Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2016

KRI Teluk Ratai 509 Debarkasikan Satgas Pamtas Yonif 312

 Masih Setia Mengawal Lintas Laut Militer 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgZFk3w4eTJsae6KSTMFpcTkSKmMMLZwSzLrcgVy6Z0nwAuw7NM-zoVTnPRLudkUHULKAhoJSuuLaKUSXPrmbImyjXaVdFTbxuh0draYV78wb54NPgUGYObrpSs0NditynUlQvWtfHyNc/s400/ratai2.JPGKRI Teluk Ratai 509 [Kolinlamil]

S
alah satu kapal perang TNI AL dari jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), KRI Teluk Ratai 509 melaksanakan debarkasi pasukan Batalyon Infanteri 312 Kala Hitam Subang usai melaksanakan operasi Pamtas RI – Malaysia.

KRI yang berada di bawah pembinaan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Surabaya tersebut mengangkut lebih dari 600 pasukan Batalyon Infanteri 312 Kala Hitam Subang. Penerimaan pasukan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia di Kalimantan Barat ini, dilaksanakan di Dermaga Kolinlamil, Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (16/11).

Upacara penerimaan dipimpin Kepala Staf Kodam III Siliwangi Brigjen TNI Yosua Pandit Sembiring yang dihadiri Kepala Staf Kolinlamil Laksma TNI R. Edi Surjanto, S.E., M.M.

Kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST) dengan komandan Letkol Laut (P) Wijayanto, saat ini tengah sandar di Dermaga Kolinlamil setelah Selasa kemarin (15/11) tiba di Dermaga Kolinlamil.

Pergeseran pasukan ke seluruh wilayah nusantara merupakan salah satu tugas pokok Kolinlamil sebagai pembina tunggal sistem angkutan laut militer. Selain mendukung pergeseran pasukan TNI ke daerah perbatasan dengan negara tetangga, Kolinlamil juga aktif dalam mendukung pergeseran pasukan, material dan logistik ke daerah-daerah rawan dan pulau-pulau terluar RI.

KRI Teluk Ratai-509 yang sehari-hari dibawah pembinaan Satuan Lintas laut Militer (Satlinlamil) Surabaya memiliki spesifikasi berat 4080 ton dan mampu mengangkut 17 tank dengan beberapa jenis kendaraan, memiliki kemampuan kecepatan berlayar sampai dengan 9 knot atau 9 mil per jam.

Kapal perang yang diproduksi Amerika tahun 1944 dan memperkuat jajaran TNI AL sejak tahun 1967 dan selanjutnya dibawah pembinaan Komando Lintas Laut Militer sejak Tahun 1990. Kapal perang yang telah berumur puluhan tahun dan memperkuat jajaran TNI AL ini, telah terlibat dalam berbagai kegiatan latihan dan operasi, maupun kegiatan bantuan sosial mengangkut bantuan bencana alam maupun angkutan transmigrasi pada masa lalu ke luar pulau Jawa.

Dan kapal ini selalu dalam keadaan siap setiap saat mengawal NKRI…Old Ship Never Die, Just Past Away.

  ★ TNI AL  

Paket Senjata Tambahan PKR 10514 Sedang di Bahas

 Program PKR Sigma 10514 dengan Damen tidak termasuk dengan sistem alutsista, diantaranya VLS Mica, Rudal anti kapal MM 40 blok 3 Exocet dan meriam CIWS Millenium 35 mm 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZPb5EQx_TAbXUy_3cSSlgHfamIzzMdDAPOMSBdnGdcENMKODRj682r9qN_OdG5u4axL29KmmixQVnJeeUkFrjWRCsQkW5BSOtDQEzIMv5iuHlXbTbtlUxqUB4lDyt3LiXQE2Yta_YC66r/s1600/p1682743+PKR+10514+Thales.jpgKRI Raden Eddy Martadinata saat ujicoba di laut. Meriam Leonardo (Oto Melara) 76/62 adalah satu-satunya sistem senjata yang termasuk dalam pasokan. [Thales]

D
amen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) diberitakan sedang negosiasi dengan beberapa pemasok untuk pengadaan paket tambahan senjata dan peralatan untuk dua kapal SIGMA 10514 Perusak Kawal Rudal (PKR) frigat yang akan dikirim ke TNI-AL.

Kementerian Pertahanan Indonesia (MoD) dan DSNS sebagai kontraktor utama, menandatangani kontrak pada Desember 2012 untuk pengadaan PKR pertama. Tambahan kapal kedua dilakukan pada pertengahan 2013. Kapal dengan konstruksi modular diproduksi bersama antara fasilitas Vlissingen, Belanda, dari DSNS dan galangan kapal PT PAL di Surabaya, dengan perakitan akhir, integrasi, dan pengujian dilakukan di Indonesia.

Kapal pertama KRI Raden Eddy Martadinata [REM] telah menyelesaikan ujicoba di laut pada bulan September 2016 dan direncanakan akan dikirimkan pada akhir Januari 2017, setelah selesai pelatihan awak kapal. PT PAL saat ini terus bekerja menyelesaikan kapal kedua, dan diberi nama Gusti Ngurah Rai [GNR]. Pengiriman kapal kedua dijadwalkan pada bulan Oktober 2017.

Sistem alutsista kapal PKR 10514 yang disediakan oleh Thales Nederland, termasuk sistem manajemen tempur TACTICOS, SMART-S Mk 2 radar surveillance, Aduk 1,2 EO Mk 2 radar / sistem pelacakan elektro-optik, Kingklip sonar dan satu-satunya sistem senjata dalam kontrak asli adalah meriam utama Leonardo (Oto Melara) kaliber 76/62 mm.

Namun, sistem lain memungkinkan dipasang didalam kapal. Desain kapal Sigma PKR 10514 dikenal dengan 'fitted for but not with' (FFBNW), termasuk sistem rudal titik pertahanan, sistem rudal permukaan-ke-permukaan, dan sistem senjata CIWS. [IHS Jane]

  ★ Garuda Militer  

Rabu, 16 November 2016

Pelatihan Cawak PC40

⚓️ KRI Tatihu 853 termasuk PC-40 produksi PT Palindo. [TNI AL]

Komando Latihan (Kolat) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) menyelenggarakan Pelatihan Cawak PC-40 yakni KRI Torani-860 dan KRI Lepu-861, di Gedung Nanggala, Markas Komando (Mako) Kolat Koarmabar, Jalan Gunung Sahari Raya No.67 Jakarta Pusat, Rabu (16/11). Acara tersebut dibuka Wadan Kolatarmabar Letkol Laut (P) Arief Rustaman mewakili Dankolatarmabar Kolonel Laut (P) Deny Septiana, S.IP.,M.AP.

Dankolatarmabar Kolonel Laut (P) Deny Septiana, S.IP., M.AP., dalam amanatnya yang dibacakan Wadan Kolatarmabar antara lain mengatakan, kegiatan pelatihan ini dilaksanakan untuk menyiapkan personel-personel yang akan mengawaki Kapal Patroli Cepat yang akan selesai di bangun di Galangan kapal yang terletak di Batam.

KRI Torani 860 produksi PT Karimun Anugerah Sejati (KAS). [defence.pk]

Lebih lanjut Dankolatarmabar berharap dengan bekal dasar pengetahuan dan keterampilan yang diberikan, hal ini dapat memelihara kemampuan personel serta akan membekali para peserta pelatihan, untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat dalam mendukung pelaksanaan tugas, serta diharapkan memberikan dampak yang positif kepada pribadi maupun Satuannya.

Pelatihan Cawak PC-40 di Kolat Koarmabar ini, diselenggarakan mulai tanggal 16 sampai dengan 25 November 2016 dan diikuti 72 peserta, denagn materi teori dan praktek secara langsung, berupa pengetahuan kepelautan dan prosedur penyelamatan kapal, baik untuk individu maupun tim, yang berkaitan dengan pengawak alat utama system senjata armada terpadu (SSAT), yang baru dibangun.

Mengakhiri amanatnya, Dankolatarmabar memberikan penekanan kepada para peserta latihan agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan, serta patuhi dan taati segala peraturan yang ada, tanamkan tekad, semangat dan motivasi yang tinggi untuk belajar, jalin kebersamaan, kekompakan dan keakraban antar sesame peserta didik, serta manfaatkan wakyu pendidikan yang relatif singkat ini seoptimal mungkin.

  ⚓️ TNI AL  

PT DI Kembangkan Helikopter Anti-Kapal Selam Pesanan TNI-AL

➶ Diserahkan Mulai Tahun Depan➶ Ilustrasi helikopter Panther [google]

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso mengatakan tengah menyiapkan pengembangan helikopter pesanan TNI Angkatan Laut dengan kemampuan anti-kapal selam. “Tahun depan kami mulai membuat pesanan TNI Angkatan Laut untuk helikopter anti-kapal selam,” katanya di Bandung, Selasa, 15 November 2016.

Budi mengatakan helikopter anti-kapal selam itu dibangun bersama Airbus Helicopters Perancis. Fisik helikopter Panther itu mirip dengan pesawat operasional yang dipergunakan Basarnas, yakni AS365 N3+ Dauphin. “Kalau Dauphin itu versi sipil, helikopter Panther itu versi militernya,” ucapnya.

PT Dirgantara Indonesia mendapat pesanan dari TNI Angkatan Laut untuk membangun 11 unit helikopter anti-kapal selam. “Angkatan Laut memesan 11 unit, sudah 2 tahun lalu. Tinggal delivery mulai tahun depan,” kata Budi.

Budi mengatakan pengerjaan helikopter Dauphin menjadi modal bagi PT Dirgantara Indonesia untuk mengembangkan helikopter anti-kapal selam Panther. Helikopter pesanan Basarnas itu, misalnya, diserahkan hari ini. “Dengan mengerjakan pesanan Basarnas, ini menjadi pengetahuan dasar kami untuk mengembangkan pesawat ini,” tuturnya.

Menurut Budi, tipe militer Panther itu menjadi pilihan TNI Angkatan Laut karena kemampuannya mendarat di kapal yang berukuran relatif kecil, yakni kapal laut dengan tipe sigma class ship. “Trennya bagus, karena makin lama kapal Angkatan Laut di mana pun itu makin kecil, enggak pakai kapal-kapal besar. Meriam udah enggak ada yang gede-gede lagi di kapal itu, juga makin kecil, sehingga semua peralatan yang dibutuhkan semakin kecil,” ujarnya.

Budi mengaku, kendati belum rampung, rencana PT Dirgantara mengembangkan helikopter anti-kapal selam sudah menarik minat sejumlah negara. “Beberepa negara Timur Tengah yang punya kapal kecil juga tertarik menggunakan hal yang sama, tapi kami selesaikan dulu pesanan Angkatan Laut. Kalau selesai, baru kita ke negara lain,” ucapnya.

Menurut Budi, PT Dirgantara berencana memperbanyak konten lokal untuk helikopter Panther anti-kapal selam pesanan TNI Angkatan Laut itu. Sejumlah sistem akan ditanam di helikopter anti-kapal selam pesanan TNI Angkatan Laut itu. Di antaranya, peralatan sonar yang bisa diturunkan dalam laut hingga persenjataan torpedo anti-kapal selam. “Panther untuk Angkatan Laut ini kita bongkar habis karena harus diisi peralatan sonar, torpedo, dan lain-lain.

Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT Dirgantara Indonesia Budiman Saleh mengatakan PT Dirgantara menggandeng sejumlah vendor untuk memasok peralatan mendukung sistem helikopter hingga persenjataan. “Contohnya torpedo, roket, kemudian sensor-sensor macam-macam, ada juga FLIR, serta sonar yang dicelupkan ke laut. Yang merakit dan mendesain itu PT Dirgantara Indonesia, bukan domainnya Airbuss,” katanya.

Menurut Budiman, lewat produk itu, PT Dirgantara memegang property right atau license mission helikopter itu. “Nah, yang memegang paten, property right, intellectual property right helikopter anti-kapal selam itu kami. Kalau Airbuss mau jualan itu monggo, tapi dia jualan platform saja.

Budiman mengatakan harga pesawat yang telah dipasangi berbagai sistem mission itu bisa lebih mahal ketimbang penjualan platform dasar pesawatnya. Dia mencontohkan penjualan pesawat CN235 yang kosong berkisar US$ 26–28 juta. Tapi, dengan tambahan berbagai sistem mission, seperti untuk kebutuhan patroli maritim, harganya bisa melonjak menjadi US$ 45–60 juta.

   Tempo  

Selasa, 15 November 2016

[Foto] KRI Banda Aceh Tahan Kapal Ilegal

൬ Simulasi dari 'Boarding Excercise'Latihan bersama (latma) Asean Defence Ministry Meeting (ADMM) Plus FTX on Maritime Security Mahi Tangaroa 2016. 

tim-vbss-kri-bac-593-antara-5

Tim Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) KRI Banda Aceh-593 melakukan pencarian dan penyergapan awak dari kapal Braveheart yang diduga menyelundupkan barang ilegal di perairan Auckland, Selandia Baru, Senin (14/11). [Antara Jatim/M Risyal Hidayat/zk/16]
tim-vbss-kri-bac-593-antara-6

Kegiatan tersebut merupakan simulasi dari "Boarding Excercise" bagian dari latihan bersama (latma) Asean Defence Ministry Meeting (ADMM) Plus FTX on Maritime Security Mahi Tangaroa 2016 yang diikuti sekitar 13 negara. [Antara Jatim/M Risyal Hidayat/zk/16]
  ൬ Republika  

Senin, 14 November 2016

Forum Strategi TNI AL 2016

൬ Bangun Kekuatan Pertahanan Menuju Terwujudnya Poros Maritim Dunia൬ Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi (berdiri di podium) pada acara pembukaan Forum Strategi TNI Angkatan Laut tahun 2016 di Gedung Auditorium Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (14/11). FOTO: Dispenal

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi membuka Forum Strategi TNI Angkatan Laut tahun 2016 di Gedung Auditorium Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (14/11). Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun konsep kebijakan strategis dalam menentukan arah pembangunan TNI Angkatan Laut.

Forum ini mengangkat tema “Pembangunan Kekuatan Pertahanan Maritim Dalam Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia” dan terbagi menjadi empat tim kelompok kerja (pokja).

Tim Pokja I membahas tentang analisa lingkungan strategi maritim kekinian. Tim Pokja II membahas tentang potensi kewilayahan, untuk tim Pokja II membahas strategi penggunaan kekuatan. Sedangkan tim Pokja IV membahas konsep pembangunan kekuatan TNI AL.

Dalam sambutannya, Laksamana Ade menyampaikan forum ini sangat penting dan strategis dalam kerangka perencanaan pembangunan TNI Angkatan Laut. Hasil yang diharapkan adalah tersusunnya sebuah naskah yang berisi strategi penggunaan dan perencanaan pembangunan kekuatan TNI Angkatan Laut.

Sebagai alat negara, TNI Angkatan Laut harus senantiasa memberikan pengabdian terbaiknya dengan mendukung setiap kebijakan nasional yang ditetapkan pemerintah. Sebab kebijakan nasional memberikan arah pembangunan dengan memanfaatkan potensi maritim Indonesia sebagai negara kepulauan termasuk sektor pertahanannya.

Lebih lanjut, Ade menjelaskan strategi dan perencanaan kekuatan adalah faktor penentu terwujudnya postur TNI Angkatan Laut yang diharapkan dengan input analisis lingkungan strategis dan sumber daya yang dimiliki. Untuk itu, forum strategi disusun dalam empat kelompok kerja yang merumuskan analisis perkembangan lingkungan strategis, potensi sumber daya nasional, strategi penggunaan dan rencana pembangunan kekuatan.

Keempat pokja ini harus bekerja sama secara paralel saling melengkapi agar dapat menghasilkan konsep yang komprehensif. Karenanya, peserta forum dipilih berdasarkan bidang tugas dan kompetensi yang diperlukan sehingga diharapkan muncul berbagai ide yang konstruktif,” ujar Kasal seperti dilansir dalam siaran pers Kasubdispenum Dispenal, Kolonel Laut (KH) Heddy Sakti.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Arie H. Sembiring, Para Pejabat Utama Mabesal, Pangkotama wilayah Barat dan Para Kepala Dinas di lingkungan Mabesal.(fri/jpnn)

  ൬ JPNN  

Tambahan Kapal Patroli Cepat

Untuk Lantamal IV TanjungpinangKapal Angkatan Laut Tipe 28 M Propeller [tescoindomaritim.com]

Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV/Tanjungpinang mendapat penambahan armada kapal patroli cepat.

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut IV/Tanjungpinang Laksma TNI S Irawan meresmikan Kapal Angkatan Laut (KAL) Marapas II-4-65 yang dapat bergerak lincah di perairan dangkal.

"Kapal itu akan memperkuat Satuan Keamanan Laut Lantamal IV Tanjungpinang sehingga daya tempur semakin kuat," kata Irawan saat upacara militer di Dermaga Yos Sudarso Batu Hitam, Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (11/11/2016).

KAL Marapas II-4-65 dikomandani Kapten Laut (P) Yose Rizal.

Kapal ini hasil karya anak bangsa, diproduksi di PT Tesco Indomaritim Bekasi pada 10 Agustus 2015, dan diluncurkan dari galangan pada 24 Juni 2016.

Berdasarkan keputusan Kasal Nomor Kep/752/IV/2016 tanggal 7 April 2016, kapal itu diserahkan ke Lantamal IV sebagai kapal patroli cepat berbahan alumunium.

"Nama KAL Marapas diambil dari nama satu pulau di wilayah kerja Lantamal IV yaitu Pulau Marapas yang berada di Kabupaten Bintan," ujarnya.

Kapal Marapas dirancang sebagai kapal patroli cepat yang dapat memasuki perairan dangkal dan dapat bergerak cepat, lincah, serta berkecepatan 28 knot.

"Kapal ini sangat sesuai dengan karakteristik wilayah perairan Kepri," ucapnya.

Irawan menjelaskan KAL Marapas II-4-65 akan meningkatkan pelaksanaan operasi, dan kinerja Lantamal IV dalam rangka mendukung kebijakan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Danlantamal menyatakan Komandan KAL Marapas dan anak buah kapal produk karya putra-putri terbaik bangsa ini berbangga hati karena terpilih untuk memelihara dan mengoperasikan sesuai fungsi asasinya.

"Kapal ini dibeli dari uang rakyat. Oleh karena itu saya perintahkan untuk dapat merawat kapal ini dengan sebaik-baiknya," katanya.

  ★ Kabar24  

Sabtu, 12 November 2016

Lantamal VI Resmikan Team Eastern Fleet Quick Response (EFQR)

Komandan Lantamal (Danlantamal) VI Laksamana Pertama TNI Yusup meresmikan Team Eastern Fleet Quick Response (EFQR) dengan menggelar Upacara Militer bertempat di Dermaga Layang Mako Lantamal VI, Jum’at Siang (11/11/2016).

Upacara ini dihadiri oleh Wakil Komandan (Wadan) Lantamal VI Kolonel Marinir Rasman, M Tr (Han), Walikota Makassar Ir H Moh Ramdhan Pomanto, Kepala Kansar Makassar, Direktur PT Pelindo IV, Dirpolair Polda Sulsel, Para Asisten Danlantamal VI, Para Kadis dan Kasatker Lantamal VI serta para undangan unsur Maritim Lainnya.

Dalam Amanatnya, Danlantamal VI menyampaikan bahwa EFQR Lantamal VI merupakan salah satu bagian dari tugas Lantamal VI yang berada di bawah Komando dan kendali Koarmatim. Keberadaan EFQR Lantamal VI adalah untuk merspon dengan cepat informasi yang diterima dari masyarakat ataupun informasi intelijen mengenai kejadian – kejadian di laut yang dapat menggangu keamanan pengguna laut, khususnya yang melintas di wilayah kerja Lantamal VI.

Team EFQR ini diresmikan dengan tujuan agara unsur-unsur operasi Lantamal VI dapat hadir pada waktu dan posisi yang tepat dalam menindak kejahatan di laut guna mencegah pelanggaran hukum di laut seperti Perompakan, Illegal Fishing, Illegal Mining, Kecelakaan di laut, pencemaran laut. dan dalam melaksanakan tugasnya, selalu berkoordinasi dengan Angakatan Laut tetangga untuk menjaga stabilitas keamanan, sehingga diharapkan akan berdampak pada menurunnya tindak kejahatan di laut.” tegas Danlantamal VI.

Lebih lanjut, Danlantamal VI juga mengajak kepada semua pihak untuk bekerja sama, berkoordinasi secara sinergis dan saling membantu dalam rangka mewujudkan Eastern Fleet Quick Response Lantamal VI yang lebih baik dan dapat dibanggakan, guna mendukung tugas pokok Lantamal VI secara optimal.

Saya berharap dengan dibentuknya Team EFQR Lantamal VI, akan mampu menghadapi tantangan kedepan yang semakin kompleks dengan lebih professional dalam pelaksanaan penegakkan hukum di laut, guna menjaga stabilitas keamanan laut di wilayah kerja Lantamal VI khusunya perairan Makassar”, Kata Danlantamal VI mengakhiri Amanatnya. (iqbal)
 

  Liputan 8  

Jumat, 11 November 2016

KRI Banda Aceh Arungi Perairan Australia

Kartika Jaya Krida 2016KRI Banda Aceh 593 saat sandar di Pelabuhan Sydney Australia, Jumat (11/11). [Dispen Kolinlamil]

KRI Banda Aceh-593 yang telah mengangkat sauh, melaksanakan tugas pelayarannya ke Sydney, Australia. Pelayaran kali ini mengemban misi Operasi Kartika Jala Krida 2016 sebagai ajang latihan puncak taruna Akademi TNI AL.

Pada kesempatan tersebut, KRI Banda Aceh-593 menjadi kapal TNI AL peserta International Naval Review (INR) 2016 di Australia itu. Kapal perang dari kelas landing platform dock buatan Indonesia itu lepas tali tambat dari dermaga Markas Komando Pangkalan Utama TNI AL VII/Kupang, NTT, Senin pertengahan Oktober lalu.

Satuan tugas itu terdiri dari 103 kadet terdiri dari 92 kadet putra dan 11 kadet putri tingkat III Akademi TNI AL atau angkatan ke-63 akademi itu, 19 pengasuh AAL terdiri dari 14 perwira dan lima anggota, serta 123 ABK dan 19 pendukung.

Untuk pelayaran hingga ke Sydney, KRI Banda Aceh-593 menempuh waktu selama 13 hari 15 jam dengan menempuh 3.400 mil laut dengan kecepatan 14 knot perjam, dengan keberangkatan pada waktu 14.00 WIT dari Kupang, NTT.

Pelayaran ini melanjutkan lintas laut kapal rutin menuju Sydney, Australia, sebelum menuju Auckland, Selandia Baru untuk mengikuti latihan bersama Mahi Tangaroa di Auckland, Selandia Baru.

KRI Banda Aceh-593 mewakili TNI AL (Indonesia) dalam rangka menghadiri rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-75 Royal New Zealand Navy pada November 2016 yang akan diikuti 18 negara anggota ASEAN Defence Ministry Meeting (ADMM) Plus FTX On Maritime Security Mahi Tangaroa 2016.

Selepas upacara pemberangkatan dengan upacara kemiliteran yang melibatkan seluruh Satgas KJK dan INR 2016 di dermaga Markas Komando Pangkalan Utama TNI Al VII/Kupang, NTT, seluruh personel satuan tugas itu dilepas petinggi TNI AL setempat.

Secara terpisah, Komandan KRI Banda Aceh-593, Letnan Kolonel (P) Budi Santosa, menegaskan, personel Satpaska Armabar yang on board dikapalnya melakukan serangkaian latihan kemampuan pencarian, penyergapan dan pembebasan atau Visit Board Search and Seize (VBSS) kapal Jumat (11/11).

Menurutnya, peran utama akan dimainkan anggota Satuan Komando Pasukan Katak Komando Armada Indonesia Kawasan Barat TNI AL yang berperan sebagai awak KRI Banda Aceh-593 sebagai kapal perang bantu yang akan dilindungi dalam latihan Mahi Tangaroa.

"Kita nantinya akan bergabung dengan 15 kapal perang dari delapan negara pada bulan November mendatang yang tergabung dalam Latma Mahi Tangaroa yang sudah terkonfirmasi oleh Angkatan Laut Selandia Baru," katanya. (fri/jpnn)
 

  JPNN  

DCNS Tawarkan OPV 90 dan Gowind 2500

Untuk kebutuhan TNI ALhttp://www.janes.com/images/assets/436/65436/p1651693.jpgModel Gowind 2500 di Indo Defence 2016 [IHS Jane]

DCNS menawarkan dua desain kapal permukaan untuk memenuhi kebutuhan Indonesia. Proposal disertai dengan tawaran transfer teknologi dan pengetahuan teknis untuk industri lokal.

Desain OPV 90 dan Gowind 2500 ditawarkan sebagai kebutuhan TNI AL. Sebanyak dua unit kapal patroli lepas pantai (OPV) dan kemungkinan dua fregat tambahan untuk platform SIGMA 10514.

Berbicara kepada IHS Jane dalam pameran Indo Defence 2016 di Jakarta, pejabat DCNS menegaskan bahwa galangan kapal akan berpartisipasi dalam kompetisi ini. Tender formal untuk proyek besar ini diharapkan akan dikeluarkan pada tahun 2017.

Gowind corvette [DCNS]

Spesifikasi OPV yang ditawarkan mempunyai panjang 87 m, lebar 13,6m dan draft  3.2 m. Kapal dapat menampung sekitar 60 kru, termasuk pasukan khusus dan terdapat helicopter deck dengan kapasitas 10 tons tanpa hanggar.

Kecepatan OPV sekitar 21 kt dengan jarak jelajah 8.000 nm pada kecepatan 12 kt selama 21 hari. Menurut DCNS, OPV 90 didesain sebagai Gowind corvette telah digunakan AL Perancis, L'Adroit (P 275).

Sedangkan frigat Gowind 2500 memiliki panjang lebih dari 100 m, lebar 16 dan draft 5.4 m. Kapal dipersenjatai dengan 16 tabung vertical launch system (VLS), sonar dilambung, peluncur torpedo dan meriam utama kaliber 76 mm.

"Salah satu kredit dalam project ini, adalah kami memiliki rekamam jejak yang baik dengan partner industri lokal dalam pengiriman kapal," ungkap Fabrice Honore, direktur DCNS Indonesia. [IHS Jane]

 ♖ Garuda Militer  

Kamis, 10 November 2016

Indonesia Akan Memesan Lagi Kapal Selam

Setelah memesan tiga kapal selam dari Korea Selatan, Indonesia berencana membeli tiga unit lagi sebagai bagian dari program kekuatan minimum essential (MEF) negara.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRzV3O2h6dZ7dLGjzuJoNltCuSERxnQdj4A-oXTFx41MX4A2-ZKmIKEZxk90lEnvHLGhXhkXT6ZhKnDe2dPfxPMLBZ461unVSqgkRSUs5fUJ3ADf9RoO58uBkvzioqu6TdS-LaS2LJo_vF/s1600/peluncuran-kapal-selam-ke-2-indonesia-oleh-dsme-2+%2528kaskus+militer%2529.jpgBold and Beauty, KRI 404 Trisula [TNI AL]

Komite Pertahanan Kebijakan Industri (KKIP) mengatakan Indonesia belum memutuskan dari mana produsen kapal selam yang akan dipesan lagi.

"Yang pertama, kedua dan ketiga kapal selam dikembangkan di Korea Selatan," ungkap Kepala departemen korporasi dan pemasaran KKIP Laksamana (Purn) Yussuf Sollichien kepada The Jakarta Post di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan Indonesia belum memutuskan, apakah akan membeli tiga kapal selam dari Korea Selatan.

http://cdn.newsapi.com.au/image/v1/782148b47bf560941182bd5d9ee84065Ilustrasi kapal frigat multirole Iver Huitfeldt [newsapi]

Indonesia telah memesan tiga jenis 209/1400 Chang Bogo class, kapal selam serang diesel dari perusahaan pertahanan Korea Daewoo Shipbuilding and Marine engineering (DSME).

Angkatan Laut saat ini mengoperasikan dua kapal selam buatan Jerman, KRI Cakra (401) dan KRI Nenggala (402), yang dibangun pada 1980-an. Kapal selam yang dijadwalkan akan dinonaktifkan pada tahun 2020.

Selain tiga kapal selam baru, Indonesia juga berencana untuk membeli kapal frigat rudal dan kapal cepat rudal.

"Indonesia tidak ingin menurunkan persyaratan operasional dan teknis, jadi kami akan membeli dari luar negeri. Namun, kita perlu transfer teknologi [ToT] sebagai yang diamanatkan oleh undang-undang," kata Yussuf. [The Jakarta Post]

 ♖ Garuda Militer  

Rabu, 09 November 2016

TNI AL Berminat Pesan Gatling Gun M134D

Dalam Jumlah Besarhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYob0Nq28hMRcZUIV8kdvMwwdT9_MQcp8Gv2cYp3Es0jw8C5p1Ner8W1aUKcapybY_pSjnsX0OpdXYmC_6BNTmlcKSiF6TSz5yAtvdhKe_dPQUd-O1hV9iSVraS8OfrfiZ4DIfBKgRNSc/s400/IMG-20161107-WA027.jpgGatling gun telah digunakan TNI AL [IMF]

Keberadaannya dalam kancah dunia militer bisa dibilang bukanlah sebagai aktor pendatang baru.

Gatling gun yang dibuat oleh produsen senjata asal Amerika Serikat, Dillon Aero sudah cukup banyak makan asam garam dalam garis depan pertempuran yang terjadi di dunia.

TNI AL (Angkatan Laut) pun berniat untuk menghadirkan senapan multilaras paling anyar asal AS, M134D dalam jumlah besar untuk memperkuat pasukannya.

Tadi kita sudah lihat presentasinya, kita lihat videonya. Dipasang di boat, di kendaraan darat dan untuk dipasang di helikopter juga bagus untuk mendukung gerak pasukan infanteri. Menurut saya sangat pas, hanya kebijakan itu di atas, kami tidak ikut-ikut,” tutur Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Laut (Dislitbangal) Laksma TNI Arief Maksum kepada Angkasa usai mendapat pemaparan dan demonstrasi uji tembak Gatling Gun M134D di lapangan tembak Brigif 2 Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (9/11/2016).

Dirinya mengatakan, bahwa rekomendasi untuk membeli senjata itu bukan di levelnya. Pihaknya hanya memberi laporan bahwa senjata tersebut kompetibel untuk apa saja. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak punya hak untuk memberikan rekomendasi. Karena menurutnya semua kebijakan untuk melakukan pengadaan persenjataan terdapat pada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).

https://i.ytimg.com/vi/MNhtUPRJQ0k/maxresdefault.jpgM134D [youtube]

Namun ia mengatakan bahwasannya jika memang TNI AL berminat untuk membeli M134D yang dipasok oleh PT Armetall Sistema Indonesia bersama PT Matra Indo Teknika ini, kemungkinan akan sangat banyak jumlah senjata yang akan diboyong oleh TNI AL.

"Saya kira sangat banyak, kalau memang itu jadi, karena kebutuhan kita banyak. Ada dua pasukan Marinir, barat dan timur; ada beberapa Brigif; nanti infanterinya ada berapa kita bisa hitung. Itu hanya untuk Angkatan Laut, itu di Marinirnya,” terang Arief.

Lanjut ia mengatakan, belum lagi untuk patroli pantainya, banyak sekali. Patroli pantai itu di Lantamal-Lantamal sangat banyak.

Mungkin juga untuk Puspenerbal yang perlu menggunakan. Jadi bisa darat, laut dan udara, untuk patroli kecil.

Untuk jumlah parsial yang dibutuhkan, mohon maaf, karena harus menghitung dulu. Ini terkait dengan taktik yang akan dikembangkan. Itu bukan ranah kami, itu ranahnya pasukan, dia taktis yang ingin dikembangkan seperti apa, menggunakan ini untuk berapa regu atau apa, nah itu bagian dari taktik yang digunakan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, senjata ini menembakkan peluru 7,62 mm standar NATO 3000 butir/ menit, (50 peluru per/detik) dan bisa ditembakkan hingga 30.000 peluru. Setelah jeda satu menit (panas), senjata dapat beroperasi kembali.

 ♖ Tribunnews  

Latihan Bersama Pandu 14/16

Beraksi di ProbolinggoPasukan elite Angkatan Laut Indonesia dan Singapura foto bersama usai acara pembukaan di Pusat Latihan Kapal Perang (Puslat Kaprang) Kolat Koarmatim, kemarin. Angkatan Laut kedua negara menggelar latihan mulai 7 November hingga 18 November 2016 dengan sandi “Latihan Bersama Pandu 14/16”. [Dok. Dispen Koarmatim]

TNI Angkatan Laut dan Republic of Singapore Navy (RSN) gelar latihan bersama diikuti pasukan khusus dari kedua negara. Latihan dengan sandi “Latihan Bersama Pandu 14/16” berlangsung mulai 7 November hingga 18 November 2016.

Wakil Asisten Operasi (Waasops) Kasal Laksamana Pertama TNI Mintoro Yulianto, mewakili Asisten Operasi (Asops) Kasal Laksamana Muda TNI I.N.G.N. Ary Atmaja telah membuka latihan pasukan elite AL kedua negara yang berlangsung di Pusat Latihan Kapal Perang (Puslat Kaprang) Kolat Koarmatim, kemarin.

Pada Latma Pandu kali ini, TNI Angkatan Laut mengirimkan 2 tim pasukan katak dari Satkopaska Koarmatim. Tim Kopaska akan bergabung dengan satu tim Naval Diving Unit (NDU) dari Singapura untuk melaksanakan latma di daerah latihan (Rahlat) camp “K” Banongan Probolinggo, Jawa Timur. Bertindak sebagai Komandan Satgas adalah Kolonel Laut (E) Henricus Prihantoko yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Satuan Komando Pasukan Katak Koarmatim.

Latma Pandu rencananya dibagi menjadi tiga fase. Yakni fase pertama (fase terstruktur) dimana kedua pasukan khusus akan berlatih teknik dan prosedur operasi Maritime Explosive Ordnance Disposal (MEOD) di Koarmatim Surabaya 7-8 November. Kemudian dilanjutkan pelatihan komponen pemeriksaan praktis di Rahlat Banongan pada tanggal 9-12 November 2016.

Tahap kedua (fase taktis) terdiri dari pelatihan dengan dasar skenario sebagai bagian dari Full Mission Profile (FMP) yang berlangsung selama 3 hari, dilanjutkan dengan After Action Review (AAR) atau kaji ulang latihan.

Tahap ketiga, latihan diakhiri dengan Tahap Pasca Fase Latihan yang akan diisi dengan even olah raga bersama, kegiatan sosial, pagelaran budaya dari kedua negara serta upacara penutupan.

Asops Kasal dalam amanat tertulis menyampaikan, Latma Pandu 14/16 adalah wujud hubungan Bilateral antara Indonesia dan Singapura di bidang pertahanan yang bertujuan untuk meningkatkan interoperabilitas dan pengetahuan timbal balik antar pasukan khusus dari kedua negara.

Dia juga menekankan kepada seluruh peserta latihan agar selalu mengutamakan keselamatan dalam latihan dan selalu menjaga komunikasi dan hubungan baik antara peserta latihan dan masyarakat setempat, lanjutnya.

Menurut Kadispenarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman, hadir pada acara tersebut, Komandan Guspurla Koarmatim Laksma TNI Dadi Hartanto, Pabanlat Sopsal Kolonel Laut (P) M. Zaenal, Pejabat Utama Koarmatim, Dansatkopaska Koarmatim Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko, RSN NDU Commander COL Fong Kok Pun, Wakil Dansatgas Latma Pandu 14/16 LTC Wong Foo Chan, Para Komandan Satuan jajaran Koarmatim serta seluruh Peserta Latihan dari kedua Negara. (fri/jpnn)

 ♖ JPNN