Tampilkan postingan dengan label World. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label World. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 November 2016

[Dunia] Pesawat Rombongan Didekati Jet Tempur Swiss

Rusia Minta Penjelasan Jet tempur Swiss mengintai pesawat rombongan wartawan Rusia (Denis Pinchuk/Reuters) 

P
esawat rombongan wartawan serta delegasi pemerintah Rusia yang terbang menuju Peru secara tiba-tiba didekati tiga jet tempur F/A 18 milik Swiss dari tiga arah berbeda. Akibatnya, Moskow kini meminta penjelasan resmi dari Jenewa terkait insiden tersebut.

Kami terkejut dan meminta penjelasan dari pemerintah Swiss terkait insiden yang melibatkan pesawat pemerintah Rusia di atas wilayah udara mereka,” kicau Kedutaan Besar Rusia di Swiss lewat akun Twitter, mengutip dari Reuters, Minggu (20/11/2016).

Insiden tersebut terjadi selama 10 menit. Para penumpang pesawat dapat melihat wajah sang pilot karena terbang sangat dekat dengan burung besi berjenis Ilyushin Il-96 itu. Tiga jet tempur tersebut baru meninggalkan pesawat setelah mencapai wilayah perbatasan Swiss.

Pesawat rombongan tersebut sempat mendarat di Lisbon, Portugal, untuk mengisi bahan bakar. Saat itu, kapten pesawat sempat meredakan suasana dengan mengatakan aksi jet tempur tersebut adalah pengawalan spesial terhadap penerbangan di atas udara yang telah berlangsung sejak lama.

Melewati rute udara ini, kami selalu dikawal secara reguler oleh jet dari Angkatan Udara Swiss,” tutur sang pilot. Jet tempur Swiss mengaku telah beraksi sesuai perjanjian awal dengan Rusia dan tidak menimbulkan ancaman bagi pesawat beserta para penumpang. (war)

  Okezone  

[Dunia] Pemburu Militan ISIS

Kirim satu per satu ke alam baka Riyad Jaffar (27) sepertinya menjadi orang yang sangat dicari sekaligus ditakuti militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Menggunakan topeng hitam, pria asal Baghdad, Irak, Jaffar merupakan seorang penembak jarak jauh yang cukup ditakuti ISIS.

Pasalnya, hampir setiap hari Jaffar membunuh militan ISIS satu per satu. Membawa senapan laras panjang, dia berdiri di Qaraya, sekitar 30 mil ke selatan dari Kota Mosul yang tengah dikepung militer Irak.

Dikutip dari New York Post, Sabtu (19/11), Jaffar merupakan sosok misterius. Para militan ISIS kini tengah memburunya, meski demikian mereka berhati-hati pada sosok yang mengawasi dari jauh ini.

ISIS tengah dikepung tentara Irak, yang ingin merebut kembali Mosul dari tangan para kelompok ekstremis ini. Saking frustasinya, militan ISIS membunuh warga sipil dan menjadikan mereka sebagai tameng menghadapi serangan militer Irak.

Tak hanya itu, ISIS kini disebut menggunakan anjing sebagai pelaku bom bunuh diri.

Lebih dari 600 anjing telah dilengkapi perangkat bom di tubuhnya oleh ISIS untuk menyerang pasukan tentara Irak. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh pejabat Irak.

"ISIS memasangkan bom kepada 600 anjing lalu mengirimkannya ke pasukan tentara Irak dan meledakannya dengan remote kontrol," kata Fahmi Abbas, salah satu anggota pasukan lapis baja Irak.

  Merdeka  

Sabtu, 19 November 2016

[Foto] Vietnam Perkuat Pertahanan di Spartly

✈ Hadapi Proyeksi Kekuatan Udara China Foto pulau reklamasi kekuatan Vietnam di kepulauan Spratly [CSIS AMTI]

Vietnam merespons konstruksi fasilitas militer China di Kepulauan Spratly dengan memperluas kemampuan mereka di wilayah yang disengketakan. Citra baru satelit menunjukkan bahwa Hanoi secara signifikan meningkatkan landasan pesawat terbang di Laut Cina Selatan -di Kepulauan Spratly- dan membangun hanggar baru di fasilitas itu. Ini adalah pola umum untuk Hanoi.

Bahkan di tengah ketegangan diplomatik yang berkurang, Vietnam terus memodernisasi militernya dan mencari hubungan keamanan lebih dekat dengan Jepang, Amerika Serikat, dan India dalam persiapan untuk berhadapan dengan Cina di masa depan di perairan yang disengketakan.

Reuters baru-baru ini melaporkan bahwa Vietnam telah mengerahkan peluncur roket artileri ke Spratly. Hanoi belum mengkonfirmasi laporan tersebut, tetapi langkah ini seharusnya tidak mengejutkan mengingat kekuatan udara China yang signifikan akan segera diproyeksikan di Spratly.

spratly-new-1Vietnam telah memperpanjang landasan pacu di Kepulauan Spratly dari kurang 2.500 kaki menjadi sekitar 3.300 kaki. Reklamasi dan konstruksi yang terus dilakukan kemungkinan akan memperpanjang landasan untuk lebih dari 4.000 kaki.

Vietnam juga membangun dua hanggar besar. Fasilitas baru ini dapat dengan mudah mengakomodasi pesawat pengintai maritim angkatan udara Vietnam PZL M28B dan pesawat transport CASA C-295. Armada Vietnam juga memiliki pesawat angkut Antonov An-26 dan Hanoi telah menyatakan minatnya untuk mengakuisisi pesawat pengintai P-3, namun landasan di Kepulauan Spratly tidak akan cukup panjang untuk pesawat itu.

Setiap pesawat tempur Vietnam akan bisa memanfaatkan landasan pacu baru tersebut, meskipun pulau itu memiliki penggunaan ruang yang terbatas untuk jet tempur. Sebaliknya, tiga pulau buatan terbesar yang dibangun Cina sekarang memiliki ruang hanggar cukup untuk menampung masing-masing 24 jet tempur.

spartlyVietnam kini telah menambahkan sekitar 57 are tanah di Kepulauan Spratly, satu dari 10 fitur yang telah diperluas dalam beberapa tahun terakhir, meskipun reklamasi masih sederhana dibandingkan standar Cina.

Setelah selesai, Vietnam kemungkinan akan memanfaatkan peningkatan landasan pacu dan hanggar di Kepulauan Spratly untuk meningkatkan kemampuannya dalam melakukan patroli di Spratly. Perbedaan dalam kemampuan militer antara Cina dan Vietnam adalah adanya tiga pangkalan udara Beijing yang telah dibangun menjadi operasional.

Namun Hanoi tampaknya bertekad untuk lebih maju lagi dan, jika laporan penyebaran peluncur roket benar adanya, maka Vietnam telah siap membela klaim mereka. [Amti.csis.org]

  Jakarta Greater  

Jumat, 18 November 2016

[Dunia] Qatar & Kuwait Borong Pesawat Tempur Amerika

✈ 72 pesawat F15 untuk Qatar dan 40 pesawat Super Hornet untuk Kuwait F-15SE Silent Eagle [wikipedia]

Badan Kerjasama Pertahanan dan Keamanan Amerika Serikat (DCSA) resmi mengajukan penjualan 72 unit pesawat F-15 untuk Qatar kepada kongres. Pihak Department of State pun telah menyetujui proposal penjualan ini kemarin (17/11/2016).

Qatar memborong pesawat yang selanjutnya diberi nama F-15QA ini dengan nilai kontrak sebesar USD 21,1 miliar. Nilai kontrak ini termasuk pengadaan paket persenjataan, perlengkapan darat, program pelatihan, simulator, dan seluruh perlengkapan pendukungnya.

Bagi DCSA penjualan pesawat F-15QA ini adalah bagian dari program penguatan militer negara-negara sahabat AS. Pemerintah AS sendiri sudah sejak lama melihat Qatar sebagai mitra strategis untuk menjaga kestabilan politik dan ekonomi di sekitar Teluk Persia.

Qatar sendiri meminta adanya program offset dari Boeing sebagai kontraktor utama. Namun, pihak Boeing belum menentukan soal perjanjian offset tersebut dan akan dibicarakan lebih lanjut dengan pihak pemerintah Qatar.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy1smmK-ycIKNUuvJ5Y60HTpJ1RZ5XrgDYd_qiZt04gDW6M-DQrkOho0K0l3P_rMlYj29pnVpszJllylaiux-6RcmK3TQaebhsfuB9jKSl7vKI7wt7VvMaYZJpaPH-30fK6sdCqjsYOXzc/s1600/20161004_01.jpgF/A-18 AS

Selain Qatar, Kuwait juga mengakuisisi 40 unit pesawat F/A-18E/F Super Hornet yang bernilai sekitar USD10,1 miliar. Kontrak ini terdiri dari 32 unit Super Hornet varian E dan 8 unit varian F dengan mesin F414-GE-400.

Selain unt pesawat, Kuwait juga memesan 41 unit radar AESA AN/APG, senapan kaliber 20mm, 240 rudal berpemandu, 45 radar warning receivers AN/ALR-67(V)3, 12 AN/AAQ-33 SNIPER advanced targeting pods, 48 sistem Link-16, dan delapan tanki bahan bakar tambahan.

Author: Remigius Septian

  Angkasa  

Rabu, 16 November 2016

[RIP] Taliban Serang Markas NATO di Afganistan

Tewaskan 4 Warga AS http://images.cnnindonesia.com/visual/2014/11/28/57973002-79de-4fc3-a52d-b55e4ff7e057_169.jpg?w=650Salah satu ledakan bunuh diri yang terjadi di kabul, Afganistan [Reuters/Omar Sobhani]

Sebuah bom bunuh diri kembali memporak-porandakan pangkalan udara milik pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di utara Bargram, Afganistan, pada Sabtu pekan lalu.

Serangan bunuh diri yang diklaim kelompok militan Taliban itu menewaskan setidaknya empat orang warga AS yakni dua anggota militer dan dua kontraktor, serta melukai 17 anggota militer NATO lainnya termasuk salah seorang tentara Polandia.

Juru Bicara Gubernur Provinsi Parwan, Waheed Sediqqi menyebutkan, pelaku pengeboman berhasil memasuki pangkalan AS terbesar di Afganistan dengan pengamanan ketat. Pelaku bom bunuh diri itu berkerumun bersama buruh Afganistan lainnya sebelum meledakan bom yang terpasang di rompi pakaiannya.

"Pesan kami kepada pelaku penyerangan ini sangatlah sederhana. Amerika tidak akan tergoyahkan dalam misinya untuk menjaga tanah air kami dan membantu Afganistan mengamankan masa depan negaranya," ucap Menteri Pertahanan AS Ash Carter, seperti dikutip Reuters, Sabtu (12/11).

Menurut Carter, serangan ini merupakan serangan terbesar yang diterima tentara AS di sana sejak serangan bom bunuh diri yang juga pernah terjadi di Bagram pada Desember 2015 lalu dan menewaskan enam tentara AS.

Pentagon, tutur Carter, akan melakukan penyeledikan terkait peristiwa penyerangan ini guna mengambil langkah yang tepat dalam meningkatkan pengamanan di sana.

Serangan Taliban ini menggarisbawahi salah satu tantangan politik luar negeri yang akan dihadapi oleh pemerintahan Donald Trump saat dilantik Januari nanti.

Presiden Barack Obama semula mengharapkan dapat menarik keluar seluruh tentara AS yang berada di Afganistan pada akhir masa jabatannya. Namun, upaya tersebut harus terhenti seiring dengan tentara Afganistan yang masih membutuhkan bantuan untuk membendung pemberontakan Taliban di negara itu.

Obama memutuskan untuk memperlambat penarikan tentara keluar dari Afganistan secara bertahap. Saat ini, sekitar 8.400 tentara AS akan tetap dikerahkan di Afganistan sebagai bagian dari konsistensi dukungan AS dalam Operasi Dukungan terhadap pasukan Afganistan serta misi AS untuk memberantas terorisme di wilayah itu.

Serangan bom bunuh diri juga sempat terjadi sehari sebelumnya di Kantor Konsulat Jerman di bagian utara Kota Mazar-i-Syarif. Serangan pada Jumat (11/11) dini hari itu menewaskan empat orang dan melukai ratusan lainya.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan serangan bunuh diri itu telah direncanakan selama empat bulan dan merupakan serangan pembalasan dari kelompok Taliban atas serangan udara yang dilakukan oleh pasukan NATO di wilayah Kunduz pada pekan lalu, yang telah menewaskan sekitar 30 warga sipil. (stu/stu)

  CNN  

[Dunia] Jepang Beri Malaysia Dua Kapal Patroli

➶ Siap Awasi Laut China SelatanIlustrasi Kapal Coast Guard Jepang [google]

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Rabu (16/11/2016) menyatakan, Tokyo akan memberi Malaysia dua kapal patroli.

Pemberitan itu disambut Perdana Menteri Malaysia Najib Razak sebagai bantuan untuk meningkatkan ketenangan di Laut China Selatan, seperti dilaporkan Reuters.

Najib, yang menjadi tamu Jepang, tiba pada Selasa (15/11/2016), dalam kunjungan hanya beberapa pekan setelah berada di China dalam kunjungan enam hari, tempat ia setuju membeli empat kapal patroli China dalam kesepakatan berarti pertama pertahanan negaranya dengan China.

"Perjanjian hari ini ialah Jepang bersedia menyerahkan dua kapal patroli bekas untuk badan keamanan laut kami, yang menunjukkan sifat hubungan kami sekarang bercakupan luas," kata Najib.

Malaysia, bersama tiga anggota ASEAN, yakni Filipina, Vietnam, dan Brunei, termasuk di antara negara yang terlibat saling klaim dengan China atas Laut China Selatan. China mengaku hampir seluruh perairan itu sebagai wilayahnya.

Najib mengatakan, pembicaraan dengan Abe menyentuh masalah itu.

Ia menambahkan, "Malaysia terus memainkan perannya untuk memastikan Laut China Selatan menjadi wilayah damai dan tenang, yang tanpa itu, kami tidak dapat mencapai kemakmuran."

Pembicaraan juga termasuk rencana jalur kereta cepat Singapura dengan Kuala Lumpur, Malaysia, yang akan dibangun pada 2026 dan dua bertetangga itu akan menyelesaikan perjanjian dwipihaknya pada Desember.

Jepang menyatakan minatnya pada pembangunan itu dan Najib mengatakan meyakinkan Abe bahwa lelang akan dilakukan secara adil dan terbuka.

   Kompas  

Senin, 07 November 2016

[Teror] Abu Sayyaf Tembak & Culik Warga Jerman

Wanita Tanpa Busana Ditembak Mati, Suaminya Ditawan Abu SayyafPeta lokasi perairan Tawi Tawi, Sabah, Malaysia, dekat Filipina Selatan yang jadi lokasi penculikan oleh kelompok Abu Sayyaf. [The Star]

Tentara Filipina telah menemukan jasad seorang wanita Jerman dalam kondisi tanpa busana dengan luka tembak di sebuah kapal pesiar di dekat perairan Filipina selatan, pada Senin (7/11/2016). Sementara itu, suami korban dilaporkan disandera Abu Sayyaf.

Pasangan Jerman itu diduga kuat jadi korban pembajakan dan penculikan kelompok Abu Sayyaf. ”Sebuah senapan ditemukan dekat tubuh (korban),” kata juru bicara militer Filipina, Mayor Filemon Tan kepada wartawan. ”Kami sedang memverifikasi laporan seorang warga negara Jerman yang ditawan oleh Abu Sayyaf,” katanya lagi, seperti dikutip Reuters.

Konfirmasi militer Filipina muncul sesaat setelah laporan pasangan asal Jerman jadi sasaran pembajakan Abu Sayyaf pada hari Minggu. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pria Jerman Juegen Kantner, 70, dan istrinya; Sabine Merz, yang naik kapal pesiar di perairan Tawi Tawi dicegat kelompok Abu Sayyaf.

Kantner ditawan, sedangkan istrinya, Merz ditembak mati. Belakangan diketahui, pasangan itu adalah mantan sandera perompak Somalia yang dibebaskan tahun 2008 dengan uang tebusan USD 600 ribu.

Meski demikian, militer Filipina belum mengkonfirmasi apakah jasad wanita Jerman yang ditemukan itu bernama Merz atau bukan.

Tapi, seorang pemimpin Abu Sayyaf bernama Muamar Askali, telah membuat klaim di radio bahwa mereka menyandera pria Jerman berusia 70 tahun setelah mencegat kapal pesiar di Sabah, wilayah Malaysia yang dekat perairan Filipina Selatan pada pekan lalu.

Lokasi itu juga menjadi tempat di mana dua nakhoda Indonesia diculik kelompok bersenjata pada Sabtu lalu. Tapi, aparat keamanan Malaysia belum memastikan penculik dua warga Indonesia itu dari kelompok Abu Sayyaf atau bukan.

 Bebas dari Perompak Somalia Kini Ditawan Abu Sayyaf

Pria Jerman bernama Juegen Kantner, 70, ditawan kelompok Abu Sayyaf di Filipina, pada hari Minggu. Pria Jerman itu pada 2008 pernah jadi sandera perompak Somalia selama 52 hari sebelumnya akhirnya dibebaskan dengan uang tebusan.

Pada Juli 2008, Juegen Kantner dan istrinya; Sabine Merz, naik kapal pesiar melintasi Teluk Aden. Kapal mereka dicegat kelompok perompak Somalia dan pasangan itu jadi sandera.

Selama 52 hari jadi sandera, mereka menjadi sasaran perampasan dan eksekusi pura-pura. Mereka dibebaskan dengan uang tebusan USD 600 ribu, namun Kantner tak pernah bersedia menceritakan detail pembebasannya.

Itu adalah pengalaman terburuk yang pernah saya alami. Itu benar-benar menyakitkan dan mereka mengintimidasi kami sepanjang waktu,” kata Kantner kepada The Local tak lama setelah dibebaskan pada saat itu.

Suatu hari saya berkata kepada mereka saya berharap pesawat akan mengebom kita semua, sehingga kita semua mati bersama,” ujar Kantner.

Pada bulan Mei 2009, Kantner dan istrinya kembali ke Somalia untuk merebut kembali kapal pesiar mereka. Aksi nekat itu menuai ejekan warga di Berbera, Teluk Aden.

Mereka berpikir bahwa saya gila, mereka memanggil saya orang kulit putih gila atau pelaut Jerman gila tapi mereka tidak tahu betapa pentingnya kapal itu untuk saya,” ujar Kantner saat itu.

Setelah delapan tahun, Kantner dan istrinya pada hari Minggu kembali berlayar melintasi perairan Sulu di Tawi Tawi. Mereka jadi sasaran penculikan kelompok Abu Sayyaf.

Kantner disandera, tapi istrinya ditembak mati. Tubuh korban ditemukan di kapal pesiar pada hari Senin (7/11/2016). (mas)

  sindonews  

Minggu, 06 November 2016

[Dunia] Radar Baru MiG-35 Mampu Lacak 30 Target Sekaligus

✈ Radar bisa meningkatkan jangkauan deteksi target hinga 160 kilometer. Pesawat tempur MiG-35 [Oleg V. Belyakov/AirTeamImages]

Perusahaan Teknologi Radio-elektronik Rusia (KRET) yang berada di bawah naungan BUMN Rusia Rostec merancang radar terbaru Zhuk-AME untuk pesawat tempur multiperan MiG-35.

Radar baru ini memberi gambaran langsung medan tempur dan bisa melacak 30 target secara bersamaan, serta menghancurkan enam di antaranya di udara dan empat target di darat, terang Humas KRET.

Radar dengan antena bersusun ini dapat membantu keberhasilan misi dalam kondisi cuaca yang rumit dan pengacauan jaringan oleh pihak lawan.

"Pengunaan radar ini dapat meningkatkan jangkauan deteksi target hingga 160 kilometer. Radar juga dapat beroperasi secara bersamaan di moda udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan, mengidentifikasi dan mengklasifikasi objek kelompok dan tunggal, menyerang sejumlah target dengan senjata berpresisi tnggi, mengirim data mengenai situasi taktis ke pesawat lain, serta berhubungan langsung dengan senjata radio-elektronik," tutur pihak perusahaan perancang.

Menurut Wakil I Direktur Jenderal KRET Igor Nasenkov, radar Zhuk telah mendapat sertifikasi untuk ekspor. Perangkat ini lebih unggul dibanding perangkat buatan kompetitor dari segi karakter taktis dan teknis serta bisa dipasang untuk berbagai pesawat generasi terbaru, termasuk MiG-35.

  RBTH  

[World] Four Mission Ships to the Navy

Supply by Boustead GroupBoustead's concept model of the littoral combat ships ordered by the Defence Ministry earlier. [thestar]

Boustead Holdings Bhd's subsidiary Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd (BN Shipyard) has received a non-binding letter of intent for the supply of four littoral mission ships for the Royal Malaysian Navy.

In a filing with Bursa Malaysia on Friday, the conglomerate said the 82% owned subsidiary received the letter from the Defence Ministry on Oct 26. Boustead did not disclose the contract’s value.

On Tuesday, Prime Minister Datuk Seri Najib Razak announced that Malaysia would buy four littoral (close to shore) mission ships from China for the Malaysian Navy, two of which would be built in China and the other two in Malaysia.

Defence Minister Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein said the following day that construction of the ships would be a joint venture between BN Shipyard and China Shipbuilding and Offshore International Co Ltd.sement.

The ships are said to be a fast and agile type designed for various operations close to shore. The first ship is expected to be completed within 24 months of the contract signing.

http://www.malaysiandefence.com/wp-content/uploads/2016/10/ship.jpg?x8033815-5 Armada Transformation Programme [malaysian defence]

Hishammuddin was reported as saying that the allocation for the purchase was off-Budget, meaning that funding would come from the Malaysian Navy through savings achieved by its 15-5 Armada Transformation Programme.

This is a landmark purchase, as it marks the first time that Malaysia is buying military equipment from China.

In April, it was reported that the Malaysian Navy expected to buy 18 littoral mission ships to strengthen the country’s maritime security.

Besides the mission ships, the Navy will also receive six new littoral combat ships built by BN Shipyard, and worth RM9bil, between 2019 and 2023.

Boustead said it would make further necessary announcements on the project in due course.
 

  The star