu 14.00 WIT dari Kupang, NTT.

Pelayaran ini melanjutkan lintas laut kapal rutin menuju Sydney, Australia, sebelum menuju Auckland, Selandia Baru untuk mengikuti latihan bersama Mahi Tangaroa di Auckland, Selandia Baru.

KRI Banda Aceh-593 mewakili TNI AL (Indonesia) dalam rangka menghadiri rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-75 Royal New Zealand Navy pada November 2016 yang akan diikuti 18 negara anggota ASEAN Defence Ministry Meeting (ADMM) Plus FTX On Maritime Security Mahi Tangaroa 2016.

Selepas upacara pemberangkatan dengan upacara kemiliteran yang melibatkan seluruh Satgas KJK dan INR 2016 di dermaga Markas Komando Pangkalan Utama TNI Al VII/Kupang, NTT, seluruh personel satuan tugas itu dilepas petinggi TNI AL setempat.

Secara terpisah, Komandan KRI Banda Aceh-593, Letnan Kolonel (P) Budi Santosa, menegaskan, personel Satpaska Armabar yang on board dikapalnya melakukan serangkaian latihan kemampuan pencarian, penyergapan dan pembebasan atau Visit Board Search and Seize (VBSS) kapal Jumat (11/11).

Menurutnya, peran utama akan dimainkan anggota Satuan Komando Pasukan Katak Komando Armada Indonesia Kawasan Barat TNI AL yang berperan sebagai awak KRI Banda Aceh-593 sebagai kapal perang bantu yang akan dilindungi dalam latihan Mahi Tangaroa.

"Kita nantinya akan bergabung dengan 15 kapal perang dari delapan negara pada bulan November mendatang yang tergabung dalam Latma Mahi Tangaroa yang sudah terkonfirmasi oleh Angkatan Laut Selandia Baru," katanya. (fri/jpnn)
 

  JPNN  

Selasa, 08 November 2016

PT DPS Mid Life Modernization Kapal TNI AL

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLwJ5Fwk_Q_lMlCPslWrLpCDiCnODZF8w2I-WQ-WmB0_F0inS5JgCLpkHrNox7hEhjq60Llk0ZhX0hb0vN-DG2bpH9XHRMOpzKOcZFfEWNJb3b31EItRpJqObwaIiot6scjAbCq7djBr4/s1600/361_6.jpgKorvet KRI 361 ketika menjalani Mid Life Modernization (MLM). [Kaskus militer] ☆

PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) terus memperkuat posisinya di industri perkapalan Indonesia dengan salah satunya ikut dalam ajang pameran Indodefence 2016, pada 2-5 November 2016 di JIExpo Jakarta. Dalam pameran tersebut BUMN perkapalan ini memamerkan hasil inovasi perkapalan di bidang pertahanan matra laut.

Sekretaris Perusahaan PT Dok dan Perkapalan Surabaya, Diana Rosa, mengatakan hasil inovasi produk pertahanan unggulan yang dipamerkan pada ajang ini adalah keberhasilan dalam melaksanakan program modernisasi kapal perang ketika usia kapal perang yang dioperasikan sudah mencapai fase batas usia ekonomis (Mid Life Modernization/MLM).

Target yang ingin kami capai dalam ajang pameran ini adalah memperkenalkan produk unggulan pertahanan kepada calon pelanggan potensial, yaitu angkatan laut negara-negara sahabat, serta mendapatkan proyek MLM kapal-kapal kombatan TNI-AL lainnya yang saat ini akan masuk fase batas usia ekonomis. Disamping tidak menutup kemungkinan untuk mendapatkan proyek pembuatan kapal kombatan baru dari TNI-AL untuk Tahun Anggaran 2017,” ujar Diana, (4/11/2016).

Pengerjaan terhadap kapal perang dalam proyek MLM ini meliputi repowering, replating, overhaul berbagai paralatan penggerak, serta penggantian peralatan elektronika dan CMS (Combat Management System) untuk menyesuaikan perkembangan teknologi dan strategi pertempuran laut di masa depan.

Hingga saat ini, proyek MLM dilakukan terhadap Flagship Korvet milik TNI AL, KRI. Fatahillah – 361 dari era 80-an dan sukses diselesaikan pertama kali di galangan kapal nasional dengan kualitas yang baik.

Produk unggulan PT. Dok dan Perkapalan Surabaya lainnya adalah reparasi berbagai tipe KRI milik TNI AL, diantaranya adalah KRI Dr. Soeharso (990), KRI Surabaya (591), KRI Makassar (590), KRI Hasan Basri (382), KRI Salawaku (842).

Hal ini membuktikan galangan PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) memiliki kompetensi yang unggul dalam reparasi kapal militer milik TNI AL sesuai dengan standar internasional yang dimiliki perusahaan yaitu ISO 9001:2008 dan OHSAS 18001:2007,” ujar Diana. DPS yang berdiri sejak 1910 terus mendukung penuh program Poros Maritim pemerintah dengan menghasilkan produk kapal-kapal yang berkualitas tinggi dan handal untuk menggerakkan sektor perekonomian Indonesia.

  Kabarbisnis  

[Foto] Kapal Perang Produksi PT PAL

Kapal SSV kedua pesanan Filipina dan PKR 10514 kedua pesanan TNI AL Penampakan aktifitas pekerja PT PAL menyelesaikan kapal perang pesanan Filipina dan TNI AL di Surabaya.


Sejumlah pekerja beraktivitas di dekat kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) di Galangan Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (8/11). [ANTARA FOTO/Irfan Anshori/foc/16.]

Kapal perang kedua pesanan Filipina yang pengerjaannya sudah memasuki tahap pemasangan akomodasi (outfitting) tersebut diperkirakan selesai lebih cepat dua bulan dari target yang ditentukan sebelumnya yakni Mei 2017. [ANTARA FOTO/Irfan Anshori/foc/16.]
Kapal Perang Jenis Perusak Kawal Rudal

Kapal perang jenis Perusak Kawal Rudal (PKR)-2 KRI I GUSTI NGURAH RAI-332 di Galangan Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (8/11). [ANTARA/Irfan Anshori]
Kapal Perang Jenis Perusak Kawal Rudal

Kapal PKR-2 tersebut merupakan kapal canggih kelas frigate yang dikerjakan bersama (Joint Production) antara PT PAL dengan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) Belanda untuk Kementerian Pertahanan. [ANTARA/Irfan Anshori]
Dikerjakan bersama antara PT PAL dengan Damen Schelde Naval Shipbuilding Belanda

Ditargetkan selesai pengerjaannya pada bulan Oktober tahun 2017. [ANTARA/Irfan Anshori]
  Garuda Militer  

Senin, 07 November 2016

LST 117m Pesanan TNI AL

Dalam pembangunan http://www.janes.com/images/assets/314/65314/p1651612.jpgIlustrasi desain kapal LST pesanan TNI AL

Galangan kapal nasional PT Daya Radar Utama (DRU) sedang memproduksi kapal Landing Ship Tank (LST) pesanan TNI AL dengan berat 4.500 tons.

Produksi kapal dimulai permulaan bulan Agustus 2016 dan akan diluncurkan pada tahun 2017, kata Frans Tedjakusuma, manager produksi PT DRU kepada IHS Jane's pada tanggal 3 November di event Indo Defence 2016 di Jakarta.

Perusahaan akan membangun kapal sekelas dengan KRI Teluk Bintuni tapi sedikit lebih pendek, dimana KRI Bintuni sekarang diperuntukan mengangkut MBT leopard 2A4 TNI AD.

Desain LST KRI Bintuni dengan panjang 120m [PT DRU]

"Perbedaan kapal dengan Teluk Bintuni, adalah kapal baru tidak di desain mengangkut main battle tanks," kata Tedjakusuma, dan akan diperuntukan untuk mengangkut tank amfibi BMP3F marinir TNI AL.

Spesifikasi kapal menurut perusahaan, memiliki panjang 117 m, lebar 16.4 m dan draught 3 m. Menggunakan 2 mesin dengan kapasitas 3,285 kW dan mampu dipacu hingga 16 kt, jarak jelajah kapal sekitar 6,000 n miles pada kecepatan 14 kt. Kapal LST ini dapat menampung sampai dengan 15 unit tank BMP-3F dan Helikopter 10 tons di deck kapal.

Kapal LST kedua ini dapat dipersenjatai dengan meriam kaliber 40 mm di depan, dan senjata mesin kaliber 12.7 mm dibeberapa titik di kapal.

Kapal direncanakan akan diserahterimakan kepada TNI AL pada permulaan tahun 2018. [IHS Janes]

  Garuda Militer  

Minggu, 06 November 2016

TNI AL Akan Tambah Kapal Perusak Kawal Rudal Tahun Depan

Kapal ini disiapkan untuk mengganti kapal perang Van Speijk yang telah berumur lebih dari 45 tahun. https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfQZp7B8VWd79y1UUepTA3ERApNOdqzPBNfelpHro8_jW8qg4rH471OlFMZ9IblfhfAX13ySEOBAXXi6kcYj3FG3RfXPIFRDHHENuShw3JUpBG0dt1Gp7L40DJgXYVdyjGczQ8L2T2bw6o/s1600/SIGMA_FrigateKRI+Raden+Eddy+Martadinata+%2528331%2529.jpgKRI REM 331 [Damen]

TNI angkatan laut akan menambah kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) hasil kerjasama alih teknologi dengan PT. Pal dan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS). Kapal ini disiapkan untuk mengganti kapal perang Van Speijk yang telah berumur lebih dari 45 tahun.

"Itu kapal juga tidak bisa ditahan tuanya. Suruh rem dulu jangan tua dulu kan tidak mungkin. Jangan sampai prajurit kita mengawaki alutsista yang sudah tua. Kalau sudah tua platnya sudah kropos," ungkap Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi di area Indodefence 2016, Kemayoran, Jakarta, 2 November 2016.

Jenderal bintang empat ini menambahkan, penggantian kapal akan dilakukan rutin setiap tahun. Kapal perang Van Speijk sendiri akan dilakukan uji kelaikan oleh Dinas Kelaiakan Material Angkatan Laut (Dislaikmatal) untuk pergantian secara bertahap.

"Kan baru 2 (yang diganti) nanti 2 yang kita dispose. Kemudian nanti kita ada anggaran sesuai penggantian MEF bikin lagi dua atau satu-satu tiap tahun. Berikutnya akan dispose lagi 2 kan gitu. Sampai nanti terpenuhi pergantian itu," ungkap pria murah senyum ini.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8o-S3nybqjaM3_TmGXqQtW6es0fjD5KLdPtXnH_ctpCcM2zCFAKmwgkjCDQw1tAi4YZAQ9YI2_iFCgXQ-XP2WzfBpLD_W0qYvwoiLT4jzV0fIytUntGVcrFQFtwoQ47lHNrbdFWH6i6V6/s1600/SIGMA_10514_naval_frigate.jpgPKR 10514 KRI REM 331 [Damen]

Kapal SIGMA PKR 105 pertama telah melakukan uji coba 7 September 2016 dan rencananya akan diserahterimakan pada Awal 2017 mendatang. Kolaborasi pembangunan kapal perang yang ditaksir senilai US$ 220 juta/unit (Rp 2,6 triliun) ini melalui sistem modular sebanyak 7 modul atau bagian kapal yang harus disatukan.

Untuk PKR ke-1, sebanyak 5 modul dibuat di PT PAL dan 2 modul dibuat di Damen. Sedangkan PKR ke-2 yang dilaunching pada 30 September kemarin, sebanyak 6 modul dibuat di PT PAL dan 1 modul dibuat di Damen.

"Yang jelas tahun depan ada satu yang kita bertahap. Karena PKR 1 tahun depan (penyerahannya), dan PKR 2 akhir tahun," tutup Ade.

Kapal PKR merupakan kapal perang canggih yang memiliki panjang 105,11 meter, lebar 14,2 meter, dan kecepatan 28 knot. Kapal ini dapat berlayar sampai 5.000 nm pada 14 knot dan ketahanan berlayar 20 hari.

  Otonomi  

Indonesia Navy Upgrade Radar

Upgrade Three Ahmad Yani Class FrigateThree Ahmad Yani class frigates will undergo radar upgrade [Kaskus Militer]

Local electronics group PT Len (Hall D, Stand P002-BUMNIS) has disclosed details of an upgrade implemented for the legacy DA 05 surveillance radars fitted on board three of the Indonesian Navy’s six Ahmad Yani-class frigates.

Built by what was Hollandse Signaalapparaten, the DA 05 is a medium-range S-band radar used for surveillance and target indication.

The PT Len upgrade replaces the original magnetron transmitter with a 5kW solid-state power amplifier, and introduces digital signal processing while retaining the existing antenna and waveguide.

Key features of the modernised DA 05 radar include frequency agility, 1,000 selectable channels, moving target indication, and automatic plot extraction and multi-hypothesis tracking. The entire unit has been re-architectured using COTS electronics.
 

  IHS Janes  

Sabtu, 05 November 2016

PT DRU Mendapat Pesanan TNI AL dan TNI AD

LST pesanan kedua sedang dalam produksiKRI Teluk Bintuni 520 produk PT DRU [defence.pk]

Setelah sukses mengirim kapal Landing Ship Tank (LST) KRI Teluk Bintuni kepada TNI AL tahun lalu, perusahaan galangan kapal PT Daya Radar Utama sekarang sedang mengerjakan pesanan tambahan kapal logistik.

Sumber dari perusahaan mengatakan kepada Show Daily bahwa PT DRU telah mendapat pesanan dari Kementrian Pertahanan untuk membangun 2 unit kapal Landing Craft Utility (LCU) dengan panjang 99 meter untuk TNI AD.

2 unit LCU pesanan TNI AD [defense studies]

Pengiriman kapal diperkirakan pada akhir tahun 2018. Selain itu PT DRU juga mendapat pesanan membangun kapal LST kedua untuk TNI AL.

Berbeda dengan Kapal KRI Teluk Bintuni, desain kapal akan lebih kecil karena kapal di buat tanpa hanggar helikopter. Pemotongan lunas kapal dimulai pada bulan Juni 2016, dan akan di serahterimakan pada permulaan tahun 2018.  [Show Daily]


  Garuda Militer