Tampilkan postingan dengan label Korpaskhas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korpaskhas. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 November 2016

Jokowi Sambangi Markas Paskhas TNI AU

൬ Di Bandunghttp://cdn.rimanews.com/bank/antarafoto-kunjungan-presiden-ke-mako-paskhas-tni-au-151116-ym-3.jpg൬ Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Komandan Korpaskhas Marsma TNI T Seto Purnomo (kiri) memeriksa Prajurit Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI AU saat upacara pengarahan di Mako Paskhas Margahayu Kab.Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/11/2016). Sebagai panglima tertinggi TNI, Presiden memerintahkan agar Korpaskhas menjaga NKRI, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika, serta jangan pernah mundur dari ancaman mereka yang ingin memecah belah dan mengadu domba bangsa Indonesia. [ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/aww/16.] ☆

Presiden Joko Widodo akan melakukan kunjungan ke Markas Pasukan Khas (Paskhas) TNI-AU di Bandung, Jawa Barat, 15 November 2016. Presiden dan rombongan direncanakan berangkat pukul 09.00 WIB dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan presiden memang akan terus menerus mendatangi TNI dan Polri serta korps atau pasukan yang ada di dalamnya.

Kedatangan Jokowi memberkan arahan, menurut Pramono sebenarnya bukan karena peristiwa 4 November lalu. "Tetapi memang presiden menjadwalkan untuk bertemu secara langsung dengan prajurit yang bertugas misalnya di paskhas, kostrad, kemudian dengan alim ulama dan sebagainya. Jadi masih ada," kata Pramono.

Dia menjelaskan, presiden mengharapkan dari konsolidasi yang telah dilakukan baik ke AD, marinir, brimob, dan alim ulama dapat mempengaruhi agar unjuk rasa 25 November tidak terjadi. Apalagi, kalau nantinya persoalan yang menjadi tuntutan sudah diputuskan secara terbuka, transparan, dan betul-betul memenuhi keinginan dan harapan publik, tanpa ada tekanan apapun kepada penegak hukum.

"Maka harapannya adalah tidak ada demo lagi," kata Pramono. Pramono menekankan, Indonesia adalah negara hukum. Artinya, negara ini berdasarkan hukum bukan berdasar pada kekuatan tekanan politik siapa pun yang melakukan itu.

Dia menjelaskan, dalam rangkaian konsolidasi yang dilakukan, Jokowi ingin menyampaikan kepada publik, presiden tetap berpegang teguh pada hukum. Pramono juga memastikan presiden tidak melindungi dan tidak mengintervensi dalam persoalan yang sekarang diramaikan menjadi konsumsi publik, yang sangat terbuka.

 Bangga Dengan Korpaskhas

Setelah mengunjungi Kopassus, Marinir, dan Brimob, kini Presiden Joko Widodo mengunjungi pasukan khusus AU, Korpaskhas, di Markas Korpakhas komplek Lanud Sulaiman, Selasa, 15 November 2016. Jokowi di depan 1.512 prajurit Korpaskhas menyatakan kebanggaan kepada pasukan Baret Jingga yang selalu siap membela merah putih.

"Korpaskhas siap mempertahankan NKRI dengan kemampuan tiga matra yakni darat, laut, dan udara," kata Joko Widodo.

Sebagai panglima tertinggi TNI, joko Widodo memerintahkan agar Korpaskhas menjaga NKRI, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. "Jangan pernah mundur dari ancaman mereka yang ingin memecah belah dan mengadu domba bangsa kita," ujarnya dalam apel pasukan dengan komandan upacara Komandan Korpaskhas, T. Seto Purnomo.

Sebagai pasukan pemukul, kata presiden, Korpaskhas harus memupuk prajurit sejati sebagai tentara rakyar, tentara pejuang, dan tentara profesional. "Kami ingin mengingatkan apa yang dikatakan Presiden Soekarno seperti slogan Korpaskhas yakni bekerja tanpa menghitung untung dan rugi. Bekerja tanpa pamrih untuk bangsa dan negara," katanya.***
 

  ൬ Pikiran Rakyat  

Minggu, 13 November 2016

Markas Komando Wing III Paskhas di Resmikan

Di Medan https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/c/c4/Paskhas_Bet01.jpg/220px-Paskhas_Bet01.jpgKomandan Korps Pasukan Khas Marsekal Muda TNI Adrian Wattimena meresmikan Markas Komando Wing III Paskhas yang baru pada Upacara Peresmian yang dilaksanakan di Mako Wing III Paskhas, Lanud Soewondo, Medan, Kamis, (10/11).

Dankorpaskhas menyampaikan bahwa penggelaran satuan setingkat Wing III Paskhas ini merupakan pengembangan gelar alutsista TNI Angkatan Udara dikawasan Indonesia bagian barat. Disamping itu, penggelaran Wing III Paskhas ini merupakan tindak lanjut dari rencana strategis angkatan udara 2010-2014 yang ditujukan untuk pelaksanaan tugas operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP) dan pembangunan kekuatan pokok minimum TNI AU tahun 2010-2024.

Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan pita oleh Dankorpaskhas sebagai tanda bahwa Markas Komando Wing III Paskhas telah resmi untuk digunakan. Kemudian dilanjutkan dengan peninjauan bangunan oleh Dankorpaskhas dan rombongan serta para tamu undangan. Diakhir kegiatan Dankorpaskhas beserta rombongan berkesempatan untuk bertatap muka dengan seluruh prajurit Paskhas di Medan beserta keluarga serta menyaksikan beberapa hiburan pertunjukan Liong serta Barongsai yang dimainkan oleh prajurit Yonko 469 Paskhas.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Pangkosekhanudnas III Medan Marsma TNI T.B.H Age Wiraksono S.IP.,MA., Danlanud Soewondo Kolonel Pnb Arifin Sjahril, pejabat Pemprov Sumatra Utara, pejabat Pemkot Medan, pejabat Kodam I/BB, serta para tamu undangan lainnya.

  ★ Paskhas  

Jumat, 11 November 2016

Latma Pasukan Operasi Khusus TNI dan RTAF

KRIS-I 2016Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A., diwakili Wadanjen Kopassus Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa selaku Komandan Latihan didampingi Director Of Special Operations Division Counter Terrorism Operations Center (CTOC) Colonel Voradorn Vorakitti Dechakorn, memimpin upacara pembukaan Latihan Bersama antara Pasukan Operasi Khusus TNI dengan Pasukan CTOC Royal Thai Armed Force (RTAF), dengan sandi KRIS-I 2016, bertempat di Lapangan Upacara Stand By Force, PMPP TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jum’at (11/11/2016).

Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A dalam amanatnya yang dibacakan Wadanjen Kopassus Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa mengatakan bahwa, masyarakat dunia sedang menghadapi permasalahan serius tentang keamanan terkait dengan aksi terorisme. “Aksi ini telah menimbulkan berbagai dampak yang merugikan bagi eksistensi sebuah Negara, dan upaya penyebaran ideologi mereka yang berorientasi kepada penanaman pengaruh terhadap para simpatisannya, perlu penanganan yang menyeluruh,” katanya.

Lebih lanjut Asops Panglima TNI menyampaikan bahwa, melalui latihan bersama antara TNI dengan RTAF, kedua Angkatan Bersenjata akan mewujudkan kebersamaan untuk dapat menciptakan ketrampilan pasukan khusus yang prima dan siap setiap saat. “Sinergitas antara TNI dan RTAF kali ini menandai adanya hubungan militer yang lebih baik antara kedua bangsa, dan interaksi yang terjalin antara prajurit kedua negara diharapkan dapat menciptakan semangat persaudaraan dan pertemanan yang sejati,” ujarnya.

Menurut Mayjen TNI Agung Risdhianto, sejarah persahabatan antara Indonesia dan Thailand telah terjalin sejak dahulu, Thailand adalah salah satu rekan terpenting bagi Indonesia di kawasan Asia Tenggara. “Latihan bersama ini merupakan sarana yang sangat baik dalam rangka meningkatkan hubungan kita, khususnya kerja sama militer bidang penanggulangan terorisme,” katanya.

Mengakhiri amanatnya, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A., mengharapkan agar selama pelaksanaan latihan, kedua kesatuan khusus Indonesia dan Thailand dapat meningkatkan dan mengembangkan metode, strategi, teknik, taktik dan pendekatan dalam operasi penanggulangan terorisme.

“Sasaran latihan tersebut adalah sarana untuk meningkatkan interoperabilitas kedua kesatuan khusus dalam menghadapi dan menumpas aksi terorisme bersama, serta hubungan persaudaraan kedua kesatuan khusus makin erat dan menjadi katalisator dalam mencapai tujuan latihan dengan sukses,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Komandan Kontingen Thailand Colonel Voradorn Vorakitti Dechakorn mengatakan antara lain bahwa, seiring dengan meningkatnya kualitas ancaman terorisme dewasa ini, maka satuan-satuan penanggulangan teror di seluruh dunia, khususnya Indonesia telah menjalin hubungan erat, dalam bentuk latihan yang direncanakan, disiapkan dan dilaksanakan secara detail dan berkelanjutan. “Apabila terjadi ancaman terorisme yang mengancam kedaulatan dan melibatkan kepentingan kedua belah pihak, maka satuan-satuan penanggulangan teror di kedua negara dapat dikerahkan dengan cepat dan bekerjasama dengan baik,” ujarnya.

“Dengan terselenggaranya Latma KRIS-I 2016 ini, diharapkan menjadi momentum yang baik bagi kedua negara, untuk menyelenggarakan latihan bersama yang berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya,” kata Colonel Voradorn Vorakitti Dechakorn.

Latma KRIS-1 2016 dengan tema “Penanggulangan Terorisme” akan dilaksanakan mulai tanggal 11 sd 18 November 2016, dan merupakan kali pertama bagi Pasukan Khusus TNI dan RTAF, dengan melibatkan unsur Pasukan Operasi Khusus TNI meliputi Satuan-81 Korps Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL dan Satuan Bravo ’90 Korpaskhas TNI AU, serta CTOC Royal Thai Armed Force.

Adapun tujuan latihan adalah untuk meningkatkan kerja sama, interoperabilitas dan kesepahaman pasukan TNI dengan RTAF CTOC di dalam menanggulangi aksi terorisme yang melibatkan kedua Negara, dengan materi latihan meliputi Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dan Table Top Exercise (TTX) serta Manuver Lapangan.

Materi latihan SMEE, diantaranya analisa skenario latihan termasuk analisa dan Standar Operating Procedure (SOP); pengembangan skenario dan analisa kekuatan kawan dalam pelaksanaan latihan. Sedangkan materi latihan TTX meliputi perumusan; penganalisaan dan olah yudha cara bertindak; pengambilan keputusan cara bertindak yang terbaik; merumuskan bersama konsep umum operasi; pengujian rencana penanggulangan teror gabungan melalui metoda TTX; dan pelaksanaan komando dan kendali taktis.

https://cdn.sindonews.net/photos/2013/09/14/3887/13046_highres.jpgIlustrasi latihan anti teror beberapa waktu yang lalu [sindo]

Sedangkan Manuver Lapangan meliputi Field Integration Training (FIT) dan Full Mission Profile (FMP). Materi Manuver Lapangan secara teknis diantaranya, mobilisasi udara; fast roping; rapelling; method of entry; penembak runduk dan explosive ordonance disposal (penjinak bahan peledak. Secara taktis diantaranya, pembebasan sandera di gedung; raid penghancuran; perebutan cepat; patrol pengintaian jarak jauh; penyekatan dan evakuasi sandera.

Materail yang digunakan dalam Latma KRIS-1 diantaranya Combat Shirt; Overall; Senjata MP-5, Shotgun, AX-338; Amunisi Bahan Peledak; Alat Optik; Alat Komunikasi berupa Handy Talkie dan Repeater; Alat Perlengkapan Fast Roping dan Rapelling; Peta (Ciawi 37/XVIII-A); GPS, Kompas dan Navigasi; serta alat perlengkapan perorangan lainnya.

Sementara, Alutsista yang dikerahkan meliputi 1 (satu) unit Helly Super Puma; Kendaraan Taktis diantaranya, 2 (dua) Bus Master; 3 (tiga) Kendaraan Hilux; 1 (satu) Kendaraan Tangga; 1 (satu) Kendaraan Penjinak Bahan Peledak; 3 (tiga) Unit Truk; 1 (satu) Unit Ambulance dan 3 (tiga) Unit Motor. Jumlah pelaku yang terlibat sebanyak 87 orang, terdiri dari 44 Pasukan Anti Teror TNI dan 43 Pasukan CTOC Royal Thai Armed Forces serta melibatkan 78 personel TNI sebagai pendukung.

Hadir pada upacara pembukaan Latma KRIS-I adalah Brigjen TNI Saptono Adji, Brigjen TNI Edison Simanjuntak, Paban VII/Latma Sops TNI Kolonel Inf Achmad Budi Handoyo dan para pejabat Mabes TNI, TNI AD, TNI AL dan TNI AU. (Am)
 

Minggu, 06 November 2016

Dankorpaskhas Kunjungi Indo Defence 2016

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghnT5XtkWdX6Y8sRgn9cnI0ge3QkCR2CtSIVEe2Muh45YgS7FuJG7CPiZEIdb8UWYjpNR8Jyq1RmgYB7dLE2Kufy8omT7Qb5sfq-rkjqii6q9XH0vpw-DTLcuNKsfYEELi1GZikz17lsw/s1600/25072014+KRI+Clurit+641.jpgKomandan Korpaskhas Marsekal Muda TNI Adrian Wattimena bersama para Pejabat Korpaskhas mengunjungi Pameran Indo Defence 2016 yang bertempat di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (03/11).

Dalam kunjungan tersebut, Komandan Korpaskhas beserta rombongan mengunjungi stan-stan perusahaan dari berbagai negara yang mempromosikan produk militernya dengan berbagai keunggulan yang dimiliki. Diantaranya rudal jarak sedang LY-80 buatan Cina, Gatling Gun M134 buatan Amerika, Night Vision generasi terbaru, tidak ketinggalan juga beberapa produk militer buatan anak bangsa yaitu Ranpur Anoa versi Ampibi dan Kapal Tank buatan PT. Pindad, Drone Pengintaian buatan Universitas Gajah Mada dan alat antisadap.

Pameran Indo Defence 2016 ini diikuti sebanyak 844 peserta dari 45 negara diantaranya Indonesia, Jerman, India, Italia, Australia, Korea Selatan, Prancis, Turki, Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Afrika Selatan, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Belarus, Republik Ceko, Ukraina, dan Slovakia.

Turut hadir dalam rombongan tersebut Inspektur Korpaskhas Kolonel Pas Yudi Bustami, Asren Korpaskhas Letkol Pas Nasser, Asops Kas Korpaskhas Letkol Pas Dicky Lukman, Aslog Kas Korpaskhas Kolonel Pas Imam Sujali dan Askomlek Kas Korpaskhas Kolonel Lek IB. Ngurah M.P.

  ★ Paskhas